Sabanta iko ambo sms Kadisbudpar Sumbar mempertanyakan kebijakan Wako Bkt ini. 
Apa tidak ada cara lain dan lebih baik...? Ini jawaban sms Pak James:
  "Ha..ha..ha, kanyang ambo sahari ko Nof. Gambar gadang kalua di Singgalang 
ttg rencana penutupan jam gadang di Bkt. Alah ambo agiah komentar ka kwn2 pers 
ttg dampak dr kebijakan tsb. Pak Gub lah diminta pulo tanggapannyo. Well..., 
kito akan koord kan dg pariwisata Bkt. Kok ka iyo juo, manga kini dikaluakan 
kaba tu. Wass".
   
  Dari wartawan Tempo:
  "...kemunduran lagi bg pariwisata bukittinggi, wisatawan takut digrebek 
satpol pp."

  Ini dari wartawan Senior Kompas:
  "betul, ini pukulan telak. Pencitraan Wali Kota Bkt yang ingin xxxx xxxxxxxx 
Sumbar ini, barangkali, ingin bersih dan islami. Hahaha... Tapi, beginilah 
paradigma lama itu, se-olah2 pariwisata itu kotor dan maksiat."
   
  Bahwa penanganan anti maksiat di Ranah, HARUS dan WAJIB hukumnya...! Tapi 
mungkin perlu cara-cara yg lebih simpatik lainnya. Gaya-gaya penggerebekan 
seperti ini, apa sudah dipikirkan betul dampaknya secara Nasional dan 
Internasional...? Media yg haus sensasi...? Internet yg bisa menyebarkan berita 
dalam sekejap ke puluhan ribu orang...? Tapi antahlah, kito kan cuman penonton 
nan maraso labiah tahu dari pemain... 
   
  Krn kita mungkin hanya bisa melihat dari luar lingkaran saja. Sehingga tidak 
tahu persis apa yg terjadi didalam sana. Mungkin Pak Wako memang benar dan 
sudah harus mengambil kebijakan berani ini. Kita di ranah sekarang, kekurangan 
Pemimpin yang berani mengambil keputusan tanpa takut thd isu pro dan kontra...:)
   
  Salam,
  Nofrins
  
"asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Tagalak ambo mambaco berita di koran singgalang ko. Selalu 
mempermasalahkan atau mancari kambiang hitam benda nan tak bergerak tu. Jam 
gadang merupakan icon Bukittinggi mungkin juga Sumatra Barat, tapi apa lacur, 
pererintah sebagai regulatornya malah berpikir lain. Ini akibat kurang kreatif 
dalam berpikir, bapikia mamakai kacomato kudo, nan luruh jo nan tampak. 
Kesalahan terbesar saat iko adalah dimasyarakat sendiri, UU lah mamutuihan 
bahwo masyarakat nan harus pintar mamiliah walikotanyo ()kapalo daerah). Kok 
takah iko taruih walikota ka sadonyo, karamlah kapa ko. 
  Manjadiakan kota dengan magnet jam gadang ko, tapi magnet ko nan ditutuik, a 
nan ka tajadi........apa kata dunia. Sebagai seorang pemimpin haruslah 
mempunyai jiwa enterpreneur yg baik, punyo banyak ide, jan bisanyo manjalankan 
roda pemerintahan sajo, iko tipe2 nan mahabihan pitih negara, nak pandai 
mancari sumber lain, ndak kreatif.
  Benang merah dari parawisata sumatera Barat ko adalah caro pandang dalam 
manggali potensi dan selalu mampunyoi patokan hasil dari jangka pendek serta 
nak pernah mendalami proses. Ampunnnnnn...... 
   
  Nanang
  segeteklai 36
  baru sampai di jkt


  ----- Original Message ----
From: Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 13, 2008 3:11:12 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Wisata Hening, Jam Gadang Ditutup

    Jujur....buat saya ini berita duka bagi pariwisata yang sudah kian marak di 
kenal seantero Nusantara. 
  Tapi yang paling tidak habis pikir, mengapa cara pandang terhadap masalah 
bukan pada pembenahan sistem tapi pada benda mati itu sendiri.
  Yang salah disini adalah pengaturan dan tidak tegaknya aturan, kok malah Jam 
Gadang yang "tabaok rendong". 
  Kalau dihitung-hitung, yang berbuat maksiat dengan dengan ingin betul-betul 
menikmati keindahan jam gadang di malam poergantian tahun itu , mungkin jauh 
lebih banyak yang inginmenikmati. Mengapa yang dengan niat tulus dan baik harus 
dikalahkan oleh klesalahn sebagian orang tsb.Harusnya Pemda BKT lebih jeli lagi 
melihat hal ini.
  Penuh sesakny aJam Gadang, karena mobil dan kendaraan turut memadati daerah 
sekitar jam Gadang. PAdahal sudah dari dulu wacana membuat daerah ini bebas 
parkir dengan mbuat gedung parkir sudah kemana-mana tapi belum ada realisasinya.
  MAsalah kondom yang bececeran, apa hubungannya dengan Jam Gadang. Yang salah 
itu orangnya, bukan Jam Gadangnya yang ditutupi. Anehhh...!!!!
  

 
  ----- Original Message ----
From: kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 13, 2008 1:28:11 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Wisata Hening, Jam Gadang Ditutup

            Pojok Singgalang  + Jam Gadang ditutup
- Kamari semba se mah, manga lo Jam Gadang nan kanai, aturan se dipertegas Pak 
Wali, sagan wak jo urang, sajak dulu bana sangaik, Jam Gadang tu tanang sen 
sinannyo. 
  Bukittinggi, Singgalang
Jam Gadang ditutup! Tak ada lagi dentang bunyinya. Tak ada jarum jam yang 
terlihat. Tak ada pesta, tak ada keramaian. Hening-hening saja. Diam! Itu 
nanti, malam old and new pergantian tahun 2008 ke 2009 menda&shy;tang.. 
Malam-malam penuh gemerlap di pelataran Jam Gadang pada tahun-tahun sebelumnya 
takkan terulang lagi. Begitulah berdasarkan pengalaman pada acara menyambut 
tahun baru 1 Januari 2008 lalu, maka mulai malam 31 Desember 2008 dan 
men&shy;yambut tahun baru 1 Januari 2009, Jam Gadang ditutup dan 
kebijak&shy;sanaan itu sudah disetujui Muspida. 
  Djufri pun berkisah. Pada Senin malam (31/12) lalu, di taman Jam Gadang 
diadakan pentas terbuka, dengan acara puncak menyambut tahun baru. Ternyata di 
seluruh pelataran dipenuhi warga. Namun di tengah kerumunan warga itu, ada 
beberapa keluarga yang mengge&shy;lar tikar dan mereka duduk di sana 
sekeluarga.. “Saya tidak dapat bayangkan, bagaimana bila terjadi keributan, 
tentunya keluarga yang juga mengikut-sertakan anak kecil ini bakal terinjak. 
Dan, bukan tidak mungkin bakal menimbulkan ko&shy;rban,” Djufri menguraikanny . 
Justru itulah, tidak ada lagi acara penyambutan tahun baru di seputar Jam 
Gadang, meski orang-orang akan menikmati pergeseran tahun baru dengan 
berdempetnya jarum panjang dan jarum pendek pada Jam Gadang tersebut. Sisi 
lain, berdasarkan laporan petugas kebersihan pagi hari, banyak ditemui ‘balon', 
maksudnya kondom bekas. Ada apa ini? Nah, dari pada acara menyambut tahun baru 
berlanjut ke maksiat, Pemko Bukittinggi bersama Muspida sepakat akan menutup Jam
 Gadang dan tidak memberikan izin keramaian pementasan. 
  “Kuncinya adalah Bukittinggi harus bebas dari maksiat,” tegas Djufri. Bentuk 
penutupan Jam Gadang itu direncanakan mempergunakan marawa Minangkabau dengan 
tiga warna, yakni hitam, merah dan kuning. Ketiga warna tersebut adalah warna 
kebesaran Minangkabau. Soren&shy;ya, 31 Desember sekitar pukul 17.00 WIB 
diadakan upacara penutupan Jam Gadang, dan esoknya, 1 Januari sekitar pukul 
06.00 dibuka lagi, juga dalam sebuah upacara. Begitulah benarlah. o 
202/203/432/K.01 
   


  No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.4/1275 - Release Date: 12/02/2008 
15:20



  



  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
  



  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.





       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Bot S Piliang
    • ... Lies Suryadi
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
      • ... Yulnofrins Napilus
        • ... Lies Suryadi
        • ... hambociek
        • ... Bandaro Labiah
          • ... Bandaro Labiah
          • ... Tanjuang Heri

Kirim email ke