Contoh lain Bandara Dumai milik Pertamina yang juga dipakai Caltex/ Chevron. Tidak cukup ekonomis utk dioperasikan. Walau katanya dulu ada Merpati yang akan turun naik disitu
Selain itu pengoperasian Bandara itu sendiri tidak akan memberikan nilai tambah yang significan pada PAD Pemda setempat, karena semuanya sudah dikuasai "Angkasa Pura" Sama dengan Pelindo yg menguasai Pelabuhan Laut juga sering bikin sakit gigi Pemda setempat dlm soal uang ini Hanya saja Bandara masih dibantu jalan dan fasilitasnya karena merupakan pintu gerbang masuk daerah tersebut bagi para petinggi pusat dan daerah Lihatlah jalan ke Pelabuhan Laut, banyak yang hancur tidak terurus --TR Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sun, 23 Dec 2012 05:09:33 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Arahkan pandangn ke Selatan Maaf... Rasonyo Papua jo Sumbar indak bisa disamokan kondisinyo Papua mereka dalam kondisi No Choice, sahinggo babipun dipaluak naik pesawat. Kok diawak masih banyak pilihan lain. Ketika naiak tiket kapatabang maso Peak Seasion , urang pulkam naik bus atau kapa Pelni. Bahkan ado rombongan nan maosong "Metro Mini" dari Batawi Apakah memang awak butuh airport tambahan ? Bahasa keren kadang disabuik Bandara Perintis Sacaro lokasi, selain Pasaman Barat, mungkin Solsel, Dharmasraya atau Pangkalan/Kapur IX- Payakumbuh mungkin bagus dibangun Bandara Tapi berapa banyak passenger nan ka tenggek di kapatabang itu ? Sebagai contoh ada beberapa penerbangan perintis dari Aceh, Nias, yg menghubungkan daerah pelosok dengan dunia luar Termasuk disini Bandara Pasir Pangiraian dan Japura-Rengat di Riau yang difungsikan kembali utk PON kemaren dan membawa jemaah haji ke Batam. Sebelumnya ini merupakan bandara utk para transmigran Pengoperasian kembali bandara2 tsb dan ada airline yang turun naik disitu saat ini tidak menggembirakan, Padahal disana ada tambang batu bara dan sejumlah kebun sawit swasta yg besar dll Baa pulo awak di Sumbar Lalu lintas di Sumbar sekarang beralih pada mobilitas yg lebih tinggi Bus2 besar dari Pdg ke Bkt/Pyk dll sudah dikalahkan mobil kecil yg mau mengantarkan orang sampai ka "janjang rumahnyo" Walaupun tidak dibutuhkan dana yg besar utk membangun bandara tsb, apakah ada airline yg secara teratur turun disana. Apakah penumpang yg selama ini turun di BIM dari pagi sampai malam dan sudah diantar ke janjang rumahnya akan beralih turun di Bandara dekat rumahnya tapi jadwal penerbangannya terbatas ? Apa lagi back-up dari dunia industri/tambang/ kebun besar tampaknya masih terbatas di Sumbar Mari kita lihat kondisi pasarnya, mudah2an nanti "pasisia" ka Padang Jopang dan Sungai Dareh sarato Lembah Gumanti menggelitik airline utk turun naik disitu --TR Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 23 Dec 2012 11:35:07 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Arahkan pandangn ke Selatan MakNgah menulis: "Mudah-mudahan satu ketika nanti, Daerah Selatan ini punya bendara". ---- ANB: Jawaban normatif: Amin yra. Jawaban praxis: ini sebetulnya tugas organisasi-organisasi Minang, apalagi tingkat nasional dengan jejaring internasional sebagai "Pressure Group" (dalam arti positif) seperti saya suarakan sepekan terakhir di milis ini. Kenapa? 1. Selama 67 tahun Indonesia Merdeka? Ada berapa pertumbuhan bandara perintis di Sumbar? Ada 10? Tidak! Ada 5? Nehi. Lantas berapa? S-A-T-U. Di mana? Laban, Pasaman Barat. Sekarang ini kalau kita ke Papua (selain ke bandara Tanah Merah di Digul yang MakNgah sebut kemarin), di Kaimana Papua Barat pun ada bandara sendiri, selain di ibukota Manokwari. 2. Berapa proyeksi pertumbuhan bandara perintis di Sumbar tahun depan? (Silakan kalau ada yang mau jawab, karena tidak sulit menjawabnya). Berapa proyeksi pertumbuhan bandara perintis di Indonesia Bagian Timur? 15 bandara! http://www.merdeka.com/uang/bangun-15-bandara-baru-penerbangan-perintis-diutamakan.html 3. Mahalkah membuat sebuah bandara perintis? Tidak. Karena hanya sekitar Rp. 50 miliar. (Yah, kira-kira biaya 2 musim kompetisi klub Semen Padang yang Rp. 23 miliar per musim). 4. Tetapi kenapa tidak ada organisasi Minang yang memikirkan hal SESTRATEGIS ini padahal para "Saudagar Minang" semakin banyak dari tahun ke tahun? Jawaban mudah: 1. Karena semua menganggap itu hanya tugas Pemprov. 2. Tugas organisasi Minang cukup hanya merumuskan, mengkaji ulang, menyelidiki sejarah. ABS SBK, terus menerus, dari era ke era, meski semakin banyak pakar Ekonomi Pembangunan, semakin menjamur sarjana Teknik Sipil, Teknik Perhubungan, dll. 5. Jadi jangan heran kalau hanya 5 tahun dari sekarang (2017-2018), Sumbar akan semakin tertinggal dari Sumba (Indonesia Timur) seperti diposting seorang sanak palanta yang baru pulang dari sana pekan lalu. Silakan diskusi dilanjutkan MakNgah .... Salam, Akmal N. Basral 44+, Cibubur Pada 23 Desember 2012 09:02, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis: > Arahkan pandangn ke Selatan; dunia bru menghimbau. > > > http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=19961:pesona-pasir-putih-di-pantai-sago-permai&catid=39:lancong&Itemid=191 > > Mudah-mudahan satu ketika nanti, Daerah Selatan ini punya bendara. > > -- MakNgah > Sjamsir Sjarif > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
