Beras Gunung/Ladang Organik Mahulu
By :Jepe

Jaman sekarang sudah menjadi semacam gaya hidup juga bagi sebagian masyarakat 
terutama dikalangan yang berpunya (the have) diperkotaan  untuk mendapatkan apa 
yang dikonsumsi sehari-haru sebagai sumber energi, mineral, vitamin dan 
karbohidrat seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan beras   yang serba organik 
dalam arti  proses budi daya penanaman sampai panen tanpa menggunakan 
pupuk-pupuk kimiawi dan zat-zat pestisida kimiawi yang terkadang berbahaya dari 
segi kesehatan  jika terkonsumsi dalam jangka panjang dan tentunya tidak ramah 
lingkungan  pupuk dan pestisida ini dalam bentuk apapun residu yang tercecer.

Untuk mendapatkannya di perkotaan terpaksa harus merogoh kantong  lebih dalam 
ℓągȋ̊ , sebut saja beras organik di sebuah supermarket terkenal yang pernah 
saya lihat harganya sekitar Rp 25 sampai dengan 35  ribu per kilogramnya, tapi 
yakinkah anda jika beras yang dijual ini betul-betul asli organik, tentu saja 
masih ada keraguan dihati kecuali setelah anda beli lalu ditelusuri sampai ke 
hulunya bagaimana proses budi dayanya.

Telusuri  ke Hulu ? Nah ini dia saya punya kesempatan sambil bertugas ke 
Mahakam Hulu (Mahulu) dalam perjalanan saya sempat singgah di sebuah warung 
makanan terapung ditepian sungai Mahakam tepatnya di kampung Datah Bilah. 
Didepan warung tersebut seorang Weq (nenek/ibu bahasa Dayak) menjual beberapa 
karung beras ladang atau beras gunung istilah mereka, tentunya menarik 
perhatian saya dan berkata dalam hati ini pasti beras organik (alami) dalam 
proses budi daya nya tidak menggunakan pupuk kimia sebut saja Urea, TSP dan KCL 
dan racun pestisida kimia.

Motoris (sopir speed boat) menghampiri saya sambil berkata :

"Beras gunung itu Pak, alami, baru dan enak, gak rugi Bapak belinya...borong 
aja"

Lalu saya dekati Weq yang duduk bersama anaknya sambil melihat lebih dekat 
berasnya dalam karung 25 Kg 

"Wahh beras gunung, beras baru ya Weq, berapa harganya " sapa saya sama Weq 
walau sebelumnya saya sudah pernah jumpa

"Iya beras gunung masih baru harganya Rp 12 ribu/Kg, mau beli" jawab Weq

"Iya weq..tapi 15 kg saja, tolong siapkan saya mau makan dulu ya"

Setelah makan Weq sudah menyiapkan beras gunung buat saya dalam karung seberat 
15 Kg sebelum saya angkat kedalam speed boat saya sempat berbincang2 sama anak 
Weq ini seputar beras gunung ini

"ini beras dari padi yang ditanam tanpa pupuk2 dan pestisida ya Dek" tanya saya 
sama anak Weq

"Iya Pak..mana ada kami pakai pupuk-pupuk seperti menanam padi disawah itu, 
alami saja" jawab anak Weq

Lalu saya bertanya lebih jauh ℓągȋ̊ "bagaimana cara bertanam padinya"  (walau 
saya sudah tahu bagaimana mereka bercocok tanam padi pastinya dengan cara 
perladangan berpindah, membuka lahan/hutan baru lalu dibakar disela-sela 
kayu-kayu bekas bakaran ditanam/ditugal padi)

Persis jawabnya seperti dugaan saya tentunya dalam bahasa yang sederhana anak 
weq ini menjelaskannya

"Ya di gunung (dataran tinggi) kami buka lahan, lalu dibakar pas musim 
tanam/hujan kami menugalnya ya bersih-bersihkan seperlunya dari tanaman liar 
selama menunggu panen, tidak menggunakan pupuk, pas saat padi masak ya kami 
panen"

"Lalu setelah itu" tanya saya ℓągȋ̊ 

"Hanya sekali tanam saja Pak, cari ℓągȋ̊  lahan yang mau di buka, lahan bekas 
padi tadi kami tanami karet, bisa juga durian dan langsat" jawab anak Weq ini

Yakin sudah jika beras yang dijual weq ini asli organik dan banyak juga orang 
yang berada di warung menjelaskan hal tersebut pada saya, intinya suku dayak di 
pegunungan (daratan pinggiran sungai mahulu) memang dalam bercocok tanam padi 
tidak mengenal pupuk dan pestisida kimia.

Beras gunung organik yang saya beli 15 kg dengan harga Rp 180 Ribu ini 
rencananya saya akan bawa ke Balikpapan selesai bertugas dan  untuk konsumsi 
keluarga sehari-hari, sebelumnya dalam kesempatan lain saya sudah membeli juga 
5 kg dengan Weq ini  untuk konsumsi di mess perusahaan tempat saya menginap di 
Barong Tongkok.

Bagaimana warna, aroma, tekstur dan rasa beras ini

Beras Gunung ini warnanya putih kusam dengan aroma datar saja khas wangi beras 
dengan tekstur butiran yang sedikit lebih kecil dari beras kebanyakan kalau 
tidak dibilang "halus-halus butirannya"

Setelah saya masak sama rice cooker dengan takaran air yang pas, wah !!  memang 
bagus sekali kembangnya, saya coba sendok dan saya pegang secumput kecil ketika 
panas, nasinya tidak terlalu lembek dan juga tidak terlalu kering berderai dan 
tidak pulen bagi selera/lidah  saya ini terasa pas nasi seperti beras gunung 
organik ini.Nah nasi ini jika dingin dibuat nasi goreng juga pas dan mantab

Sebuah "kemewahan" jika ini gaya hidup bagi masyarakat kota  dalam konsumsi 
beras/nasi organik dengan alasan kesehatan (lebih sehat) sebagai bahan makanan 
pokok sehari-hari yang didapatkan dengan harga yang cukup mahal jika 
dibandingkan beras pada umumnya (an organik) tapi saya cukup beruntung sambil 
bertugas mendapatkan beras organik Mahulu yang nantinya saya konsumsi 
sehari-hari bersama keluarga dan saya sudah punya langganan sama Weq jika sudah 
habis dikonsumsi nantinya saat bertugas ℓągȋ̊   ke Mahulu tentu akan mampir 
ℓągȋ̊  di kampung Datah Bilah membeli beras gunung organik ini, kalaupun tidak 
bertugas kesana saya sudah pesan sama staf lapangan  untuk dibelikan dulu lalu 
dititip kirim sama sopir perusahaan ke kantor Balikpapan yang setiap hari ada 
saja mobil bolak balik dari Balikpapan ke kantor perwakilan dan mess perusahaan 
di Barong Tongkok,Kutai Barat

***

Barong Tongkok, 23/3/2013,-----JP
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke