Oh, mungkin indak sabapak balain ibu mah yo? Tapi mungkin samarga Bahar dari 
Zaman Bahari dan samo pakai Galang Akar Bahar?

https://www.google.com/search?q=akar+bahar&hl=en&client=firefox-a&hs=zIf&tbo=u&rls=org.mozilla:en-US:official&tbm=isch&source=univ&sa=X&ei=_YwPUYnGE8TTigL6l4CIBg&ved=0CDYQsAQ&biw=993&bih=590

Biati lo awak manyimak baliau bakacikak badunsanak...

Salam, 
-- MakNgah


--- In [email protected], "Asmardi Arbi"  wrote:
>
> Badunsanak Mak Ngah, lain bapak balain ibu, tapi samo-samo urang awak, 
> He,he,he
> 
> A.A./040212
> 
> --------------------------------------------------
> From: "sjamsir_sjarif" 
> Sent: Monday, February 04, 2013 4:58 PM
> To: 
> Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga 
> Maling" [*]
> 
> > Apokoh Angku-angku Arman Bahar, Darwin Bahar, Saafaruddin Bahar ko 
> > badunsanak?
> >
> > Salam,
> > -- MakNgah
> >
> > --- In [email protected], Arman Bahar  wrote:
> >>
> >> Alhamdulillah, saya sebenarnya memang tdk menuding kanda berburuk sangka 
> >> cuma mengingatkan saja kok ...
> >> Bagi kami semua yg terjadi sekarang merupakan titik awal utk segera 
> >> bangkit mecapai impian yg lebih besar dan sudah sepantasnya kami 
> >> ber-terima kasih atas semia komen dari saiapa pun tanpa kecuali
> >>
> >> Puncak gunung itu memang udah lama terlihat, peluh dan darah ketika 
> >> pendakian yg penuh onak dan duri tak di-hiraukan bahkan hujan dan badai 
> >> menerpa, puting beliung melanda bahkan kini topan dahsyat yg menggoncang 
> >> semua sendi melemahkan seluruh tubuh, maju dan maju terus hingga 
> >> tertancap bendera da'wah dipuncak gunung
> >>
> >> Kami siap dan lapang hati menerima komen apapun bahkan yg tergila 
> >> sekalipun, cita kami cuma satu, tancapkan bendera da'wah
> >>
> >> Kok adpo tabu busuak sarueh, nan saruaeh tu sajo dibuang ... namun 
> >> bendera da'wah harus kami tancapkan indak bisa kini bisuak bagai, Turki 
> >> butuh waktu labiah kurang 80 tahun utk menancapkan bendera da'wah 
> >> dipuncak Eropa, Mesir pun begitu lebih 50 tahun diosini baru jalan 13 
> >> tahun masih ABG kok dan salah tu lumrah terjadi namun semua jadi 
> >> pembelajaran utk tancapkan bendera da'wah di Asia Pasfik yg puncaknya ada 
> >> disini dinegeri ini ..
> >>
> >> Ambo kutip pasan kanda dibawah ""Belajar itu dari ayunan sampai ke liang 
> >> kubur"
> >> wasalam
> >> abp61
> >>
> >>
> >> ________________________________
> >>  Dari: Darwin Bahar
> >> Kepada: Palanta Rantaunet
> >> Cc: darwin_bahar@
> >> Dikirim: Minggu, 3 Februari 2013 20:06
> >> Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" 
> >> [*]
> >>
> >> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> >>
> >>
> >>   This message is eligible for Automatic Cleanup! (darwinb@) Add 
> >> cleanup rule | More info
> >>
> >> Dinda Arman;
> >> Tergelak saya membaca tudingan Arman bahwa saya berburuk sangka dalam 
> >> kasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan petinggi partainya, 
> >> plus ancaman dosa segala :)
> >> Saya berburuk sangka? Boleh jadi, sebagai manusia yang banyak kekurangan 
> >> pasti saya tidak luput dari berbagai sifat buruk. Tapi dalam kasus 
> >> tersebut  keuntungan atau kebajikan apa yang saya peroleh dengan berburuk 
> >> sangka untuk kasus yang terang benderang karena sudah tersebar luas di 
> >> media masa  seperti ini?
> >> Menunggu keputusan pengadilan? Apa Arman lupa, bahwa kebenaran keputusan 
> >> pengadilan lebih merupakan kebenaran formal, misalkan untuk 
> >> memberhentikan beliau sebagai anggota dewan, seperti anggota dewan yang 
> >> lain yang terlibat tindak  pidana. Dan keputusan pengadilan bukan sesuatu 
> >> yang sakral, karena merupakan keputusan manusia yang tidak jarang 
> >> dipengaruhi berbagai faktor di luar fakta hukum, misalnya status hukum 
> >> terdakwa dan kelihaian para pengacaranya.
> >> Eniwe, saya paham seorang kader partai  harus loyal, dan tidak jarang 
> >> harus `pasang badan' untuk membela integritas partai atau pimpinannya, 
> >> seperti yang sering dilakukan RS untuk PD dan SBY. Tetapi sebagai kader 
> >> partai dakwah, orang berhak berharap lebih, bahwa ia akan lebih setia 
> >> kepada hati nuraninya dan menempatkan kebenaran dan keadilan di atas 
> >> kesetiaannya kepada apapapun dan kepada siapapun.
> >> Serta tidak bersikap, buruk rupa kaca dibelah
> >> Bukan baitu dinda?
> >> Wassalam, kanda
> >> HDB SBK (L, 69+) Depok
> >> "Belajar itu dari ayunan sampai ke liang kubur", hadis Nabi s.a.w.
> >> ===
> >>
> >> Bls: [R@ntau-Net] "Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling" [*]
> >> Sun Feb 3, 2013 7:14 am (PST) . Posted by: "Arman Bahar"
> >> Yup buat sementara karena blm ada keputusan pengadilan adalah riskan 
> >> berburuk sangka, karena dosanya tidak akan diampunkan Allah kecuali dg 
> >> langsung minta maaf dulu kpd ybs .... So sangatlah bijak bila kita tidak 
> >> ter-lanjur2 dg dugaan2 yg tidak jelas landasan berpijaknya
> >> Memang menurut kanda pada kasus yg hangat ini ada ya korelasi antara 
> >> import daging sapi dg tingginya harga daging sapi dipasaran, sedangkan 
> >> daging sapi yg di import tsb hanya digunakan utk kebutuhan industri spt 
> >> hotel2 besar, restorant2 besar, pabrik2 sosis, pabrik2 daging kemas utk 
> >> buger, pabrik2 steak, pabrik2 abon dll?


-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke