Wa'alaikumsalam Wr. Wb,

Tarimo kasih alah mambaco TCBP, Mak Dave, dan juo untuak komentar yang
diberikan.
Dalam mambaco novel, apolai novel sejarah (historical novel), akurasi
kejadian memang sangat penting diperhatikan. Tetapi yang harus dicermati
pembaca adalah apalah ihwal akurasi (atau sebaliknya, ketidakakuratan) itu
terjadi karena kesalahan pengarang (yang biasanya menjadi narator kisah),
atau merupakan kesalahan tokoh tertentu dalam kisah tersebab tokoh-(tokoh)
dalam kisah juga bisa mengalami kesalahan ucapan, kekeliruan mengingat,
salah paham, salah identifikasi, apalagi jika tokoh itu berada dalam
pusaran kejadian yang berlangsung cepat.

Mari kita perhatikan lebih dalam, Mak Dave.

Pembaca sudah mendapatkan bahan penting (planting information) pada bab 3
"Raihanatu Qalbi" (tak tanggung-tanggung satu bab, bukan hanya 1-2 alinea)
bahwa Haji Rasul, ayah Malik, pernah menjadi murid Syaikh Ahmad Khatib Al
Minangkabawi, pada (mulai) tahun 1894. Ini adalah narator/pengarang yang
berkisah.

1. Pada hal 340 yang cuplikannya Mak Dave sebut, kalimat Hamka pernah jadi
murid Syaikh Al Minangkabawi berasal dari (tokoh) Barak, bukan bagian
penjelasan narator/pengarang. Artinya, kalimat tokoh dalam cerita tak
mutlak harus selalu benar/akurat. Tokoh-tokoh dalam cerita, seperti dalam
kehidupan nyata, akan berkata sesuai dengan ingatannya, yang bisa keliru.
Ini yang terjadi pada Barak.

2. Begitu juga dengan kalimat di halaman 349 yang merupakan kalimat Haji
Siddik, dan muncul di dalam persidangan MTKAAM dan SKIS terhadap Haji
Rasul. Posisi Haji Siddik yang menjadi pembela Haji Rasul, dan komentarnya
untuk melawan Datuk Singo Mangkuto sang ketua sidang, membuatnya terlalu
bersemangat sehingga lupa menyadari bahwa yang menjadi murid Al
Minangkabawi adalah Haji Rasul sendiri, bukan Hamka.

3. Dialog Haji Rasul-Syekh Ahmad Khatib yang Mak Dave kutip, seperti
tertulis pada awal bab 3, terjadi pada tahun 1894, atau 17 tahun SEBELUM
kepulangan Syekh Ahmad Khatib ke Minang seperti Mak Dave sebutkan.

Adanya rentang jarak 17 tahun itu menunjukkan secara tersirat satu sisi
lain: bahwa perubahan sikap Syekh AKA yang tadinya keras tak mau pulang ke
Minang menjadi sikap yang berubah lebih lunak, membutuhkan waktu yang cukup
panjang. Mungkin juga karena pengaruh usia yang semakin sepuh.

Sekali lagi terima kasih Mak Dave.

Wassalam,

ANB
Cibubur

Pada Jumat, 29 Maret 2013, Muhammad Dafiq Saib menulis:

> Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuhu
>
> Tadi malam, diateh kapatabang ka Baliakpapan alah tamaik ambo baco TCBPnan
> iyo lasuah sangaik dibaco.
>
> Ado babarapo kakaliruan basuo di ambo nan basangkuik jo namo Syekh Ahmad
> Khatib.
>
> 1. Di halaman  340 tabaco; 'Tentusaja engkautak bodoh, Hamka,' potong
> Barak. 'Kalau tidak, bagaimana mungkin Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi
> mau menerimamu sebagai murid.'
>
> Malik alias Hamka tidak pernah menjadi murid Syekh Ahmad Khatib karena
> beliau ini sudah tidak ada ketika Malik datang ke Makkah.
>
> 2. Kesalahan yang mirip di halaman 349; '... Dan kini salah seorang anak
> beliau, Haji Abdul Malik yang juga ada dalam ruangan ini, jug
> belajarlangsung dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Masjidil
> Haram.......'
>
> Di sampiang itu ado tabaco dialog antaro Rasul Syekh Ahmad Khatib di
> halaman 47, '..... Tetapi untuk pulang kampung sungguh aku tak ingin sama
> sekali....' Antahlah kok iyo panah baliau mangecek sarupo itu, sabab
> kanyataanno, baliau panah pulang di tahun 1911, sudah itu baliau bao ka
> Makkah duo urang adiak padusi baliau sarato kamanakan-kamanakan padusi
> baliau, sarato cucu-cucu dari adiak padusi baliau. Katiko baliau maningga
> tahun 1915? ciek adiak padusi sarato anak-anak jo cucu-cucu ko baliak ka
> kampuang di Koto Tuo Balai Gurah. Rombongan adiak nan ciek lai manatap dan
> baranak pinak di Makkah. Hubungan duo kaluarga badunsanak ko sampai kini
> masih tapaliharo.
>
> Sakadar komentar sajo...
>
> Wassalamu'alaikum
>
> Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
> Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
> Lahir : Zulqaidah 1370H,
> Jatibening - Bekasi
>   ------------------------------
> *From:* Reflusmen Ramli <[email protected] <javascript:_e({},
> 'cvml', '[email protected]');>>
> *To:* "[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml',
> '[email protected]');>" 
> <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', 
> '[email protected]');>>
>
> *Cc:* "[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml',
> '[email protected]');>" 
> <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', 
> '[email protected]');>>
>
> *Sent:* Thursday, March 28, 2013 11:07 PM
> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Buku TCBP alah sampai di Leiden
>
> Ajo Suryadi.
>
> Tarimo kasi kembali.
>
> Sanang ati Ambo, ananda Reza la kenal Jo Ajo Sur.
>
> Ambo lupo mengabari. Kalender Rantaunet adalah kiriman dari Reny.
>
> Reny, Mohon maaf yaa....
>
> Salam.
>
> Reflus.
>
> Sent from my iPad
>
> On 28 Mar 2013, at 20:29, Lies Suryadi 
> <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', '[email protected]');>>
> wrote:
>
>
>
>
>   --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti 
> [email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', 
> '[email protected]');>.
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke