Mambaco carito saksi mato di bawah, awak generasi mudo kini (ambo lahia pas thn 
1965) iyo gak tacongang2 sajo. Kadang2 ndak tamakan di pikiran. Diinok 
dimanuangkan, pantas bangsa ko bagadiguah taruih co kini. Ado urek 'urek nadi' 
bangsa ko nan lah lamo PACAH. Apokoh ado saksi zaman ko dari Padang Pariaman 
nan masih iduik? Mungkin dapek pulo bacarito. Wakatu ambo ketek2 thn 1970-an, 
ambo mandanga carito dari gaek ambo tentang urang nan banamo SI BAGAK. Si Bagak 
ko konon pantolan PKI di daerah Sunua Kurai Taji. Kecek gaek padusi ambo, Si 
Bagak ko tahan ladiang. Wakatu tajadi camuak 1965 ko, dikalian urang lubang 
untuak Si Bagak ko. Lubah sudah, Si Bagak ko dudorong masuak, sudah tu lansuang 
ditimbun. Mungkin ado mamak2 di lapau nan tau tantang carito Si Bagak ko, atau 
keadaan di daerah Padang Pariaman umumnyo di maso2 sasudah 30 September 1965 tu.

Wassalam,
Suryadi



________________________________
 Dari: Asmardi Arbi <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Cc: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 28 Maret 2013 16:08
Judul: Re: [R@ntau-Net] Puzzle Orde baru
 

Bung Andiko, sasudah mambaco link nan anda kirim tantang 
kebiadaban Rezim Suharto di Sumatera Barat, agaknyo ala bacampua aduak jo 
Kebiadaban Rezim Sukarno di Sumatera Barat.  Letkol Purnomo Sipur di maso 
Rezim PKI bakuaso, jadi rezim Sukarno, mereka mambunuah tokoh masyarakat jo 
ulama nan anti komunis.  Sadangkan dimaso rezim Suharto tajadi pembalasan 
tokoh -tokoh PKI nan banyak dibunuah, lokasi pambantaian mungkin samo.  
Jadi paralu dikoreksi link nan dikirimko.
 
Salam,
A.A./280313 


From: Andiko 
Sent: Wednesday, March 27, 2013 9:48 PM
To: [email protected] 
Cc: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Puzzle Orde baru
Dibawah copian langkok link itu 

Salam

andiko

Sanfransico

Kebiadaban 
Rezim Soeharto,
di 
Sumatra Barat.
Oleh: 
Yoseph Tugio Taher
Jenderal 
Bintang Lima Soeharto. Mantan Presiden Republik Indonesia, sudah meninggal! 
Jenderal yang “kuat dan perkasa” yang selama kekuasaannya bisa memutihkan yang 
hitam dan menghitamkan yang putih, “yang mampu menyihir banyak orang pintar 
menjadi bebek-bebek, meneluh wakil-wakil rakyat menjadi gagu, dan membuat pers 
tiarap sekian lama”, kata H A. Mustofa Bisri, pengasuh pesantren Rodlatut 
Thalibin, Rembang, akhirnya mati setelah 23 hari tersiksa dengan segala macam 
penyakitnya. “Urang gaek” (orang tua) itu pergi untuk selama-lamanya, 
kendatipun 
40 orang dokter ahli berusaha mati-matian untuk mengobatinya, mengulur waktu 
kematiannya, namun akhirnya hukum Tuhan juga yang harus berlaku” “Dari tanah 
kau 
dijadikan, dan ke tanah kau kembali!” Dia tidak lebih dari segumpal tulang dan 
daging yang terbungkus kulit, yang dikubur dan bersenyawa dengan tanah. Tak 
seorangpun yang dapat mengingkari hukum yang tak terelakkan oleh manusia itu, 
bagaimanapun kaya, kuasa dan perkasanya! Keadaannya sama dengan manusia-manusia 
lain yang mati, tidak peduli, apakah dikubur dalam kuburan yang berharga jutaan 
dollar, ataukah yang dikubur tanpa batu nisan. Semua sama, dari tanah kembali 
ke 
tanah!
Semenjak 
sakitnya, sampai meninggalnya bahkan sesudah itupun, pers dan mass media 
memberikan segala macam ulasan yang super istimewa keterlaluan dan 
berkelebihan, 
memuji dan memuja setinggi langit menempatkan seolah-olah Soeharto seperti 
seorang dewa, seorang firaun yang “berjasa”, bahkan tidak kurang golongan karut 
yang memperbodoh bangsa Indonesia dengan menggambarkan seolah-olah alam turut 
sedih, turut menangis dengan meninggalnya Soeharto, menghubungkan manusia 
Soeharto dengan tanda-tanda alam!
 ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke