Dari Haluan kito baco barito elok:

Pembangunan Dua Shelter Disetujui
Senin, 18 Maret 2013 02:48

MASYARAKAT TANJUNG MUTIARA LEGA

AGAM, HALUAN — Masyarakat seputar Tiku kecamatan Tanjung Mutiara merasa lega 
dengan disetujuinya pembangunan dua unit shelter evakuasi tsunami oleh Badan 
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat di daerah tersebut.

"Kami merasa lega dan berterima kasih dengan pem­ba­­ngunan shelter karena 
mas­yarakat di sini umumnya ber­mukim di pinggiran pantai yang rawan dilanda  
gempa bu­mi dan tsunami, apalagi gem­pa sering berpusat di kepu­lauan Mentawai 
yang berhadapan dengan pantai Ti­ku,"kata salah seorang warga Tiku, Aciak, 
kepada Haluan Minggu, (17/3) kema­rin.

Namun warga tersebut masih mengharapkan agar pembangunan shelter di tam­bah 
lagi, terutama pada daerah terpencil di Nagari Tiku Limo Jorong, seperti di 
Su­bang-Subang, Labuhan dan Muaro Putuih karena daerah tersebut cukup jauh dari 
lokasi evakuasi.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah(BPBD) Agam, Bambang 
Warsito menga­takan bahwa di Kecamatan Tanjung Mutiara memang  perlu lebih 
banyak shelter, untuk itu telah disulkan pembangunannya ke pusat sebanyak 12 
buah, namun yang dikabulkan hingga saat ini baru 2 buah.

Lokasi pembangunan ke­dua sehlter itu direncanakan di tempat strategis dekat 
SMAN 1 dan di Trans Nagari Tiku Limo Jorong. Lokasi masing-masingnya seluas 1 
hektare dengan luas bangu­nan 24x24 meter, tinggi 15 meter dengan daya tampung 
2.500 jiwa.

Jumlah warga Kecamatan Tanjung Mutiara yang bermu­kim di wilayah pesisir pantai 
sekitar 20 ribuan jiwa, kepada mereka telah diberikan pem­bekalan tindakan 
antisipasi gempa dan tsunami seperti sosialisasi kebencanaan, simu­lasi 
gempa/tsunami dan se­bagainya.

Di lain hal tokoh masya­rakat Tanjung Mutiara yang juga Wakil Ketua DPRD Agam, 
Lazuardi Erman me­nga­takan, selain pemba­ngunan shelter juga perlu dilakukan 
pembangunan dan perbaikan jalan ke pemu­kiman terpencil yang letaknya jauh dari 
lokasi evakuasi untuk memudahkan masya­rakat melakukan gerak cepat jika terjadi 
gempa dan tsu­nami. (h/ks)

--- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Berita Singgalang
> 
> Tanggal 16 March 2013
> 
> PADANG — Masyarakat Jorong Gasan Kaciak, Tiku Selatan, Tanjung Mutiara, Agam, 
> meminta pemerintah membuatkan jalan evakuasi tsunami. Lantaran daerah mereka 
> yang hanya berjarak kurang dari 300 meter dari bibir pantai, tidak memiliki 
> akses mitigasi bencana.
> "Ada sekitar enam ribu warga yang hidup di kampung ini. Jika terjadi gempa, 
> kami selalu kesulitan mencari tempat tinggi untuk menghindari stunami," sebut 
> salah seorang tokoh masyarakat, Murchan, Jumat (15/3).
> 
> Langkoknyo caliak di 
> Rakyat Minta Jalan Evakuasi
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke