Nakan Syaf sarato Sanak Sa Palanta nan Ambo Hormati;

Menurut hemat saya, berwacana tidak dilarang di milis manapun. Idem ditto 
dengan menanggapi atau tidak menanggapi thread orang lain. Yang dilarang, 
karena tidak etis, adalah menyerang pribadi atau melanggar aturan permilisan. 
Kalau mau diserang, serang saja pendapatnya. 

Mengusulkan perubahan sistem Pemerintahan (secara damai) jelas bukan hal yang 
tabu.

Dalam perperspektif ini, saya hampir tidak pernah menggugat Pak MN, karena 
beliau memang hanya lebih banyak berwacana, dan umumnya dengan pendekatan 
normatif deduktif, miskin data lapangan dan referensi. Jadi kalau hendak 
menggugat beliau, seyogyanya dari data dan referensi yang digunakan atau aspek 
metodologisnya, bukan yang lainnya.

Sejauh gagasan beliau tentang Negara Federal, saya mendukung kritik kanda Jo 
Buyuang, yang intinya bukan sistem pemerintahan yang lebih menentukan, tetapi 
cara mengelola Negara. Fakta di lapangan kan memang seperti itu. Jerman 
(federal), Belanda (otonomi daerah), Cina (sentralistik) maju karena tata 
kelola ini. 

Sedikit tambahan dari saya, terlalu dini menilai sistem otonomi daerah yang 
baru diterapkan Indonesia selama satu dasa warsa  terakhir ini sebagai gagal. 
Belanda yang luasnya kurang lebih  sama dengan Jawa Barat (plus birokrasi yang 
sehat dan masyarakat sipil yang kuat), butuh waktu 70 tahun untuk menuntaskan 
proses otonomi daerahnya.  Saya juga memosting sebuah file lama untuk 
mengingatkan Pak MN, bahwa Indonesia juga pernah menganut sistem federal, 
tetapi tidak berumur lama karena mengalami penolakan dimana-mana. 

Bagi saya pribadi membentur-bentur  penolakan Pak MN terhadap NKRI dengan 
‘kenikmatan’ yang diperoleh Pak MN dan anak-anaknya dari NKRI (sejauh mereka 
memang pantas untuk mendapatkannya) sesuatu yang sangat berlebihan. 

Tentang PP 84.

Menurut hemat saya Pak MN punya hak untuk menolak PP 84, karena melibatkan 
nagari asalnya. 

Saya saja yang orang Padangpanjang termasuk yang mempertanyakan kemanfaatan 
(dibanding biaya sosialnya) PP tersebut. Biaya sosialnya—yang sangat 
krusial—konversi nagari menjadi kelurahan bisa merugikan penguatan masyarakat 
sipil, yang merupakan salah satu komponen penting bagi terselenggaranya good 
governance (tata kelola pemerintahan yang baik). Selain itu, perluasan kota 
dapat menimbulkan masalah baru bagi kota Bukittinggi. 

Kalau Bukittinggi  tidak bisa lagi membangun sekolah baru karena tak ada lagi 
lahan, itu bukan berkaitan dengan luas wilayah, tetapi bagaimana RUTR disusun 
dan diimpementasikan. Dengan kata lain masalah manjemen kota  Kota Yogyakarta 
hanya sedikit lebih luas daripada luas ‘de facto’ Bukittinggi (luas pra-PP 84), 
Namun sepanjang yang saya ketahui tidak menghadapi masalah tata ruang seperti 
Bukittinggi (CMIIW). Contoh lain, di bawah manjemen kota yang baik, Surabaya 
yang kebutuhan lahan untuk kegiatan komersial dan pemukiman sangat tinggi 
malahan bisa menambah taman kota dan memperluas hutan kota 

Perluasan wilayah juga dapat menyebabkan APBD Bukittinggi menjadi kedodoran 
seperti yang dialami Padang waktu ini.

Tetapi apakah benar, belum dapat dilaksanakan PP 84 semata-mata karena 
penolakan Pak MN?

Banyak maaf pula

Wallahualam bissawab 

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok

====

Re: [R@ntau-Net] Mochtar Naim ‘Gugat’ NKRI 
Sat Jan 12, 2013 6:14 pm (PST) . Posted by: 

Pak Zultan, Sanak Jepe dan dunsanak di Palanta NAH.

Iko "gugatan" nan kalamak dek we e surang se, indak mamikiakan urang nan rami. 
Ambo pernah menggugat Pak MN ko karano salamoko di RN, beliau hanyo berkutat 
dengan threadnyo sendiri dan ndak amuah ikuik sato jo pemikiran urang lain.

Cubolah sanak simak, nyaris tak pernah liau ikut mengomentari thread urang 
lain. Kecuali kalau awak bacarito soal Sungaipua.

Bukittinggi kini 'menderita' karena penolakan Pak MN atas PP 84. Dalam 
beberapa tahun ke depan, Bukittinggi tak bisa lagi bangun sekolah baru karena 
tak ada lagi lahan untuk membangun. Sebentar lagi, tak ada lagi orang yang mau 
mati di Bukittinggi karena tak ada lahan untuk berkubur. 

Banyak maaf,

Syaf/Bogor

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "ZulTan" [email protected]>

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke