A sajo tumbuah, tapi awak labiah suko mengumpua rimih2 dollar dari turih bule 
memalui pariwisata. Kalau urang Ulandi mangecek: God heeft de wereld geschapen 
behalve Nederland, want dat hebben de Nederlanders zelf gedaan, Tuhan telah 
mencipta dunia kecuali Negeri Belanda, sebab bangsa Belanda sendirilah yang 
melakukannya." 
 
      
Daftar Masuk 
 
        *  
        * Home 
        * Berita 
        * Internasional 
        * Kolom 
        * Wawancara 
        * Lapsus 
        * Tokoh 
        * Pro Kontra 
        * Profil 
        * Indeks 
Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Berita Unik · Sosial Budaya · Opini 
Anda · Info Anda · Forum · Foto · TV 
        * detikNews 
        * Kolom 
Jumat, 25/01/2013 19:18 WIB 
Kolma 
Banjir Jakarta Rangkullah Belanda 
Eddi Santosa - detikNews

  Den Haag - - 23 Januari 1913. Tepat seratus tahun lalu, dalam rapat 
Koninklijk Instituut van Ingenieurs membahas proyek penanggulangan banjir di 
Batavia di gedung Koningsplein Zuid (kantor Gubernur DKI kini), para insinyur 
Belanda (H. van Breen dkk) telah sampai pada kesimpulan bahwa Batavia tidak 
sehat dan tidak ideal untuk tempat tinggal. "De plek waar Coen de stad bouwde, 
was slechts gekozen uit een krijgskundig oogpunt, Lokasi di mana (Jan 
Pieterszoon) Coen membangun kota (Batavia), semata dipilih atas pertimbangan 
strategis militer," ujar Van Breen memberikan tinjauan historis (Het Nieuws Van 
Den Dag voor Nederlands-Indie, 24/1/1913, Koninklijke Bibliotheek). Hadir dalam 
rapat itu para pejabat penting pemerintah. Van Breen bertindak sebagai 
pembicara kunci. Solusi yang sudah ditempuh saat itu: dibangun Katoelampa-dam 
(Bendungan Katulampa) sebagai titik pertama mengendalikan air di hulu, 
tanggul-tanggul, kanal- kanal (Kanal Banjir Barat, Kanal
 Banjir Timur, dll), parit-parit dan selokan-selokan di hilir. Pemukiman orang 
Eropa dipindah ke selatan, ke lokasi lebih tinggi: Weltevreden (kini kira-kira 
Menteng, Gambir dan sekitarnya). Tahun berganti, zaman berputar. Batavia telah 
berkembang menjadi Jakarta seperti sekarang. 

Pendapat yang dilontarkan Prof. BJ Habibie agar dibangun bendungan di hulu, 
sebenarnya itulah konsep Belanda pada satu abad lalu. Hulu dan hilir, ditangani 
secara integral, membentuk stelsel, jaringan penanggulangan banjir. 
Sumber-sumber arsip di Koninklijke Bibliotheek, Den Haag, mencatat 
Katoelampa-dam (Bendungan Katulampa). Definisi yang diberikan oleh PU sendiri 
adalah dam = bendungan, weir = bendung. Saya tidak menemukan teks 
Katoelampa-weir atau padanan kata yang serupa dengan weir. Kalau Katoelampa-dam 
sekarang dimaknai menjadi bendung saja, apalagi dengan penekanan hanya sebagai 
fungsi irigasi, bagaimana? Tidak ada yang bisa mencegah, sebab karya teknik 
sipil itu telah menjadi milik kedaulatan Indonesia sepenuhnya. Pertanyaan yang 
justru menggelitik adalah sejak kapan perubahan menjadi bendung dari sebelumnya 
bendungan seperti dirancang oleh Belanda itu terjadi? Para insinyur dan 
mahasiswa teknik sipil seharusnya tergugah di sini, sebab
 pergeseran makna dan fungsi dari "dam sebagai bagian sistem pengendalian 
banjir Batavia dengan manfaat ganda untuk irigasi" menjadi "weir dengan fungsi 
irigasi" ini dapat berimplikasi langsung terhadap visi penanganan banjir 
Jakarta sekarang. Jika substansi di balik fisik Katoelampa sebagai dam itu 
ditangkap, maka seharusnya ia sejak lama mendapat perhatian, ditingkatkan 
kapasitasnya seiring dengan perkembangan zaman dimana bebannya semakin 
meningkat, lalu Kanal Banjir Barat, Kanal Banjir Timur dan kanal-kanal lainnya 
diperdalam, diperlebar, atau ditambah jumlahnya. Tanggul- tanggul ditinggikan, 
diperkuat. 

Duet Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok tidak ada salahnya menengok kembali visi, 
kebijakan dan disain penanganan banjir oleh Belanda. Amerika Serikat (AS) yang 
adidaya saja mengagumi keunggulan Belanda dalam bidang ini dan meminta Belanda 
membangun ulang New Orleans setelah hancur diterjang air akibat badai Katrina. 
Proyek digarap Belanda dengan memakan waktu selama 5 tahun. Selain itu Amerika 
juga belajar bagaimana tatakelola perairan (water management) di Belanda. 
Sebuah panel terdiri dari instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan 
terkemuka AS juga tertarik pada karakter struktural tatakelola perairan di 
Belanda dan pembiayaan jangka panjang yang solid (Waterschap Amstel, Gooi en 
Vecht, 18 September 2009). Megaproyek Dubai yang membendung perairan Laut 
Persia menjelma menjadi kepulauan artifisial Palm Jumeirah yang spektakuler itu 
juga terealisasi berkat teknologi dan pengalaman Belanda. Van Oord nama 
perusahaannya. Menjadi tanda tanya besar mengapa
 selama ini Indonesia c.q DKI Jakarta tidak merangkul Belanda untuk bekerjasama 
jangka panjang menggarap proyek penaggulangan banjir Jakarta. 

Pengalaman dan keunggulan Belanda menaklukkan air mungkin tidak bisa disamai 
oleh bangsa mana pun. Upaya penaklukkan air oleh bangsa Belanda sendiri 
prosesnya telah berbilang puluhan abad. Untuk bisa survive, bangsa ini 
letterlijk jatuh bangun bergelut melawan air, baik air laut maupun sungai, 
karena letak Belanda di muara tiga sungai besar Eropa: De Rijn, Maas dan 
Schelde. Dimulai sejak pertama kali mereka mendiami kawasan rendah menghadap 
Laut Utara ini, lalu di masa pendudukan Romawi mereka mulai membangun dam 
(bendungan) di Rijndal, dekat Kleef, menggali kanal-kanal, seperti Kanal de 
Vliet dekat Voorburg, yang menghubungkan Sungai Oude Rijn dan Schie satu sama 
lain. Sejak 1667 dengan perencanaan Hendrik Stevin, putera ahli matematika 
Belanda nan masyhur Simon Stevin, bangsa ini membangun cincin tanggul yang 
membentang dari Noord- Holland via Waddeneilanden sampai Friesland. Proses 
berlanjut, tapi tiada abad berlalu, tanpa bencana banjir menyapu.
 Antara tahun 1000 sampai 1953 tercatat ada 111 bencana banjir kecil dan besar, 
begitulah Watermuseum mencatat. Tapi dengan itu Belanda memupuk pengalaman, 
melakukan inovasi sampai menjadi bangsa yang sangat sohor dalam tatakelola 
perairan hingga saat ini. Sejak 1953 Belanda aman dari banjir, berkat mahakarya 
teknik sipil yang mengagumkan, antara lain Afsluitdijk dan Delta Plan. 

Tanpa rekayasa manusia Belanda, 55% wilayah negeri ini tenggelam ditelan oleh 
air laut, di mana di wilayah itu justru sumber 65% GNP Belanda (IPCC, hal 147). 
Provinsi Flevoland itu sepenuhnya diciptakan oleh tangan-tangan manusia, hasil 
kreasi hebat bangsa Belanda menaklukkan laut. Seluruh wilayah provinsi ini 
berada -5 meter di bawah permukaan air laut. Lainnya, berdasarkan data 
Kementerian Perhubungan dan Perairan Belanda, Bandara Internasional Schiphol 
nan supermoderen itu berada -4,5 meter di bawah permukaan laut, Rotterdam (-6 
meter), titik terendah wilayah Belanda di bawah permukaan laut mencapai -6,74 
meter, yakni di Nieuwerkerk aan den IJssel. Perlu diketahui, ganasnya gempuran 
badai dan angin di sini, terutama antara Oktober-Januari, kadang sampai 
berkekuatan 10 Skala Bft (Beaufort) atau ekuivalen 92 sd 102 km/jam! Saya jadi 
teringat ketika menghadiri undangan jamuan di kediaman Dubes Belanda Van Royen, 
Jl. Diponegoro (1992), saya mendengar
 sebuah adagium yang sampai kini masih kuat melekat dalam ingatan, "God heeft 
de wereld geschapen behalve Nederland, want dat hebben de Nederlanders zelf 
gedaan, Tuhan telah mencipta dunia kecuali Negeri Belanda, sebab bangsa Belanda 
sendirilah yang melakukannya," Jangan lagi tambal sulam. Untuk menaklukkan 
gempuran air di Jakarta, rangkullah Belanda. 

La Mano Maestra, Den Haag, 23 Januari 2013 

Keterangan penulis: 
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini tidak mewakili 
pandangan atau kebijakan redaksi.
(es/es)


________________________________
Dari: Asfarinal2000 <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected] 
Dikirim: Kamis, 7 Februari 2013 12:47
Judul: RE: Bls: Re: [R@ntau-Net] InsyaAllah ambo akan ikut acara jalan kaki 
pagi Peresmian The Greatwall of Koto Gadang hari ini,Minggu 27 Januari 2013


Nagari aawakko sarupo lagu koesplus, apo di cucuan inyo iduik subur. Baitulah 
kesuburan nagari ko. Alun carito keindahan, bak kecek urang2 dahulu. Ranah 
Minang ko diciptakan oleh tuhan pado saat tuhan tasenyum. Ba a ndak kaindah, 
lah tabayang dek awak tu mah. Kalau dipetakan, baru lawang park yg 
serius,mereka pun sadar dg kekuatandunia IT, bisa diliek di web apo sajo nan 
ditawarkan. Salain itu ado juo desa adatRantiah di Sawahlunto, sebuah program 
pendampingan masyarakat dg basis parawisata. Kalau diliek dari kaduo potensi 
iko, saraso ado konseb. Pertanyaannyo, apokah 2 nagari ko sajo nan indah. Dan 
tantu jawabannyo pun awak bisa manjawek. 
Pertanyaan selanjutnyopun, ba a bisa sarupo itu? Tantu awakpun bisa menjawab, 
tidak sadar akan potensi dan bagi pemerhati dan pembuat regulasi sibuk dg 
wacana2 sajo. Tantu salanjuiknyo apo nan kadi pabuek?  Jawabannyo terserah anda

Kalau diambo, ambo badoa sajo supYo pola berpimir masyarakat dpt barubah dan 
manggarati potensi daerahnyo. Labiah dari itu yo alun ado nanbisa dilaksanakan 
salain juo manyampaikan wacana. Sabab berwacana lebiah mudah dari pado ma 
implementasikannyo. Ambo alun bisa ma ikuiti gebrakan kanda Nofrin jo sanak 
Kurnia. Dan bagi 2 urang pangerak ko, taruiih bbergerak dan berbuek


Nanang, jkt

sapi dsb….
 
 
Ilustrasi wisata Outbound zaman kini,yang sangat mungkin dikembangkan di Ranah 
Minang kampuang halaman kita yang tercinta ini.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke