Dari Pameran Foto Pariwisata di Taman Budaya, Ketika Pariwisata Sumbar Diabadikan Orang Luar
Senin, 18 Februari 2008 Ada kekaguman saat melihat hamparan foto-foto yang terpampang di ruang pameran Taman Budaya Padang. Keindahan pariwisata Sumbar di berbagai sudut terbalut dalam bingkai foto. Namun yang lebih mengejutkan lagi, karya itu kebanyakan hasil jepretan fotografer luar Ranah Minang. "Ternyata Sumbar kaya akan potensi pariwisata," ucap Susi (16), saat mengunjungi ruang pameran Fotp Pariwisata Sumbar di Taman Budaya, Jumat (15/2).Siswa kelas 1 SMK 2 Padang itu terkagum-kagum melihat indahnya objek wisata Sumbar yang terekam dalam berbagai foto. "Saya tidak menyangka Sumbar seindah ini," lanjutnya. Satu persatu foto yang tergantung di dinding ia pelototi dengan seksama. Sepertinya ia enggan untuk bercepat-cepat memperhatikan setiap foto. "Coba lihat," katanya sambil menunjuk keindahan foto Pantai Sikuai. "Kalau tidak melihat disini, saya tidak tahu bahwa daerah Sikuai memiliki pantai yang indah," lanjutnya. Gadis jolong gadang itu menyadari Pameran Foto Pariwisata Sumbar ini berguna dalam mengenalkan pariwisata Sumbar. Acara yang diadakan Olympus bekerjasama dengan Komunitas Fotografi Sinkro dan Dinas Pariwisata Sumbar ini menurutnya harus berkelanjutan. "Jangan hanya sampai di sini saja dong," ujarnya. Panitia acara, Izu Oktavianus mengatakan kegiatan ini diadakan untuk menggalakkan dunia pariwisata Sumbar dan memperkenalkan seni fotografi. Banyaknya pariwisata Sumbar yang diabadikan dalam foto, dikatakan Izu merupakan langkah tepat untuk memajukan pariwisata Ranah Minang kedepannya. "Kalau saya lihat, sebenarnya Sumbar itu tidak kalah indah dengan Bali," ucapnya. Dalam acara rangkaian kegiatan Workshop Digital Photography, ditampilkan lebih seratus foto. Berbagai angle pemotretan objek pariwisata Sumbar-pun ditampilkan. Mulai dari keindahan Danau Maninjau, Sungai Pagu, Sungai Pisang, Jam Gadang, Benteng For de Kock, Mahart, Ngalau Indah Payakumbuh, Danau Singkarak, Taram Payakumbuh, Lembah Harau Payakumbuh, Ngarai Sianok, Water Fall tiga tingkat di Bungus, Pulau Anso Duo, Danau Di atas Danau Di bawah dan lainnya. Juga ditampilkan, Keanggunan Rumah Gadang Kotobaru Muaro Labuah yang bersejarah, Kekokohan Masjid Kampung Keling di daerah Pondok yang mulai tergerus usia, serta Sunset di Pantai Tiku Kabupaten Agam. Walaupun foto-foto tersebut banyak mendapatkan olahan digital, namun dikatakan Izu tidak mengubah nilai keindahan. "Bagi saya yang mengagumkan bukan sentuhan digital pada setiap foto, tetapi keberanian orang-orang luar Sumbar mengungkap keindahan objek pariwisata Sumbar. Itu yang luar biasa. Lebih setengah dari 17 orang fotografer yang memajangkan karyanya merupakan orang luar daerah Sumbar," pungkas Izu. (***) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. - Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahul -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
