Assalamu'alaikum wr.wb. http://garudamiliter.blogspot.com/2013/02/memoar-ventje-hn-sumual-12.html
.... *Hatta Meletakkan Jabatan - Dewan-Dewan Daerah Bergolak!* Konstelasi politik nasional semakin memanas, belum pernah setegang ini. Tanggal 24 November 1956, Reuni Divisi Banteng, pasukan-pasukan yang dulu berjuang di Sumatera Tengah mendirikan *Dewan Banteng*, yang tak lain sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim penguasa pusat yang dinilai semakin menelantarkan daerah. Dewan yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Hussein ini pun sebetulnya sudah beberapa bulan berkonsolidasi, antara lain menjalin hubungan dengan Bung Hatta, dalam kebersamaan melawan rezim anti-demokrasi yang bergandeng tangan dengan PKI dan di kawal secara militer oleh KSAD Mayjen Nasution. Beberapa mereka yang hadir di acara Dewan Banteng ini mengatakan, garis politik dan tuntutan mereka jadi tambah keras karena dipengaruhi oleh aksi kami dalam reuni SSKAD di Bandung. Reuni Divisi Banteng di Padang itu dihadiri oleh dua Panglima Sumatera. Panglima TT-I Kolonel Mahaudin Simbolon, dan Panglima TT-II Letkol Barlian. Letkol Ahmad Hussein memang adalah Komandan Resimen Infanteri 4 dibawah Panglima TT-I Kolonel Simbolon, dan Panglima-nya mendukung langkah Komandan RI-4 itu. 1 Desember 1956, Wapres Mohammad Hatta meletakkan jabatan. Politik negara berguncang luar biasa, terlebih para pemimpin politik dan militer di daerah-daerah, yang selama ini memandang kehadiran Bung Hatta dalam Dwi-Tunggal kepemimpinan nasional sebagai reperentasi aspirasi politik daerah, dan sebagai kutub penyeimbang terhadap kekuasaan Soekarno bersama PKI. 14 Desember 1956, Panglima TT-I Kolonel Mahaudin Simbolon membuat pertemuan besar dengan perwira-perwira di Sumatera Utara. Dalam acara itu, para perwira tamatan SSKAD yang hadir dalam reuni kami di Bandung sekali lagi diminta menjelaskan kepada semua yang hadir tentang apa yang mereka saksikan, mengenai aksi politik kami terhadap KSAD Nasution. Gerakan TT-I Sumatera Utara ini kemudian melahirkan *Dewan Gajah*. Tanggal 22 Desember, Simbolon menyatakan pemutusan hubungan dengan pusat, tapi pemerintah pusat langsung menindaknya. Simbolon nyaris di tangkap, dan berhasil lolos. Panglima TT-II Letkol Barlian mencetuskan *Dewan Garuda* di Sumatera Selatan, dengan sikap dan tuntutan politik yang lebih keras lagi. Panglima TT-II ini memang tidak sampai mengambil alih pemerintahan, sebagaimana yang dilakukan Letkol Ahmad Hussein terhadap Gubernur Sumatera Utara, Ruslan Mulyohardjo. Di Sulawesi Utara, para politisi dan pemimpin tentara mulai menggalang *Dewan Manguni,* sementara di Sulawesi Selatan muncul *Dewan Hasanuddin*. Di Kalimantan ada* Dewan Lambung Mangkurat*, dan di Jawa Barat wadah bertujuan sama, yang justru lebih banyak jumlahnya dan sudah lebih dulu bergerak, menyatu dalam *Dewan Sunda*. Jadi, ini sesungguhnya bukan sekadar pergolakan politik daerah, ini adalah gerakan nasional yang mulai bergolak dari daerah-daerah! ... Hormat saya Muhammad Syahreza Setiap rakyat Indonesia sekecil apapun kita semuda apapun kita dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik! Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik, maka Indonesia pasti menjadi lebih baik! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
