Selamat kanda Nofrins dan MPKAS! Smg makin sukses, aamiin

Salam

Elthaf

On 12/31/12, Y. Napilus <[email protected]> wrote:
> Alaikumsalam ww
>
> Koreksi saketek. Iko bukan jenis Kereta Api cepat. Iko jenis kereta ringan
> utk angkutan dalam kota. Dulu rencananya utk Padang - Bandara. Sejak
> Gubernur Gamawan Fauzi sudah menyiapkan rencananya dg baik. Tp proses
> penyiapan Railbus iko di INKA jg gak bisa segera. Mungkin dek agak lamo, di
> Sumbar pun jd talambek pulo menyiapkan Rel dari statisun Dukuh ke BIM sktr
> 3,5 Km.
>
> Railbus iko sejak tahun lalu sudah siap, tp krn Rel ke BIM jg belum siap,
> tertunda terus pengirimannya. Tp kalau thn ini tidak dikirimkan jg, kita
> khawatir Railbus iko pindah lokasi pulo beko ke propinsi lain. Kalau budget
> pemindahannyo gak segera dipakai tahun iko, dialihkan pulo dek Kemenhub
> beko. Jd Gubernur IP jg mendorong agar segera dikirim ke Sumbar. Beliau
> koordinasi terus dg Dirjen KA. Kita tahu persis Gubernur IP jg berusaha
> keras agar segera rel tsb segera terealisir. Banyak kendala di level
> pelaksananya. Semoga dg kedatangan Railbus ini, akan mempercepat proses
> realisasi Rel ke BIM tsb.
>
> Sekedar info tambahan aja, Gubernur IP sejak hari pertama dilantik jd
> Gubernur, sudah bicara ttg isu pengembangan KA di Sumbar. Krn gak mungkin
> membiarkan Truk2 Tronton yg melebihi batas ketentuan menghancurkan jalan2 di
> Sumbar. Tp ekonomi harus tetap bergerak. Sehingga KA Logistik (bukan KA
> penumpang) diharapkan bisa jd alternatif utk itu. Tp mendapatkan investor
> kan juga tidak mudah. Apalagi utk KA.
>
> Idealnyo utk KA Bandara iko 3 set. Tp alah diagiah ciek, kita syukuri dulu
> ajo. Semoga KA Bandara Sumbar lebih duluan siap dibandiang KA Bandara ke
> Soeta. Amin.
>
> Terima kasih atas dukungan semua pihak.
>
> Wass,
> Nofrins
>
>
>
> ________________________________
>  From: wannofri samry <[email protected]>
> To: "[email protected]" <[email protected]>
> Sent: Monday, December 31, 2012 1:04 PM
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Railbus Tiba, Rel ke BIM tak Tuntas
>
>
>
>
> Ass ww,
> senang Sumbar akan merealisasikan kereta api cepat, tetapi nan
> mengkawatirkan, kereta lah tibo,organisasiyo ndak jaleh dan jalannyo ndak
> ado. Karajo mode ko yo tanggungang-tangguang kayaknyo, kenapa tidak dengan
> perencanaan matang terlebih dahulu?
>
> Kalau modeko yo agak ragu awak kelancarannyo dan pengaturannyo. Nanti rel
>  siap kereta lah rusak, jadi ndak jadi sanang penumpang.
>
>
> WNS
>
>
> ________________________________
>  From: Nofend St. Mudo <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, December 31, 2012 12:48 PM
> Subject: [R@ntau-Net] Railbus Tiba, Rel ke BIM tak Tuntas
>
>
> Sempat Tertunda Turun karena Cuaca Buruk
>
>  Padang Ekspres • Senin, 31/12/2012 11:27 WIB • TIM PADEK • 153 klik
> Padang, Padek—Perjuangan masyarakat Sum­bar di ranah dan rantau untuk
> memiliki ke­reta api cepat atau railbus sejak tahun 2007, yang akan melayani
> rute simpang Duku me­nuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
> Padangpariaman, akhirnya terealisasi di peng­hujung tahun ini.
>
> Satu set railbus yang dibawa dengan kapal Les­tari Abadi 03 dari Pelabuhan
> Tanjung Pe­rak, Surabaya pada 9 Desember lalu, telah tiba di Pelabuhan Teluk
> Bayur, dan dibawa ke stasiun kereta api Simpang Haru Padang. Railbus buatan
> PT Industri Kereta Api Madiun, Jawa Timur itu, berkapasitas 150 tempat
> duduk.
>
> Sekjen Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS), Yulnofrins Napilus
> mengatakan, railbusyang sedianya untuk kereta api ke BIM, untuk sementara
> dipakai untuk perjalanan wisata Padang-Pariaman sembari menunggu rel ke BIM
> rampung.
>
> “Idealnya memang tiga set railbus, tapi karena sudah diberi satu dulu, ya
> kita harus berterima kasih,” ujar perantau Minang yang intens mengawal
> bangkitnya perkeretapian Sumbar sejak 2006 lalu.
>
> Sebelum railbus ini, kata Yulnofrins, Sumbar sudah pula mendapatkan 10
> gerbong kereta api, termasuk Mak Itam bernilai puluhan miliar rupiah, yang
> dimanfatkan untuk menunjang wisata di Ranah Minang.
>
> Menurutnya, Sumbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bekerja sama
> dengan PT KAI untuk mengoptimalkan aset bernilai triliunan rupiah yang
> selama ini “tidur” untuk mendukung industri pariwisata.
>
> “Ini momentum kebangkitan perkeretapian Sumbar yang perlu kita syukuri.
> Namun yang perlu diingat dan kita hargai, semua ini tidak lepas dari
> perjuangan MPKAS yang dipimpin almarhum Chaidir Latief bersama Gamawan Fauzi
> ketika jadi Gubernur Sumbar yang menemui Dirjen PT KAI Soemino 27 Januari
> 2007,” ungkapnya.
>
> Yulnofrins yang dikenal eksis mempromosikan wisata Sumbar, termasuk
> mendorong hadirnya Tour de Singkarak di Sumbar, menyebutkan, daerah mesti
> proaktif mengajukan permintaan ke pusat sehingga pemerintah
> memprioritaskannya, serta proaktif berperan dalam pembebasan lahan untuk rel
> kereta api.  Apalagi Sumbar memiliki potensi wisata yang besar yang jika
> tidak ditunjang sarana pendukung, salah satunya kereta api ini.
>
> “Seperti di Sawahlunto, dengan adanya Mak Itam, seharusnya daerah
> bersama travel agent bisa mengemasnya menjadi salah satu daya tarik wisata
> dan membuat paket wisata tersendiri, agar tidak dipakai untuk kepentingan
> nonkomersial,” ujarnya.
>
> Manajer Humas PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, Romeyo
> mengatakan, railbus ini dikenal unik, karena mempunyai tenaga penggerak
> sendiri dan mempunyai kabin masinis di muka dan belakang. Sedangkan kereta
> api biasa, hanya ditarik dengan lokomotif.
>
> “Kelebihan railbus ini, kita tidak perlu lagi berbalik arah jika sudah
> sampai ke tujuan. Kalau ingin kembali ke tujuan semula tidak perlu berbalik,
> karena di bagian depan dan muka bertugas menjadi penggerak,” ungkap Romeyo.
>
> Dengan adanya railbus, Romeyo berharap Pemprov Sumbar dan Pemkab
> Padangpariaman dapat menyegerakan pembebasan lahan untuk pembangunan
> jalurnya. “Kereta apinya sudah ada. Tinggal pemerintah menyegerakan untuk
> pembangunan jalurnya,” imbuh Romeyo.
>
> Kepala Satuan Kerja (Satker) Sumbar, Amana Gappa mengungkapkan, pembangunan
> jalur kereta api sepanjang 4,2 km dari Stasiun Duku ke BIM menelan biaya Rp
> 114,3 miliar, dimulai tahun 2012.
>
> Tahap pertama, pemerintah pusat melalui APBN 2012 mengalokasikan Rp 56,5
> miliar. Sisanya bakal dialokasikan dalam APBN Perubahan 2012. Pembangunan
> tahap awal difokuskan untuk badan jalan dan jembatan. Namun, kelancaran
> pembangunan jalur ini tergantung pada upaya Pemkab Padangpariaman
> membebaskan lahan. “Railbus itu didanai dari APBN tepatnya dari Dirjen
> Perkeretaapian,” terangnya.
>
> Penggunaan anggaran tahap pertama, terdiri pembangunan badan jalan kereta
> api Duku-BIM Rp 27,9 miliar, pembangunan jembatan kereta api sepanjang 90
> meter Rp 28,58 miliar. Lalu, detail engineering design (DED) Rp 2,3 miliar
> dan project management service Rp 750 juta.
>
> Belum Jelas Jadwal Operasi
>
> Kasi Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, Firwan Tanjung
> mengaku belum tahu railbusitu dioperasionalkan, dan siapa yang akan
> mengoperasikannya. “Masih menunggu memorandum of understanding (MoU) dengan
> berbagai pihak terkait. Saat ini, kami baru menerima bantuan itu dari
> Kementerian Perhubungan,” katanya.
>
> Dari informasi yang dihimpun Padang Ekspres, serah terima dari Kemenhub ke
> Pemprov Sumbar dilakukan Rabu (2/1) mendatang. Setelah dilakukan rapat
> bersama antara Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, PT Inka, serta PT
> KAI. “Saat ini serah terima barang tersebut belum diketahui,” katanya.
>
> Menurut Firwan, kapal yang membawa raibus itu telah lego jangkar selama tiga
> hari lalu di Teluk Bayur. Namun karena cuaca buruk, railbus batal diturunkan
> Sabtu (28/12) dan baru berhasil diturunkan kemarin (30/12) sekitar pukul
> 20.00. (esg/bis/kid/cr2/cr4)
> --
>
> Wassalam
>
>
> Nofend St. Mudo
> 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
> Tweet: @nofend | YM: rankmarola
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke