Wah ahrus rapek dulu LKAN. Soalnya dulu nan dianomakan Minangkabau adolah daerah darek yaitu luhak nan tigo. Samantaro daerah lain disebut rantau. Liek sajolha rumah gadang hanyo ado di daerah Luhak nan tigo. Indak ado di Padang, di Pasaman atau di Painan. Jadi kalau daerah Minangkabau akan diperluas menjadi seluruh wilayah Sumbar kini, paralu kesepakatan dari seluruh pemangku adat.
2008/2/11 kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]>: > *Oleh Alwi Karmena * > > " *What is name ?" *Apa benarlah arti sebuah nama. Begitu kira kira orang > Inggris bertanya. Jawabnya macam-macam. Ada yang begini, ada yang begana. > Sementara bagi orang awak, nama bukan sekadar tanda, tapi adalah juga 'tuah' > berharga. Nama yang bersahaja, apabila ditambah dengan *gala *(gelar) yang > tepat, akan naik staratanya. Sebaliknya, nama yang tidak cocok, berat, atau > malah tak menentu, banyak sedikitnya mempengaruhi kepribadian si empunya > nama. Si Udin Kuriak Letoy misalnya, bisa mirip seperti itu pula > perangainya. Letoy, lemah alias lepai. > > Sebagai misal, nama dari kata yang tadinya berbunyi sederhana, bila > diubah, ditambah dengan gelar yang pantas, nama sederhana itu akan menjelma > menjadi gagah. Kadang malah bisa mendapatkan tuah. Nama Udin Kuriak Letoy, > yang tadi bunyinya kurang bagus, akan membebani si pemakai nama dengan kata > "kuriak letoy," di belakangnya. Namun , kalau diberi *gala *yang bagus, > rancak atau *manih *, Udin Kuriak Letoy akan jadi Udin rancak manih - yang > benar-benar bagus dan manis kelakuannya. > > Apalagi kalau Udin tadi pakai gelar datuak misalnya, kemudian ada pula > embel-embel, Udin bisa langsung jadi Udin yang bermentagi. Sebutlah, Datuak > Rajo Batuah. Datuak Bandaro Basa, Sutan Mangkuto, Bagindo, Sidi, Sutan > sampai ke Marah. Ucapkanlah, dianya akan langsung terdengar berdegap. Nama > dan gelar seperti ikut menegakkan mentagi yang punya diri. Cobalah, kalau > tidak percaya - tanya pada Da Udin Datuak Nangkudun - Mamak sepesukuan saya. > Sejak dia bergelar dan berharta, entah kenapa, segan saja saya pada dia. > Dulu, tidak. > > Demikian pula halnya dengan nama-nama daerah. Nama daerah yang tepat dan > pantas, segan orang mendengar dan menyebut, apalagi mempermain-mainkannya. > Nama yang tegap dan bagus akan terkesan jelas mewakili makna kultur budaya, > bahkan menegakkan kekokohan karakter masyarakatnya. > > Di Sumatra, ada beberapa nama provinsi yang terdengar berwibawa, gagah dan > bermentagi. Menyebut dan mendengar nama itu, langsung terkesan kultur > masyarakat beserta alamnya. Masyarakatnya bangga pula menyebut nama daerah > kelahiran, atau daerah yang dia diami. > > Baca, sebut dan dengarlah contoh nama-nama provinsi ini. Provinsi Naggroe > Aceh Darussalam, Provinsi Riau, Provinsi Lampung, Provinsi Jambi, Provinsi > Bengkulu, Provinsi Bangka Belitung dan sekian nama lagi yang setara. Dalam > nama itu menjulang kebanggaan kultur yang tak gampang ditara. Makna yang > dukung-mendukung, antara bunyi dan pesan yang dikandungnya, terasa lebih > berharga dan segan orang berlantasangan padanya. > > Tak dapat dipungkiri, kebanggaan budaya memang langsung mengangkat harkat > masyarakat yang hidup di buminya. Sejarah dan butir informasi antropologi, > ikut tercantum bersama makna dari bunyi kata yang dipikulnya. Inilah kami, > kalian, tuan-tuan, di mana kini menyuruk? > > Dari sekian provisni yang ada di Sumatra, entah kenapa, hanya Sumatra > Utara, Sumatra Barat dan Sumatra Selatan saja yang nama provinsinya berbau > geografis. Nama yang sekadar bersandar pada sepotong kecil mata angin, > ringan saja bobotnya. Padahal, kultur dan budaya di tiga daerah ini, tak > sesederhana arti bunyi yang dilekatkan di pundak daerah tersebut. Namun, > dari selentingan kabar, provinsi Sumatra Selatan sedang siap-siap > menjulangkan nama Provinsi Sriwijaya bagi daerahnya. > > Maka, coba pikir dan inap-inapkan. Apa buruknya, kalau provinsi kita > Sumatra Barat ini, namanya agak bernilai budaya pula? Ya, untuk apa malu, > kalau kita ubah namanya menjadi lebih baik. Provinsi Minangkabau saja, apa > salahnya? Angkat salam kepada dunia - Inilah provinsi yang masyarakatnya > menganut - 'Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabbullah. Provinsi > Minangkabau, yang mewarnai keanekaragaman budaya paling penting di Asia. > > Sumatra Barat, apalah itu Mak oii? Kalimat geografis biasa yang sekadar > menunjuk arah, tak mencerminkan apa apa. Sumatra Barat, hanya sebuah tanda > kecil, dari sesudut mata angin yang entah di mana. Di barat, tidak berbarat. > Di timur tidak bertimur. Di tengah tengah digirik kumbang. Ya, sekadar tanda > saja untuk posisi garis-garis alit di bentangan peta. Tak lebih! > > Sebenarnya, Sumatra Barat ini memang nama baru, yang sama sekali tak > berkesan sejarah, apalagi kesan budaya. Hambar kalau didengar. Mungkin > masaknya setengah matang. Agaknya, karena sedikit dipaksakan memberi nama. > Tak perlu benar indah, bagus, apalagi bertuah segala. Asal ada saja > bunyinya, sudahlah. Letaknya di pulau Sumatra, di bagian agak ke barat, ya, > Sumatra Barat sajalah, habis perkara. Jangan *mangecek *juga lagi. > > Padahal, kalau memang Sumatra bagian barat, dari Lampung sampai ke ujung > pesisir Aceh, itu baru sebenar-benarnya Sumatra bagian barat. Ini, Sumatra > sebagian agak di tengah dekat ke barat, rencong ke tenggara. Sebelumnya, di > awal kemerdekaan, Sumatra Tengah pula namanya. Riau, Jambi, masuk pelukan > kita. Ya, jadi jugalah, ada 'kontribusinya.' Rasa-rasa cocok posisi dengan > luasnya. Mantap! Ssst....(berbisik, terdengar oleh pusat nanti) Berlaba > kita, kalau sampai kini masih terus bersama mereka. > > Akan halnya nama Provinsi Sumatra Barat, kalau tak salah, dalam catatan > saya, nama ini dikarang di sekitar awal enam puluhan (?) Semasa daerah ini > habis terpukul dalam kalah perang saudara. Ya, tepatnya selepas padamnya > pemberontakan. Ketika itu, orang Minang banyak *menekur *(menunduk) karena > merasa malu, sehingga malas menegakkan muka. Apa saja nama atau gelar > dilekatkan orang, awak akan menekur menerima. Sambil menggeleng-mengangguk > juga. Sambil mengangguk-menggeleng juga. Orang *diarak perasaianlah *namanya. > Sebutlah sesuka hati awak. Awak *bagak *tentu iya. Tibalah apa yang akan > tiba. Jangankan Sumatra Barat, Sumatra Berat, Sumatra Berurat-urat, mau > juga kita. Asal tidak kena *lapuk *(tampar). Sudahlah! Kita tidak akan > bicara politik. Namun di era globalisasi dan keterbukaan ini - di masa > pembangunan yang bermartabat begini. Kita perlu bangkit, sambil menyapu > lutut berpasir dan air mata. Kita coba jajakan lagi apa yang bisa kita > banggakan ke seluruh penjuru Nusantara - ke pentas dunia. Satu dari sedikit > kebanggaan kita, adalah budaya. Nama Minangkabau jelas bernilai budaya. Kita > angkat pesan dan nilai yang membanggakan dari nenek moyang kita. Gelegak > kultur budaya Minangkabau diakui termasuk yang terunik di dunia. > > Tidak perlu pening memikirkan ke mana kita mendaftarkan nama gelar bertuah > ini ? LKAAM atau DPRD tinggal mengangguk dan menggeleng saja agaknya. > Pikirlah! Kalau nama provinsi yang sekadar menyebut bagian mata angin kita > pertahankan, banyak orang yang akan salah masuk nanti. Asal di bagian barat > pulau Sumatra , boleh Sumatra Barat namanya. Kita klaim seluruh Sumatra > bagian barat ini daerah kita, marah orang Sibolga, tersinggung orang > Bengkulu, merentak orang Aceh. Tapi, kalau kita ajak orang ke Minangkabau, > saya percaya, banyak orang yang membentangkan lapik, memberikan carano > bersirih untuk dicabik. > > Bagaimana, kalau Provinsi Minagkabau saja nama propinsi kita? ** * > > http://www.hariansinggalang.co.id/komentar.html > > > > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.2/1270 - Release Date: > 10/02/2008 12:21 > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. - Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahul -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
