“Bagi orang tua yang punya anak lelaki, jadikan ini sebagai pelajaran.
Buatlah anak lelakinya kuat memegang agama, sehingga tidak ada rasa kuatir
melepasnya ke dunia luar,” ujarnya.
Sebaik-baik bekal bagi anak-anak adalah agama. Jika anak-anak sudah
berhasil memahami agama dengan baik, tahu mana yang disuruh dan dilarang
agama, barulah bisa diberi kepercayaan. Namun selagi ia tidak bisa
membedakan, penjagaan ketat harus tetap dilakukan.
Sementara Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra
Barat, M Sayuti Datuk Rajo Penghulu juga mengutuk tindakan amoral anak-anak
di Solsel tersebut. Ia mengharapkan semua pelaku dihukum berat.

Hanya saja ia menyayangkan hukum negara tidak bisa menimbulkan efek jera,
sehingga perkosaan tetap terjadi dari waktu ke waktu. “Di Sumbar walau
sudah kembali ke nagari yang berlaku tetap hukum negara. Hukum adat
dikesampingkan sehingga kejahatan kembali berulang. Kalau di hukum adat,
mereka itu harus dibuang dari kampung, dirajam, dilempari pakai batu,”
katanya.
Ia menyayangkan negara mau jalan sendiri, dengan mengenyampingkan hukum
adat. Padahal hukum itu harusnya bersifat memberi efek jera sehingga
memberi perlindungan bagi warga lemah.

“Dalam hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan ninik mamak. Soalnya
anak-anak sekarang lebih banyak berinteraksi dengan orang tua, lingkungan,
dan teknologi. Ketiga unsur inilah yang membentuk mereka, sehingga menjadi
seperti itu,” tambahnya.
Ia berharap negara meng hukum remaja yang konvoi memerkosa anak gadis orang
itu dengan hukuman seberat-beratnya. Kalau bisa hukum yang tidak akan bisa
mereka lupakan sampai mati.

dikutip dari :
http://hariansinggalang.co.id/mui-dan-lkaam-sumbar-kutuk-malam-jahanam/


"hati2 untuak nan punyo anak laki2 jo anak padusi, bisa jadi we e jadi
pelaku, bisa jadi lo we e nan jadi korban"
maaf, cuma saling ingek ma ingekan "Sebaik-baik bekal bagi anak-anak adalah
agama"


wassalam


st. eF Al Zain Sikumbang
Kuala Lumpur

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke