Pak Saaf , Rahima dan sanak palanta yth :

  Ehem… suatu pertanyaan yang sangat menggelitik , kepada siapakah pertanyaan 
itu ditujukan ?  untuk anggota milis palantakah ?  suraukah  ? atau umat Islam 
Minangkabau ? umat Islam Indonesia ?  ataukah umat Islam secara keseluruhan . 
Karena ini suatu pertanyaan , tentu  jawabannya akan  beragam dan kalau 
dirangkum bisa menjadi : sudah , belum , baru setengah –setengah atau tidak 
sama sekali . Dari sekian jawaban dicari mana yang yang perlu diperbaiki , 
Siapakah sebenarnya yang punya tugas untuk membumikan Al Quran ( istilah Dr . M 
. Quraish Shihab ) , ulama kah ( Fukaha) , Pemerintah kah (Fukara)  ataukah  
orang alim ( orang menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum)  
  Saya mendukung sekali kalau masalah ini diangkat sebagai DIM ( Data 
Inventarisasi Masalah ) dan akan lebih baik lagi kalau semua permasalahan yang 
muncul dan ingin diangkat kepermukaan di Sumatera Barat dinyatakan dengan 
kalimat negative sebagai contoh : Umat Islam Minangkabau belum / masih 
setengah-setengah dalam menjalankan syariat Islam . Penyebabnya baru dicarikan 
/ disusun bla , bla nya., Dinda Rahima sudah memulai siapa menyusul ?
 
   
  Wassalam : zul amry piliang 
  

Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
 
 Bismillaahirrahmaanirraahiim.

ƒÞ Seruan Islam kepada persaudaraan sesama kaum
Mukminin

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Al Bukhari,
Rasulullah Shallallahu¡¦alaihiwasallam bersabda:¡¨
Tolonglah saudaramu dalam keadaan berbuat dzalim,
ataupun didzalimi!.Sahabat berkata:¡¨Ini, saya
menolong saudara yang di dzalimi, bagaimana saya
menolong orang yang berbuat dzalim? Rasulullah
bersabda:¡¨Engkau menahannya dari perbuatan
dzalim(yang sedang/akan dilakukan) maka inilah artinya
kau menolong saudaramu yang dzalim¡¨.

Kebanyakan manusia menganggap bahwa kedzaliman itu
hanyalah masalah ketika seseorang mencuri, dirampas
hartanya, atau masalah kehormatan. Padahal kedzaliman
itu bisa terdapat pada aqidah, keyakinan, prinsip atau
hukum, bisa jadi pula dzalim terhadap Al Quran juga
Assunnah¡Kdan terhadap kaum muslimin, manusia mengajak
pada kebaikan, lalu didzalimi. Semua ini dikarenakan
dikalahkan oleh sikap fanatisme, dan hawa nafsu
angkara. 

Lalu bagaimana sikap sahabat Radhiallahu¡¦anhum
terhadap fanatisme jahiliyah yang diliputi kegelapan
ini, yang telah mencabik-cabik persatuan kaum muslimin
dan menelantarkan Islam pada masanya?

Jawabnya:

Sesungguhnya para sahabat Radhiallahu ¡¥anhum, seperti
¡¥Abdullah bin Umar telah berlepas diri dari
orang-orang yang fanatic terhadap kelompoknya,
sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim:¡¨Apabila kamu berjumpa mereka, maka sampaikan
kepada mereka, aku berlepas diri dari mereka, dan
merekapun berlepas diri dariku. Dan demi Allah, yang
¡¥Abdullah bin Umar bersumpah atas namaNya, seandainya
mereka mempunyai emas sebesar gunung Uhud, lalu ia
menginfaqkannya, niscaya tidak diterima semua itu,
sampai mereka beriman kepada takdir¡¨

Rasulullah Shalllalahu¡¦alaihiwasallampun bersikap
pada golongan khawarij yang sangat-sangat fanatic
terhadap golongannya, meskipun ibadah mereka mengalahi
ibadah para sahabat, alias, shalat, puasa, bacaan Al
Quran mereka  mereka jauh lebih tinggi dibandingkan
para sahabat, tetapi karena kefanatikan mereka
terhadap golongan mereka, sampai-sampai mengingkari
Allah dan rasulNya, apa yang dikatakan Rasulullah
tentang mereka?¡¨ Mereka adalah golongan yang paling
jahat dimuka bumi ini, paling dimurkai Allah. 

Rasulullah bersabda:¡¨ kalian(para sahabat), akan
meremehkan shalat kalian dibandingkan shalat mereka,
juga puasa kalian dengan puasa mereka, dan amalan
kalian dengan amalan mereka, mereka membaca Al Quran,
tetapi bacaan itu tidak sampai melewati kerongkongan
mereka, mereka lepas dari agama ini seperti lepasnya
anak panah dari buruannya(.H.R Bukhari dan Muslim)

Semua ini karena apa? Karena mereka adalah golongan
fanatisme yang sangat dibenci oleh Rasulullah, mereka
bahkan sampai mencerca sahabat dan menolak nash-nash
(dalil) yang sudah jelas, yang dapat mengobati
penyakit kefanatikan mereka, akan tetapi mereka tak
mau kembali, mereka terbawa oleh kokohnya akar
fanatisme yang tertanam dari dalam diri mereka selama
ini, dan sulit kembali kepada kebenaran, apalagi
menghormati ahlul haq, bahkan mereka justru
menghalalkan darah dan harta ahlul haq. Hadits-hadits
tentang sikap kefanatikan mereka cukup banyak, dan
hampir semuanya berderajat Mutawatir.

Betapa banyaknya hadits-hadits celaan terhadap mereka
yang fanatisme ini, padahal soal ibadah mereka sangat
besar kesungguhannya, melampaui para sahabat, namun
semua itu sia-sia, tidak ada harganya, apabila semua
itu tidak ditegakkan atas manhaj(konsep) landasan yang
benar. Imam Ajjajuri dalam kitabnya¡¨Syari¡¦ah¡¨
mengatakan golongan semacam ini akan ada terus sampai
hari kiamat, dan golongan yang berjalan diatas AlQuran
dan Asunnahpun juga akan tetap ada dan terpelihara.

Adapun Ahlulkalam, mereka adalah orang-orang yang
fanatic terhadap filsafat Yunani yang suka
mentakwilkan dan merubah-rubah Nash Al Quran, karena
aqidah yang rusak itu, dan mereka tetap berpegang pada
kerusakan itu, dan menolak peringatan para Imam umat
Islam dan ahli ¡Vahli ilmu, serta lebih parahnya
rusaknya pemikiran mereka ini, mereka suguhkan kepada
umat islam dan menjuruskan umat islam pada perdebatan
yang tidak putus-putusnya.

Dan sungguh para Imam telah mencela mereka dengan
celaan yang sangat keras, seperti Imam Malik, Ahmad,
Syafi¡¦I, Tsauri, Ibnul Mubarak, Al Bukhari, Muslim,
sampai akhirnya Imam Syafi¡¦I mengatakan tentang
mereka:¡¨Hukuman bagi mereka yang ahlul kalam(
menafsirkan AlQuran , dan merubah nash AlQuran, dan
fanatic terhadap filsafat Yunani), hendaklah mereka
dipukuli dengan pelepah kurma dan sandal, lalu diarak
berkeliling kabilah dan suku-suku, inilah balasan bagi
mereka yang meninggalkan Kitab Allah dan Sunnah
rasulNya, serta cenderung untuk menerima ilmu kalam¡¨
.
Ketahuilah bahwa penyakit kronis yang berbahaya ini,
penyakit hawa nafsu dan fanatisme. Penyakit tersebut
menyebar menuju aspek ibadah, fiqih islam(hukum
islam), yang pada akhirnya membawa umat kepada
perpecah belah menjadi beberapa golongan yang
tercabik-cabik, masing-masing kelompok fanatic
terhadap madzhab dan golongan tertentu, hal ini
sungguh amat disayangkan, apalagi yang anehnya yang
menjadi landasan mereka dalam perbedaan adalah rahmat
merupakan hadits palsu tak berdasarkan dari rasulullah
sama sekali, sementara dalam AlQuran sendiri, maupun
hadits Rasulullah, betapa banyaknya ayat AlQuran yang
melarang agar jangan sampai berpecah belah, tetapi
berada dalam satu ikatan ukhuwah yang berada pada tali
Allah, berada pada tuntunan AlQuran dan Assunnah.

Dan betapa banyaknya ayat-ayat Al Quran yang  mengajak
kita kepada jalan yang lurus, dan berpegang pada tali
Allah(Islam), serta taat kepada Rasulullah
shallallahu¡¦alaihiwasallam, sekaligus memperingatkan
kita agar jangan menyelisihi perintah-perintah
Rasulullah, sebagaimana dalam firmanNya:¡¨maka
hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahNya takut
akan ditimpa cobaan atau azab yang pedih.¡¨(Q.S Annur
63)

Ayat-ayat yang banyak itu, tidak saja datang
memperingatkan kita dan menganjurkan kita kepada kitab
Allah, bahkan semuanya menganjurkan kepada Rasulullah
shallallahu¡¦alaihiwasallam sendiri terlebih dahulu
untuk selalu mengikuti apa yang diwahyukan oleh Allah
kepadanya

Imam Ahmad berkata:¡¨Saya benar-benar heran dengan
suatu kaum, mereka mengetahui sanad(perawi) hadits dan
matannya(lafaznya), namun mereka masih juga berpegang
pada pendapat Sufyan (AtsTsauri). Maksudnya disini
adalah, sudah jelas ada dalam nash hadits(apalagi
kalau nash itu ada dalam Al Quran), namun tetap saja
masih mengikuti pendapat seseorang tokoh, atau
golongan.

Fanatisme inilah yang menyeret kebanyakan umat ini
menolak nash-nash yang jelas dan gamblang dari
Kitabullah dan Sunnah rasulullah.

Betapa banyaknya nash-nash Al Quran dan Assunnah
senantiasa mengajak umatnya untuk menjaga persatuan
dan kesatuan berdasarkan kepada kitab Allah dan Sunnah
rasulullah shalllallahu¡¦alaihiwasallam, bukan kepada
hawa nafsu dan fanatisme.

Diantara orang yang berbicara tentang musibah fatal
dan keanehan yang dilakukan oleh fanatikus adalah Imam
fakhrur Razi, tatkala menafsirkan firman Allah
ta¡¦ala;¡¨Mereka menjadikan orang-orang alim dan
rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah(dan juga
mereka mempertuhankan) Al Maih Putera Maryam, padahal
mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa,
tidak ada sesembahan selain Dia. Maha suci Allah dari
apa yang mereka sekutukan(At taubah 31)

Beliau mengatakan:¡¨ Bila engkau perhatikan secara
seksama, niscaya engkau dapati penyakit ini, mengalir
pada urat mayoritas ahlu dunia, yakni penyakit fanatic
golongan, madzhab, pendapat, pandangan politik dan
partai,..betul telah terjadi pada mayoritas orang..¡¨.

Imam Ar Rozi, Imam Ibnu hajar, Abu Syamah, Annawawi,
adalah orang yang condong kepada Madzahab Syafi¡¦i,
namun tidak terjerat sikap fanatic buta yang menimpa
mayoritas para fanatikus.

Jauh sebelumnya, Rasulullah
shallallahu¡¦alaihiwasallam telah menjelaskan kepada
Adi bin Hatim tatkala ia masuk kerumah beliau,
sedangkan beliau membaca ayat diatas(At taubah 31),
dia mengatakan:¡¨ Wahai rasulullah, kami nashara,
tidak menyembah mereka(ulama dan rahib)!¡¨. Beliau
menjelaskan ¡§Bukankah mereka menghalalkannya, mereka
mengharamkan apa yang Allah halalkan, Allah halalkan,
lalu kalian ikut mengharamkannya!!, Dia menjawab
¡§Benar¡¨. Beliau bersabda:¡¨ itulah bentuk
penyembahan kepada mereka¡¨(H.R At Tirmidzi,
dihasankan oleh Syeikh Al Al Qami)

2) Melakukan Bid¡¦ah(Amalan-amalan baru)

Penyebab kedua kenapa seseorang tidak mengikuti
AlQuran dan Assunnah adalah Bid¡¦ah.

Bersambung...Rahima ( Kairo, 18 pebruari 2008)



      
____________________________________________________________________________________


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke