Beberapa orang mencoba membantu kedua pemuda tersebut, tapi langsung dibentak oleh sang wali nagari, ” Berhenti !!!”,
”Siapa yang berani membantu mereka akan menerima hukuman yang sama dengan mereka!!!”, langsung semua orang yang mencoba membantu berjalan menjauh dari kedua pemuda tersebut, mereka tahu apa yang dikatakan oleh sang wali nagari akan benar-benar dilaksanakan dan selalu membuat mereka jera untuk melanggar peringatan dari wali nagari Bumi. Entah kerasukan apa kedua pemuda ini yang bernama Sapar dan Keling sampai berani berkali-kali melanggar perintah dari wali nagari Bumi, padahal mereka tahu hukuman yang mereka terima nantinya akan membuat mereka tidak bisa makan dan tidur enak selama beberapa hari tapi tetap saja mereka melanggarnya. Dan hari ini mereka berdua tahu hukuman yang akan diterima akan semakin parah dari sebelumnya dan entah mereka bisa melewatinya dengan baik atau malah membuat mereka tidak bisa bangun dari tempat tidur selama sebulan hanya bisa berbaring dengan menahan sakit. Mereka tahu hukuman yang paling berat yang pernah diberikan wali nagari Bumi kepada salah satu teman mereka yang secara kurang ajar dan sadis memukuli ibunya sampai muntah darah dikarenakan sang ibu telat memasak makan malam mereka. Ketika hal ini diketahui oleh sang wali nagari, langsung dia menjemput anak kurang ajar tersebut dari rumahnya dan membawa pergi entah ke mana selama 3 hari, dan pulang-pulang sekujur tubuh anak tersebut penuh dengan luka dan lebam yang parah serta beberapa tulang yang patah setelah itu sang wali nagari melemparkan tubuh anak itu ke dalam rumah dan meninggalkan uang serta obat kepada keluarganya untuk merawat anak tersebut. Teman mereka tersebut selama sebulan tersiksa dengan rasa sakit dan selalu menangis kesakitan, tapi setiap orang bertanya kepadanya apa yang dilakukan oleh wali nagari Bumi, anak itu hanya menjawab sambil menangis pilu ”Memang aku yang salah telah menjadi anak durhaka sehingga pantas dihukum seperti ini, wali nagari Bumi sudah berbaik hati untuk mengingatkan aku atas dosa-dosaku” Berulang kali anak tersebut bicara seperti itu sehingga orang-orang tidak berani lagi mempermasalahkan hal ini pada sang wali nagari, dan hal ini juga menjadi pembicaraan orang-orang di sekitar daerah tersebut, membuat para anak-anak tidak berani lagi kurang ajar pada orang tua mereka. Dan sang pemuda yang durhaka tadi berubah menjadi anak yang patuh dan berbakti pada orang tua, ini semakin membuat penduduk tidak berani mempertanyakan apa sebenarnya hukuman yang diberikan oleh wali nagari Bumi kepada pemuda tersebut, sehingga dia berubah begitu. Kali ini hati Sapar dan Keling semakin keder dan ketakutan, keringat dingin mengucur dengan derasnya seakan-akan udara malam terasa panas padahal di daerah pantai semakin malam udara semakin dingin. Dengan tertatih-tatih mereka berusaha berjalan mengikuti wali nagari Bumi yang sudah berjalan dengan santainya di depan mereka. Tiba-tiba Sapar terjatuh karena kakinya sudah terasa lemas dan orang yang ada di sekitarnya bergerak hendak maju menolong kemudian terdengar suara dengusan di hidung, langsung mereka mundur dan tidak berani lagi maju. Sapar berusaha berdiri tegak agar bisa berjalan lagi, dengan susah payah akhirnya dia berhasil berdiri dan melanjutkan perjalanan. Tidak lama giliran Keling yang jatuh seperti Sapar, dan kembali tiada orang yang berani membantu dia berdiri. Dengan susah payah dia berusaha bangkit berdiri tapi tidak seperti Sapar yang bisa berdiri lagi dengan sekali usaha, Keling harus berkali-kali untuk bisa berdiri, akhirnya dia bisa berdiri juga dengan lutut yang mulai gemetar, tapi untuk melanjutkan perjalanan dia lebih membutuhkan waktu dan tenaga agar bisa melangkah dengan perlahan-lahan. Kembali keheningan menyelimuti rombongan tersebut, setelah Keling mulai melanjuti perjalanannya. Tiba-tiba terdengar wali nagari Bumi berkata ”Jika kamu laki-laki berani berbuat berani tanggung jawab, musuh pantang dicari tapi kalau datang pantang dielakkan. Jadi laki-laki harus bisa membusungkan dada, tidak takut mati untuk kebenaran.”. Orang yang mendengar perkataan tersebut ada yang kebingungan, ada yang manggut-manggut tidak jelas mengerti atau tidak, ada yang tidak perduli, ada yang menjadi merenung, dan ada pula yang tersenyum-senyum seperti orang sinting. Tapi efek perkataan itu bagi kedua pemuda itu berdampak lain, terlihat di wajah mereka berdua berubah memancarkan kekerasan hati dan tekat untuk melanjuti perjalanan ini dengan semangat dan berusaha melupakan kesakitan yang diderita oleh tubuh masing-masing. Perjalanan yang biasanya dilakukan oleh orang yang tidak sakit bisa ditempuh dalam waktu sebentar terasa menjadi lebih lama dikarenakan di sepanjang jalan kedua pemuda tersebut bergantian jatuh. Hampir mendekati rumah sang wali nagari, tiba-tiba mereka mendengar suara anak kecil laki-laki tertawa cekikikan, beberapa orang dalam rombongan langsung celingukan melihat sekeliling siapakah gerangan anak kecil yang tertawa itu. Dan kemudian mereka mendengar dia berkata, ” Lucu yah kedua uda (sebutan abang dalam bahasa Minang) ini sudah jelas sakit dan sempoyongan jalannya tapi masih saja paksa dirinya jalan dengan susah payah. Ayahkan hanya melarang orang membantu kalian tapi kan tidak melarang kalian memakai tongkat untuk bantu kalian berjalan.” kata anak kecil tersebut. Terdengar gumaman penduduk, ” Benar juga, wali nagari Bumi tidak melarang mereka memakai tongkat.” Sekarang penduduk tahu siapa anak kecil yang tertawa itu, dia bernama Aswin merupakan anak tunggal dari wali nagari Bumi dan baru berusia 7 tahun. Seorang anak laki-laki yang cerdik, lincah dan jenaka serta berani, semua penduduk sangat menyukai anak nakal ini, tidak ada yang dia takuti termasuk ayahnya, semua tidak bisa berbantahan dengan dia karena kecerdikannya, bahkan sang ayahpun sering dibikin pusing tujuh keliling karena kelakuannya. Tapi selama ini dia tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan atau menyusahkan orang lain sampai parah, paling karena kenakalan dan keisengannya mereka hanya berteriak-teriak saja, dan dia akan berlari-lari sambil tertawa-tawa melihat hasil keisengannya. Bersambung…… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.4/1277 - Release Date: 13/02/2008 20:00 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. - Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahul -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
