Musliar: Hari Bela Negara jangan Sekadar Diperingati Padang Ekspres • Rabu, 19/12/2012 11:57 WIB •
*Padang, Padek*—Momentum Hari Bela Negara (HBN) jatuh hari ini (19/12), harus dimaknai lebih mendalam ketimbang sekadar diperingati saja. Salah satunya, perlu lebih intensif menanamkan nilai-nilai kepahlawanan seperti dicontohkan tokoh-tokoh berperan penting dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sejak dini. Demikian diutarakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim dan Ketua DPD RI Irman Gusman secara terpisah kepada *Padang Ekspres, *kemarin (18/12). Untuk tahap awal, Musliar Kasim menekankan pentingnya memasukkan sejarah kelahiran HBN dalam kurikulum, mengingat HBN secara otomatis bersangkut-paut bila membicarakan sejarah kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaaan. ”HBN akan masuk pembelajaran. Tanpa disuruh pun, otomatis akan masuk dalam pembelajaran sejarah,” kata mantan Rektor Unand ini. Penerima PDRI Award 2012 ini meyakini terbuka peluang merevisi buku-buku sejarah yang ada saat ini. Terutama, belum memuat sejarah PDRI. Bahkan, bukan tidak mungkin akan masuk dalam kurikulum pendidikan. “Mudah-mudahan pada kurikulum baru bisa dimasukkan,” harapnya. Soal pemberian PDRI Award, Musliar menyambut baik penghargaan itu. “Bagi saya pribadi apa yang telah saya lakukan itu adalah kewajiban untuk meneruskan dan meluruskan sejarah,” akunya. Ketika seseorang sudah melakukan kewajibannya, dan memperjuangkan HBN, menurutnya, sah-sah saja jika ada pihak memberikan penghargaan. Termasuk, Anugerah PDRI Award yang rencananya juga bakal diberikan kepada Presiden SBY. Dia melihat Presiden SBY jeli melihat bahwa PDRI adalah peristiwa yang sangat nasionalisme, tidak seperti dibayangkan orang sebagai peristiwa yang separatisme. Seiring peringatan HBN, dia mengajak anak bangsa meningkatkan kompetensinya sebagai wujud cinta tanah air dan bela negara. HBN, menurutnya, jangan sekadar diperingati. Semangat bela negara, harus diaplikasi dalam perbuatan sehari-hari. “Melekat dalam perbuatan sehari-hari dengan mencintai negara tidak secara pasif. Ketika menjadi pelajar, jadilah pelajar rajin agar mempunyai kompetensi mengisi kemerdekaan. Begitu pula ketika jadi seorang pekerja, maka jadilah pekerja yang bekerja produktif, memiliki integritas tinggi, serta kemauan keras,” jelasnya. Pria kelahiran Tanahdatar itu menambahkan, HBN yang diperingati tiap 19 Desember, harusnya dapat dijadikan momen penting sebagai introspeksi diri, sudah sejauh mana rakyat atau bangsa ini mencintai dan membela negaranya. Semangat cinta negara dan hidup dengan kebersamaan mengisi masa depan, harus selalu ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat. *Sosialisasikan HBN* Terpisah, Ketua DPD RI Irman Gusman menyebutkan, HBN merupakan satu-satunya hari besar nasional berdasarkan peristiwa yang terjadi di daerah, di samping Hari Pahlawan 10 November. Ini membuktikan perjuangan rakyat menegakkan kemerdekaan dilakukan seluruh rakyat di semua daerah. Menurut senator asal Sumbar itu, PDRI momen penting dalam sejarah RI, karena tanpa PDRI eksistensi NKRI akan hilang dari peta dunia, karena ibu kota negara diduduki Belanda, presiden dan wakil presiden ditawan. Saat itu, Syafruddin Prawiranegara bersama sejumlah tokoh Sumatera mencetuskan dan memproklamirkan PDRI. “Jadi, PDRI yang walaupun hanya berumur tujuh bulan, telah menjadi penyelamat NKRI. Karena kedudukannya sangat strategis. Maka, DPD sejak awal mendukung penetapan peristiwa PDRI sebagai bagian sejarah ditetapkan sebagai Hari Bela Negara,” ujar Irman lewat pesan singkatnya dari Azerbaijan, tadi malam. Dukungan DPD, kata tokoh penerima PDRI Award 2012 ini, tidak sekadar itu saja. Bersama MPR dan DPR, DPD juga mengusulkan Syafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional. Usulan itu langsung direspons kepala negara. “Sebagai hari bersejarah nasional, maka kita sebagai anak bangsa harus mengembangkan nilai-nilai yang telah diwarisi para pelaku PDRI. Dengan senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan negara, serta semangat juang tanpa pamrih,” kata Irman di sela-sela memimpin delegasi dalam kunjungan kerja memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dengan Azerbaijan. Di samping itu, Irman mendorong pemerintah bersama elemen bangsa ini secara terus menerus menyosialisasikannya ke masyarakat, termasuk ke sekolah dan kampus di Indonesia sehingga rakyat dari Sabang sampai Merauke memahami dan mampu memaknai sejarah dan semangat bela negara yang ditunjukkan para pelaku PDRI dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. *Napak Tilas PDRI* Komando Resimen Mahasiswa Pagaruyung Sumbar memiliki cara sendiri menggelorakan HBN di Sumbar. Buktinya, serangkaian kegiatan mulai 17 hingga 19 Desember 2012 dihelat guna menghormati nilai-nilai perjuangan masa lalu. Kepala Staf Resimen Mahasiswa Pagaruyung Sumbar, Dasril, pada *Padang Ekspres* mengatakan, kegiatan dibuka dengan menggelar seminar bela negara di Kampus ISI Padangpanjang. Seminar bertema “Menguak PDRI: Hilangnya Sejarah, antara Menyelamatkan Negara dan Transisi Pemerintahan RI” menghadirkan pembicara Abdul Samad (pelaku sejarah), Dr Danil MCh (Dosen Sejarah), Edwarsaya Ramli (Utusan Pemprov). Peserta terdiri dari 65 orang berasal dari enam provinsi, yakni Menwa Nangroe Aceh Darussalam, Menwa Kepri, Menwa Riau, Menwa Jambi dan Menwa Palembang, serta Menwa Sumbar. Selepas itu, juga dilaksanakan napak tilas bela negara dipusatkan di Kabupaten Solok Selatan. *(bis/esg/mg18)* [ Red/Administrator ] *http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=38398* -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
