Itulah akibat dari penguasa yang tidak bernyali, dan gurita mafia penguasa atas nama penegak hukum yang membekap itu semua............................
Pada 20 Maret 2013 16.34, <[email protected]> menulis: > > > 300 Ekskavator Curi 60kg Emas Sehari > > 15 Maret 2013 - 18.17 WIB > Dibaca 615 kali > > > > > SOLSEL (RP) - Razia tim terpadu kabupaten dan provinsi memberantas illegal > mining di Solok Selatan (Solsel), tidak lantas membuat nyali penambang > ilegal ciut. Aktivitas ilegal itu masih berlangsung di kawasan Muko-Muko > Pinti Kayu, Kecamatan Parik Gadang Diateh (KPGD), Kandi, dan ujung aliran > Batang Hari. Sekitar 60 kilogram emas hasil bumi Solsel masih dicuri setiap > hari. > > Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Riau Pos Group) dari sejumlah > sumber, saat ini masih ada sekitar 300 ekskavator beroperasi sepanjang > aliran Batang Hari, Muko-Muko, Kandi. Aktivitas tambang ini berlangsung > tiap hari selama 24 jam. Satu ekskavator diprediksi mampu menghasilkan > 200 gram per hari. Bila dikalikan dengan 300 ekskavator, berarti ada 60 kg > emas dikeluarkan dari Solsel. > > Penyuplai solar untuk alat berat diduga dipasok dari sejumlah SPBU di > Muaralabuh dan Sungaipadi (Padangaro). Solar diangkut dengan motor dan > truk menuju lokasi tambang ilegal. Pekerja dibayar Rp 120 ribu per jeriken > dengan jarak tempuh sekitar 5 jam dari bibir sungai, tempat penghentian > terakhir kendaraan. “Tiap hari saya bisa dapat upah Rp 1,2 juta dari > mengangkut solar ke dalam,” ungkap MD, warga setempat. > > Dia mengaku bekerja dua orang. Solar itu dihanyutkan melalui aliran sungai > menggunakan ban sampai di areal penambangan. > > “Saya hanyutkan solar itu, teman yang menunggu di tengah aliran sungai. > Tiap hari kita bisa mengantarkan 20 jeriken. Di lokasi tambang masih ada > petugas keamanan dari aparat,” jelasnya. > > Hal itu dibenarkan seorang warga. “Umumnya mereka membawa jeriken dengan > motor dan truk pada malam hari,” kata RN. (rpg) > > --------------------------------------------------------- > > > Warga Usir Puluhan Kapal > > 20 Maret 2013 - 09.01 WIB > Dibaca 118 kali > > > > > Laporan JUPRIZON, Telukkuantan [email protected] > > Puluhan warga bersama camat dan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Cerenti, > Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengusir paksa puluhan kapal yang > selama ini melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Pulau Bayur, > Kecamatan Cerenti, Senin (18/3). > > Pengusiran puluhan kapal PETI ini berawal dari kedatangan sejumlah kaum hawa > ke Kantor Camat Cerenti. Mereka menuntut supaya pemerintah dan kepolisian > menertibkan puluhan kapal yang melakukan aktivitas tambang emas ilegal di > Desa Pulau Bayur, karena dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. > > “Setelah itu kami baru bersama masyarakat dan polisi mengusir kapal-kapal > PETI yang ada di Cerenti,” kata Camat Cerenti Drs Martono saat dikonfirmasi > Riau Pos, Selasa (19/3) terkait upaya penertiban PETI di Cerenti. > > Dari razia yang dilakukan itu, pihaknya tidak menangkap para pelaku PETI, > hanya mengusir kapal-kapal yang beroperasi di Sungai Kuantan, tepatnya di > Desa Pulau Bayur tersebut. > > Dari informasi yang dihimpun Riau Pos, ada sekitar 25 kapal PETI yang > beroperasi di Desa Pulau Bayur. Kendati sudah diusir, Selasa (19/3), > aktivitas PETI kembali marak. > > “Masih banyak, sekarang hampir 30 kapal. Jadi, percuma mengusir mereka > kemarin (Senin, red),” kata Nedi, warga Pulau Bayur saat menghubungi Riau > Pos, Selasa (19/3). > > Diungkapkan Nedi, pelarangan untuk melakukan aktivitas PETI sudah disampaikan > pemerintah desa melalui surat resmi dengan Nomor 30/545/XI/2012 Tanggal 6 > November 2012. Isi surat tersebut, ungkap Nedi, bahwa kegiatan kerja tambang > emas yang telah dilakukan sangat berdampak, mengganggu, atau merusak > lingkungan dan lokasi rumah ibadah. Oleh karenanya diminta untuk menghentikan > kegiatan tersebut dengan segera. > > “Itu surat yang diedarkan desa, namun para pelaku PETI tetap saja tidak > menghiraukan surat itu,” katanya. > > Selaku warga, ia berharap adanya dukungan dari Polres Kuansing untuk membantu > menertibkan PETI di Cerenti. Selama ini ia menilai, sangat jarang > dilakukannya razia terhadap para pelaku PETI di Cerenti. > > Sementara itu, Camat Inuman, Mastur Ismail beserta warga juga melakukan > razia, Senin (18/3). Dari razia yang dilakukan pihaknya bersama Kapolsek > Cerenti, pihaknya berhasil menenggelamkan empat unit kapal PETI di Sungai > Kuantan. > > “Ada kemarin empat kapal yang kami razia, ada yang kami tenggelamkan mesinnya > dan ada yang kami hanyutkan. Ini kami lakukan, karena kami memang tidak > main-main dengan aktivitas ilegal ini,” kata Mastur. > > Polres Amankan 10 Kapal PETI > > Sebanyak 60 orang personel Polres Kuansing bersama Polsek Benai berhasil > mengamankan sebanyak 10 kapal PETI di Kenegerian Teratak Air Hitam, Kecamatan > Sentajo Raya, Selasa (19/3). > > Razia tersebut tidak berhasil menangkap pelaku PETI, karena diduga telah > kabur sebelum dilaksanakan razia. Sebanyak 10 kapal PETI ini tengah diamankan > di Mapolsek Benai. > > “Ya, sekitar 10 kapal PETI yang kami amankan pada waktu razia di Teratak Air > Hitam,” kata Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro SH melalui Kasubag > Humas Polres AKP Azhari, Selasa (19/3). > > Ditanya terkait aktivitas PETI yang meresahkan di Cerenti, Azhari mengatakan, > pihaknya akan melakukan penertiban, namun harus dilakukan secara bertahap. > “Bertahaplah, sudah ini nanti akan kami lanjutkan ke Cerenti,” katanya.(jps) > > > > > > >  > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
