Sanak ku Akmal Nasyeri Basral nn 'berilmu padi.'Maaf sanak palanta agak kalua dari pokok topik pembicaraan ko. Alhamdulillah Novel TCBP nn Akmal hadiahkan kepada Buya tgl 16 bbii,jam 23.00 ini 'selesai alias tamat Buya baca. Beragam pikiran berkecamuk dlm kepala Buya mengenai 'sikap pribadi n umum,pandangan politik n agama n sebagai pengarang n pujangga Buya HAMKA setelah membaca Novel Akmal ini. Sedikit saran sebaiknya 'Team Akmal atawa Akmal sendiri' lebih jeli mempehatikan n meneliti hasil Penerbitan Salamadani ini. Karna, kekurangan ketelitian penerbit ini sebelum dicetak. Kelanjutan halaman 244-diselingi oleh halaman 253 s/d halaman 260,baru muncul halaman 245.Tidak mengurangi jlnnya cerita Novel ini,tapi cukup mengurangi kenikmatan membacanya. Semoga Allah swt selalu membimbing Akmal dalam berkiprah dibidang kesusastraan ini dalam. menggapai angkatan 'pujangga' kontemporer nn mengglobal. 'Jalan' sudah Akmal retas tinggal mengembangkan n memelihara jalan bagus itu. Doa Buya n Na kehadhirat Ilahi disenandungkan dengan penuh asa n pujian.Amin3x. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 18 Mar 2013 22:31:49 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Zakat produktif ... Re: [R@ntau-Net] Baa caro mambantu keluarga dhuafa supayo bisa tagaksurang ? * Pak Saaf n.a.h., sapendek pengetahuan ambo, Grameen Bank nan diinisiasi Prof. Muhammad Yunus tu memang dalam konteks usaha (ambo pernah wawancara langsung dengan beliau), bukan dari niat beliau melakukan zakat. Sementara kalau di email partamo Pak Saaf dijalehkan bahwa nan dijadikan modal usaha bagi dunsanak Pak Saaf adolah dari hasil zakat anak-anak Pak Saaf (mungkin juga zakat Pak Saaf sendiri). Jadi, tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan pengelolaan micro credit ala Prof. Yunus. Akan lebih baik bagi kemurnian niat dan keikhlasan tindakan Pak Saaf sekeluarga, jika memang uang yang dikeluarkan itu untuk zakat, ya diniatkan untuk zakat saja, terlepas apakah yang menerimanya bisa mengelola untuk kepentingan produktif atau tidak. Sebab jika diniatkan sebagai zakat produktif oleh Pak Saaf dan anak-anak, tentu ada syarat-syaratnya pula, misalnya risiko usaha kecil atau nyaris tidak ada risiko sama sekali dari usaha yang menerima zakat produktif itu -- seperti dijelaskan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Jika paradigma zakat (termasuk sedekah, infaq) sudah dicampurbaurkan dengan kalkulasi bisnis (misalnya, berharap si penerima tidak minta bantuan lagi), maka hal itulah yang membuat Pak Saaf "frustasi" seperti sekarang. Contoh mudah, kalau Pak Saaf dan anak-anak didatangi/diminta bantuan lagi oleh dunsanak yang sudah diberikan zakat itu, Pak Saaf bilang saja karena itu zakat yang harus menunggu hitungan nisab tertentu, maka sekarang tak ada yang bisa dizakatkan lagi sampai waktunya nanti kembali tiba untuk berzakat. Ambo rasa dunsanak Pak Saaf pun akan mengerti kalau dijelaskan seperti itu. Kalau masalahnya adolah sikap (repetisi) dunsanak Pak Saaf yang minta bantuan, sampai Pak Saaf merasa "enough is enough", maka ini adolah soal lain yang tidak bertaut dengan kewajiban Pak Saaf dan anak-anak sebagai muslim yang harus mengeluarkan zakat (siapa pun mustahik yang menerimanya, sepanjang masih dalam 8 golongan yang ditentukan). Jika Pak Saaf berkenan mencoba melihat dari perspektif ini, apalagi melakukannya dengan riang hati, insya Allah Pak Saaf dan anak-anak tidak akan pening lagi melihat/mendengar saudara-saudara yang datang minta bantuan, karena orang-orang yang "sering didatangi" orang lain yang minta bantuan, sesungguhnya sedang diberikan ladang amal yang sangat luas oleh Allah untuk disemai. Minimal orang-orang seperti Pak Saaf dan anak-anak sudah mendapat kepercayaan, dari kerabat yang membutuhkan, sebagai tempat "memecahkan masalah keuangan" mereka. Wassalam, ANB Cibubur Pada Senin, 18 Maret 2013, Dr Saafroedin Bahar menulis: > Tarimo kasih, bung Donard. Kuncinyo memang bapaik-paik dahulu, diikuti jo > tindaklanjuik nan diawasi sacaro ketat. Mirip Grameen Bank di Bangla Desh. > Jadi mangirim pitih jo niaik baiak sajo, memang indak bisa lai > dilanjuikkan. Hampia pasti disantuang habih. Dianggap rasaki halal, he he. > Wassalam, > SB. > Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected]<javascript:;>. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
