Da Jepe...

Kami ado fasilitas e tp ndak bulia acok2 do...

Jaan diperdebatkan lg ya...



Renny.Bintara
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 19 Mar 2013 00:56:52 
To: rantaunet rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Closing (pre-) order Dll ... Re: [R@ntau-Net] TRANSFERAN BUKU

Dinda Akmal 

Bia ndak salah persepsi maksud ambo tu "bukan menaikan harga" dan tantu tetap 
berbaik sangka

Jadi analoginyo yo sarupo nan Akmal jalehkan artinyo jiko ado sakiro members RN 
yang punyo produk (barang) yang dipasarkan secara masif atau skala besar ke 
masy banyak dan sudah punya nama mungkin ditarok dioutlet, toko2 supermarket dll

Sistim dagangnya apa ya istilahnya...maksudnya begini dimana2 harga produk itu 
50 ribu per pcs, bagi produsen dibayarkan 40 ribu, kalopun pembeli lansung ke 
pridusen secara eceran 1 atau 2 buah mungkin akan dijual juga 50 ribu kecuali 
kalo membeli grossir mau dijual ℓągȋ̊ .

Dari uraian ambo diateh lah pas juo jo penjelasan Akmal, sambia mandayuang 2,3 
pulau talampaui, jadi kito2 di palanta ko kan labiah rancak mambali di RN toh 
hargonyo samo jo pasaran tapi la taiisi kacio, kalo labiah dari. 64 ribu, itu 
sifatnyo lah kerelaan dan ikhlas baniek manyumbang buek kacio RN

Tapi nan jadi tando tanyo ambo juo ongkir gratis, mudah2an iko memang sebuah 
fasilitas dek Reni yo atau indak mambarekan..sebenar2 gratis adanya -), tapi 
kok membebani Reni pulo sacaro. Pribadi ambo pikia lumayan gadang juo ongkir 
mah..sebagai contoh samurah2 ongkir ka Balikpapan berat mak 1 Kg mgkn sekitar 
15-20 rb ?

Tantu Reni nan labiah tahu..baa kok bisa ongkir gratis..kama2 dan banyak tujuan 
serta pemesanan, 

Salam-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 18 Mar 2013 21:54:54 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Closing (pre-) order Dll ... Re: [R@ntau-Net] TRANSFERAN BUKU

Kanda Jepe n.a.h.

1. Ambo indak bisa mengomentari soal produk lain yang dijual (dari, oleh,
dan untuk) anggota RN yang kanda sebut "menaikkan dari harga pasaran".

Kita berbaik sangka saja, barangkali karakter produk itu yang membuat harga
produksi tidak bisa ditekan, dibandingkan dengan produk serupa di pasaran
yang diproduksi secara masif. Sehingga mau tidak mau harganya menjadi
sedikit lebih mahal. Apalagi kalau sudah menyangkut hasil bumi atau produk
olahan, dan dikirimkan dari kampung (Minang) pula, sehingga ada
tambahan komponen biaya transportasi.

Sementara menyangkut harga buku ambo, karena dari penerbit ambo dapat
diskon khusus penulis dan justru ada komponen biaya display toko buku yang
bisa terpangkas, maka harga bisa turun. Seperti untuk novel ini dari harga
sampul Rp. 64.000 menjadi Rp 50.000 yang ambo berikan kepada RN. Karena
tujuan ambo bukan dagang (cari profit), tapi belum bisa memberikan secara
gratis pulo :) maka ambo pangkas margin ambo.

Jadi, alhamdulillah dan terima kasih bagi sanak palanta yang sudah bersedia
melebihkan pembayaran dari harga Rp 64.000 karena justru memberikan lebih
banyak bagi kacio RN, bukan
untuk ambo. Mungkin ini penerapan "sekali berlayar, 2-3 pulau terlampau".

2. Berkaitan dengan promo/penjualan buku ko selalu banyak 'mukjizat' yang
ambo rasakan, sebuah pengalaman relijius yang selalu menggetarkan karena
tak pernah terbayangkan sebelumnya. Selalu ada saja cara Allah Yang Maha
Pengasih 'menitipkan kemahapengasihan'-Nya itu dalam tindakan
hamba-hambaNya. Contohnya hari ini, ada 4 kejadian yang akan ambo sharing
dengan kanda Jepe dan sanak sapalanta nan budiman.

2.1. Hari masih belum lewat jam 10 pagi ketika seorang kawan lamo (kuliah)
mengontak untuk pesan 50 novel. Untuk apa sebanyak itu? Ternyata  anaknya,
kelas 1 SMA di sebuah SMA swasta terkenal dan non-muslim di Jakarta
(Tarakanita) akan menjalani program student exchange ke Mexico. Dan sebagai
tanda perpisahan (sementara) dengan kawan-kawannya itu novel "Tadarus Cinta
Buya Pujangga" ini akan diberikan sebagai isi goody bag. "Semoga
kawan-kawan si Kakak bisa lebih mengerti dan paham tentang tokoh-tokoh
muslim yang banyak berjasa bagi negeri ini seperti Buya Hamka," ujar kawan
ambo tu. "Dan semoga orang tua dari kawan-kawan si Kakak juga akan membaca
novelmu ini sehingga mereka tahu siapa Buya Hamka lebih jauh," lanjutnya.

Subhanallah! Luar biasa sekali 'kan kanda Jepe? Dulu saat kuliah, kawan
ambo yang ambil pasca di Inggris ini bukan termasuk "anak musholla", malah
lebih cocok disebut "anak cafe" bersama genk "anak Menteng dan Kebayoran
Baru" yang jadi peer groupnya. Tapi kini dia menjadikan buku ambo sebagai
sarana dakwah, lewat komunitas dan peer group anaknya.

2.2. Sekitar satu jam setelah itu, ada permintaan dari seorang mahasiswa S3
di Melbourne yang menanyakan bisakah ambo mengirimkan 20 novel ini
secepatnya kiriman perdana karena akan dijadikan materi pengajian bagi
komunitas muslim di Melbourne. Seluruh biaya (termasuk pengiriman) mereka
tanggung. Subhanallah! Pengalaman "merinding" lainnya, kanda Jepe.

2.3. Puncaknya yang paling bikin "merinding" (setidaknya untuk hari ini)
adalah ada seorang kawan lama (saat SMA) yang mengontak ambo mengenalkan
dengan seorang lelaki 32 tahun, yang selama 10 tahun terakhir (sejak 2003)
ginjalnya sudah tidak berfungsi dan beberapa penyakit lain yang membuat
tubuhnya sangat ringkih. Kita sebut saja namanya "Kar".

Menurut kawan ambo, semangat juang "Kar" ini luar biasa karena di tengah
kondisi fisiknya itu dia  alhamdulillah mendapatkan istri, seorang mualaf,
dan "Kar" jadi inspirasi bagi bagi banyak kawan-kawan yang mengenalnya
karena sifat positifnya dalam membantu teman.

Nah, yang membuat ambo "merinding" adalah karena salah satu faktor yang
membuat "Kar" begitu adalah karena ... buku-buku ambo yang dibacanya selama
ini. Dia tidak menyebutkan judul yang mana saja, tapi dugaan ambo mungkin
yang berkaitan dengan novel historis/novel biografis seperti "Sang
Pencerah" atau "Presiden Prawiranegara" yang pernah mengalami masa-masa
sangat sulit dalam hidup mereka masing-masing untuk memperjuangkan
idealisme mereka.

"Kar" ini pesan 5 buku, dengan pesan saya menuliskan khusus untuk (1)
ibunya, (2) istrinya, (3) tante/bibinya, (4) kakaknya, pasangan suami
istri, dan (5) adiknya, pasangan suami istri. Dan "Kar" maunya ....
membayar penuh untuk kelima buku! Dia tak mau "diistimewakan" sama sekali,
baik lewat potongan harga apalagi diberikan cuma-cuma.

Masya Allah! Ambo langsung ingin secepatnya bisa bertemu "Kar" ini, yang
justru sangat inspiratif bagi ambo (meski dia bilang justru ambo salah
seorang inspirasinya).

Kawan ambo yang memperkenalkan dengan "Kar" ini, Bimo namanya, sampai
bilang ke ambo, "Sejak kenal Kar, gue sering malu Mal kalau gampang ngeluh
sakit ini-itu, apalagi sebagai pembenaran buat nggak melakukan sesuatu.
Paling gampang aja, sebagai alasan buat nggak ngantor."

2.4. Dan habis Magrib tadi, seorang kawan ambo yang bekerja di Vietnam,
mengontak juga minta disiapkan 10 buku. "Untuk kawan-kawan Pak Eril
orang Indonesia di sana ya, Pak Eril?" tanya saya.  "Nggak Pak Akmal,
justru buat mahasiswa asli Vietnam yang tertarik dengan Indonesia atau
Islam. Saya dan beberapa kawan sedang merintis jurusan Sastra Indonesia di
sini. Kami pikir, kalau mahasiswa Vietnam itu tahu siapa Buya Hamka akan
lebih baik," ujar kawan ambo nan wong Plembang ini, kanda Jepe.

Apakah Pak Eril ini akademisi, dan lebih lagi, seorang penulis, sehingga
mau berpayah-payah mengenalkan Sastra Indonesia di lingkungan Francophone
seperti Vietnam! Nehi, kanda Jepe, nehi!

Kawan ambo ini seorang eksekutif di sebuah perusahaan apparel dengan brand
global yang membawahi wilayah operasi di Nam, Laos, Myanmar, sampai
Thailand. Seseorang yang masih "mencuri waktu" di tengah kesibukan rutinnya
sebagai pekerja global untuk menggaungkan kemuliaan dan keteladanan tokoh
nasional/internasional seperti Buya Hamka.

Dengan melihat pada empat contoh pengalaman ambo hari ini kanda Jepe,
rasanya masa depan Indonesia "tidak akan sial-sial amat" seperti banyak
kita baca di media cetak dan kita tonton di TV sekarang, di mana hampir
semua berita selalu membuat kita mengelus dada.

Pengalaman-pengalaman seperti itulah yang sangat memperkaya ambo sebagai
penulis, dan bersyukur kepada Allah bahwa selalu ada orang-orang yang bisa
"menangkap" nilai tambah dari sebuah karya seperti "Tadarus Cinta Buya
Pujangga" ini.

3. Satu-satunya hal yang 'kurang samparono' dari keempat pengalaman hari
ini adalah, tak seorang pun  dari empat motor/sosok pada contoh-contoh di
atas merupakan orang Minang, hehehe....

Barangkali karena latar belakang etnis mereka non-Minang, mereka melihat
Buya Hamka dalam konteks lebih luas sebagai tokoh Indonesia dan Islam
(internasional). Sementara, mungkin, bagi orang-orang Minang melihatnya
"Buya Hamka kan orang Maninjau, sementara ambo kan bukan Maninjau", hehehe
....

(Jadi ingat diskusi soal nama bandara BIM, yang ternyata sejak awal sengaja
menghindari nama tokoh Minang tertentu karena takut tidak diterima oleh
masyarakat di luar dari asal wilayah tokoh itu. Padahal masyarakat
"materialis" yang hidup di dunia postmodernis seperti di New York (yang
sangat "melting pot/salad bowl" pun) atau Paris pun masih bangga
menggunakan nama John F. Kennedy atau Charles de Gaulle sebagai nama
bandara mereka).

Wassalam,

Akmal N. Basral
44+, Cibubur


Pada Minggu, 17 Maret 2013, menulis:

> **
> ANB, Reni dan Ordap
>
> Semoga hal2 seperti ini bisa berlanjut dan bisa manambah2 kacio milist
> palanta RN salah satunya jika ada karya2 atau usaha membersnya bisa
> dipromosikan di RN seperti Novelnya ANB
>
> Bagusnya begitu, seperti yang disampaikan ANB, jika harga dipasaran (toko
> buku) Rp 64 Ribu, maka penulis hanya menerima 50 ribu jadi paling tidak 14
> rb diterima untuk kacio RN
>
> Jadi semisal ada produk2 members RN yang mau dipromosikan tetap berpatokan
> pada harga pasar (retail) lalu RN membayarkan di bawah harga pasaran tsb
> sesuai kesepakatan, bukan menaikan dari harga pasaran.
>
> oh yo ambo barusan alah transfer Ren, senilai 200 Ribu (untuak manandokan
> dari ambo, ujuangnyo 1.050--» Rp 201.050.
>
> Terima kasih
>
> Wass-Jepe
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> *
> *
>
>>
>>
>>
>>
>>>
>>>
>>
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke