Sanak Muljadi (halak kita do?)

Baa ko jaman kini alun ba FB? Tantu ado alasannyo. Iko berita lengkap
nan ambo copas dari FB.
=============================

Kunjungan Executive Director Diaspora Indonesia-USA, Bapak Dutamardin Umar
ke Brunei Darussalam
by Efri Yoni Baikoeni <https://www.facebook.com/efri.baikoeni>
(Notes<https://www.facebook.com/profile.php?id=628083819&sk=notes>)
on Monday, March 25, 2013 at
9:26am**<https://www.facebook.com/notes/efri-yoni-baikoeni/kunjungan-executive-director-diaspora-indonesia-usa-bapak-dutamardin-umar-ke-bru/10152709738195187#>

Oleh: Efri Yoni Baikoeni[1]



*Executive Director Indonesia Diaspora-USA Bapak Dutamardin Umar mengadakan
kunjungan ke Brunei Darussalam tanggal 22-24 Maret 2013. Kunjungan tersebut
dimaksudkan untuk sosialisasi kegiatan diaspora Indonesia khususnya di AS
dan diskusi hal-hal terkait dengan persiapan Kongres ke-2 Diaspora
Indonesia di Jakarta.*



Kegiatan sosialisasi yang dikoordinir KBRI Bandar Seri Begawan tersebut
dilaksanakan tanggal 23 Maret 2013 dan dihadiri sekitar 50 orang di aula
KBRI Bandar Seri Begawan. Hadir dalam kesepatan tersebut, Ketua Persatuan
Masyarakat Indonesia (Permai) Ir. Acep Prasojo dan beberapa perwakilan
kelompok masyarakat seperti: dosen, seniman, pelatih olahraga, “Ocean
Paradigm Study Group”, PPI-Brunei Darussalam, Ikatan Keluarga Minang (IKM),
Ikatan Keluarga Sunda “Ronce”, Arek Malang (Arema).



Sebelum presentasi, kata sambutan disampaikan oleh koordinator sosialisasi
yaitu Bapak Agus Sumitra, Fungsi Sosial Budaya. Selain itu Agus S Djamil
(Mantan Ketua Permai) memberikan briefing mengenai gambaran profil dan
sejarah masyarakat Indonesia di Brunei.



Selain sebagai Executive Director Indonesia Diaspora-USA, Bapak Dutamardin
Umar merupakan tokoh masyarakat Indonesia di Amerika Serikat. Beliau
bermukim di Virginia sejak 1991 dengan profesi sebagai pengusaha/importir
barang kerajinan Indonesia. Lima tahun kemudian beliau menekuni bidang
elektronik dan “mechanical engineering”. Sebagai orang yang suka
bermasyarakat, beliau turut membidani lahirnya ICMI-Amerika dan bahkan
terpilih sebagai ketuanya. Selain itu beliau juga mendirikan
organisasi *Indonesian
Muslim Association of America* (IMAA). Tidak hanya itu sebagai perantau
Minang, pria asal Pariaman kelahiran 17 Agustus 1947 tersebut dikenal
sebagai pendiri paguyupan “Minang-USA” yang berbentuk yayasan dan bergerak
dalam upaya pelestarian dan promosi budaya daerah Indonesia.



Dalam presentasi dengan moderator Efri Yoni Baikoeni tersebut, Bapak
Dutamardin Umar antara lain menjelaskan bahwa diaspora dimaksudkan sebagai
“perpindahan, migrasi, pendudukan, atau penyebaran manusia jauh dari
kampung halaman mereka”. Fenomena diaspora sudah menjadi proses alamiah
karena berbagai kelompok bangsa dengan sebab tertentu telah berdiaspora
dari tanah leluhur mereka.



Contohnya India yang saat ini memiliki 30 juta diaspora di berbagai belahan
dunia. Di Amerika Serikat, diaspora India menempati berbagai jabatan
penting dan banyak mempengaruhi opini publik. Begitu pula diaspora Cina
yang memiliki sekitar 50 juta jiwa. Beberapa figur diaspora Cina
diantaranya: Lee Kuan Yew (Menteri Senior Singapura), Lee Hsien-Loong (PM
Singapura), Yingluck Shinawatra (PM Thailand), Michelle Yeoh (selebriti
Malaysia), Gary Locke Elaine Chao dan lain-lain.



Terkait dengan diaspora Indonesia, terdapat 3 komponen pendukung yaitu WNI
di luar negeri yang jumlahnya sekitar 4,4 juta jiwa (data Kemenlu dari
jumlah lapor diri pada Perwakilan RI). Terdapat pula WNA yang asalnya WNI
dengan jumlah 500 ribu–1 juta jiwa. Komponan lainnya yaitu individu yang
punya keterkaitan dengan Indonesia dengan jumlah antara 100 ribu-250 ribu
jiwa.



Kalau ditelusuri lebih jauh, diaspora Indonesia itu dapat dijumpai di
berbagai benua seperti: Amerika Utara (Kanada, AS), Amerika Selatan
(Suriname), Eropa (Belanda, dan negara lainnya), Timur Tengah (Saudi
Arabia, UEA, Qatar, negara Teluk lainnya), Asia dan Australia (ASEAN,
Jepang, Hongkong, Korea, Australia, New Zealand dan lainnya).

Beberapa figur diaspora Indonesia antara lain: Sehat Sutardja seorang
pengusaha sukses di Amerika. Pria yang lahir tahun 1961 ini adalah pendiri
“Marvell Technology Group” dan menjadi presiden, pemimpin eksekutif
sejak 1995. Ia juga menjadi presiden, pemimpin eksekutif dan direktur pada
perusahaan semi-konduktor “Marvell”. Pada tahun 2007
majalah “Forbes” memasukkannya sebagai 10 orang terkaya di Amerika Serikat.
Marvell Technology Group merupakan perusahaan semikonduktor terbaik ke-3 di
dunia.



Selain itu, juga ada Ranomi Kromowidjojo, perenang tercepat dunia keturunan
Jawa. Perenang puteri asal Belanda ini merebut medali emas dalam nomor
bergengsi 100 meter gaya bebas puteri pada Olimpiade London 2012.
Kromowidjojo, nama yang sangat familiar bagi orang Indonesia, khususnya
orang Jawa. Gadis hitam manis kelahiran Sauwerd, Belanda itu pada usia 17
tahun sudah berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Beijing 2008. Dahulu
kakek Ranomi pekerja perkebunan kontrak dari Jawa yang berimigrasi ke
Suriname dan menetap di sana.



Ada lagi, Ananda Sukarlan, pianis dunia asal Indonesia yang menetap
di Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik karena menjadi
satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of
the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2000 orang yang dianggap
berdedikasi pada dunia musik.



Last but not least, Presiden AS Barack Obama yang tinggal di Jakarta sejak
1967 hingga 1971 dengan ibunya Ann dan ayah tirinya Lolo Soetoro. Ia
tinggal di kawasan Menteng Dalam dan bersekolah di SDN 01 Menteng atau
dikenal sebagai SDN Besuki.



Menurut Dr. Dino Patti, Dubes RI-Washington yang juga penggagas Congress of
Indonesian Diaspora (CID) menyatakan bahwa paradigma "diaspora" melihat
seluruh insan Indonesia di luar negeri sebagai suatu kekuatan (*a force*),
sebagai *agents of progress*, sebagai aset, sebagai potensi dan sebagai
kekuatan dan bahkan sebagai tauladan. Diaspora Indonesia dihargai sebagai
bagian penting dari Indonesia, sebagai unsur bangsa yang produktif, dinamis
dan kunci penting dari sukses Indonesia di abad ke-21. Disini definisi
"diaspora" sangat luas, yakni mencakup setiap orang Indonesia yang berada
di luar negeri, baik yang*berdarah* maupun yang *berjiwa* dan
*berbudaya* Indonesia-apapun
status hukum, bidang pekerjaan, latar-belakang etnis dan kesukuannya dan
tidak membedakan antara pribumi maupun non-pribumi. Lebih dari itu, orang
asing yang mencintai budaya Indonesia atau mempunyai hubungan keluarga
dengan warga Indonesia juga dianggap sebagai bagian dari diaspora
Indonesia. Pendek kata, *selama di hatinya ada Indonesia-apapun warna
kulit, warna paspor dan jenis visanya-maka ia adalah bagian dari diaspora
Indonesia*.



Dalam CID di Los Angeles, California tanggal 6-8 Juli 2012 telah melahirkan
4 organisasi yaitu: 1). “Networking” melalui IDN (Indonesian Diaspora
Network). 2). “Philanthropic activities” melalui IDF (Indonesian Diaspora
Foundation). 3). “Business opportunities” melalui IDBC (Indonesian Diaspora
Business Council) dan 4). “Professional ties” melalui IDBB (Indonesian
Diaspora Brain Bank). Kongres ini dapat dikatakan sebagai peristiwa
bersejarah karena merupakan pertemuan akbar pertama di dunia yang dilakukan
secara khusus untuk diaspora Indonesia.



Dalam Misi Diaspora Indonesia yang pertama kali dipelopori Indonesia
Diaspora-Amerika Serikat menyatakan untuk mengembangkan hubungan,
melipatgandakan kesempatan dan mempromosikan kesejahteraan bersama demi
Indonesia dan diasporanya. Misi Diaspora Indonesia dapat dijelaskan dengan
3 kata kunci : 1). Connecting the dots 2). Broadening network 3). Expanding
opportunities. Ungkapan “connecting the dots” dalam artian setiap diaspora
Indonesia dimanapun berada, meski telah melakukan sesuatu untuk Indonesia
namun selama ini belum diikat antara satu sama lain. Diaspora inilah yang
akan menjembatani ibarat pertemuan antara satu titik dengan titik lainnya
sehingga membentuk sebuah gambaran Indonesia yang lebih jelas dan sempurna.
Melalui ikatan tersebut tentunya dapat pula memperluas jaringan sekaligus
melipatgandakan peluang dan kesempatan.



Jaringan Diaspora Indonesia (Indonesia Diaspora Network) saat ini mempunyai
5 wilayah (chapter) yaitu: IDN-Americas (IDN-USA, IDN-Canada dan IDN-Latin
America), IDN-Asia (IDN-Japan, IDN-South Korea, IDN-Malaysia,
IDN-Singapore, IDN-Hong Kong, IDN-Brunei), IDN-Europe (IDN-Netherlands,
IDN-Germany, IDN France), IDN-Middle East & Africa (IDN-Qatar, IDN-Saudi
Arabia, IDN-South Africa, IDN-Madagascar), IDN–Australia & Pacific
(IDN-Australia & NZ dan IDN-New Caledonia).



Untuk memberikan kontribusi lebih nyata bagi pembangunan Indonesia,
Diaspora Indonesia telah membentuk yayasan bernama Indonesia Diaspora
Foundation (IDF) yang menitikberatkan programnya pada 4 kegiatan yaitu:

   1. “Computer for School” berupa program penyediaan komputer di
   sekolah-sekolah
   2. “Foster Family One-on-One Program” yaitu kegiatan satu keluarga
   sebagai orang tua asuh bagi satu siswa yang belum beruntung di Tanah Air.
   3. “Quarter a Day Fundraising Program” yaitu mengumpukan uang “recehan”
   bagi kegiatan sosial.
   4. “Diaspora for Diaspora Program” yaitu jalinan kegiatan bersama antara
   satu diaspora dengan diaspora lainnya.

Pertemuan Executive Director Indonesia Diaspora-USA yang berlangsung
kritis-konstruktif tersebut telah menyepakai hal-hal sebagai berikut:

   1. Memahami dan mendukung gerakan Diaspora Indonesia sedunia.
   2. Menyatakan membentuk IDN-Brunei dengan kepengurusan secara ex-officio
   adalah pengurus Permai dengan Ketua Ir Acep Prasojo dan Sekretaris Hanafi
   Rustam.
   3. Akan mengirim sebanyak mungkin diaspora ke Kongres ke-2 Diaspora
   Indonesia dan aktif di berbagai taskforces.
   4. Dengan terbentuknya IDN-Brunei beberapa pengurusnya akan ikut
   berdiskusi di milis IDN.

Sebelum kegiatan sosialisasi berakhir, Ketua Permai Acep Prasojo
menyerahkan cendera mata sebagai kenang-kenangan kepada Bapak Dutamardin
Umar berupa buku “Kiprah 20 Tahun Permai di Brunei” karya Agus S Djamil dan
Efri Yoni Baikoeni.





Bandar Seri Begawan, 25 Maret 2013





[1] Doctoral Candidate of International Relations, Universiti Brunei
Darussalam and is residing in Brunei for about 13 years.



2013/3/30 Muljadi Ali Basjah <[email protected]>

>
> Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Dutamardin Umar.
>
> Kok dapek pantiang2kan juolah ambo infos nan boneh2 ntun  kaPalanta dek
> Pak Dutamardin, karano ambo indak punyo FB dooo, kan taharok bana ambo
> jadinyo Pak Dutamardin.
> Jadi bermohon ambo ka Bapak Dutamardin, tolonglah kana2 juo ambo, minimal
> sesamo2 *halak kita* dari Medan bagai manah.
> Sabalunnyo ambo batarimokasiah banyak ka Bapak Dutamardin nan spendable
> sangaik.
>
> Wassalam,
> Muljadi Ali Basjah.
>
>
>
>  *Gesendet:* Donnerstag, 28. März 2013 um 00:44 Uhr
>
> *Von:* "ajo duta" <[email protected]>
> *An:* [email protected]
> *Betreff:* Re: [R@ntau-Net] OOT Diaspora di Brunei
> Adiak ambo Muljadi Ali Basjah di Jaruman,
>
> Kalaulah ado aturan nan tahondoh dari posting ambo tu. Minta maoh ambo.
> Indak ado mukasuik untuak maiklankan FB atau tuduhan lainnyo tu.
>
> Hanyo ingin bapraktis sajo demi sebuah informasi.
>
> 2013/3/27 Muljadi Ali Basjah <[email protected]>
>>
>>   Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Dutamardin Umar.
>>
>> Batanyo ambo ciek lai Pak Dutamardin, baa mangko indak ado ciek alah
>> bagai korehan Pak Dutamardin, didalam kaba nan iko-kooah?
>>
>> Babuuek samiang kencongan ka link ka-FB di Pak Dutamardin, padahal takana
>> diambo Pak Dutamardin Umar, adolah fungsional juonyo di RN iko.
>> Apo Pak Dutamardin Umar lah menjabat fungsi pulo di FB, multifungsi bana
>> Pak Dutamardin mah agaknyo, tampak2nyo lah kontan2 langsuang ma-iklankan FB.
>> Kalu ambo indak lupo, pabuekan nan co iko kurang di-inginkan diRN, selain
>> Pak Dutamardin tamasuak cikalbakal RN......koeeh.
>>
>> Atau alah barubah pulo *aturan main* diRN?
>> Kalau lah baganti pulo, mohon maoh ambo Pak Dutamardin (permisi salang
>> sabanta istilah Pak Anwar Djambak nan di *"Kolumpo"* maminteh sabalun
>> hanyuik.. dijunguakan urang)
>>
>> Dan tolong  Ibu2/Bapak2 rang Dapua bisiakan ka ambo aturan main nan
>> aktuil.
>>
>> Ambo indak punyo FB bagai doo Pak Dutamardin, taharok sangaik ambo
>> jadinyo.....tega nian... Pak Dutamardin.....
>> Co dipaharoki.... awak litak (dek Infos) tangan lah babasuah, lulak dek
>> kasawah lah bacuci, eii yai yaiii nasi nan kadihampai Lapau pindah????
>>
>> Tarimo kasih banyak,
>>
>> Wassalam,
>>
>> Muljadi Ali Basjah
>>
>> *Gesendet:* Mittwoch, 27. März 2013 um 02:55 Uhr
>> *Von:* "ajo duta" <[email protected]>
>> *An:* [email protected], [email protected]
>> *Betreff:* [R@ntau-Net] OOT Diaspora di Brunei
>>
>> https://www.facebook.com/notes/efri-yoni-baikoeni/kunjungan-executive-director-diaspora-indonesia-usa-bapak-dutamardin-umar-ke-bru/10152709738195187
>>
>> --
>> Wassalaamu'alaikum
>> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
>> suku Mandahiliang,
>> lahir 17 Agustus 1947.
>> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
>> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
>> ------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Wassalaamu'alaikum
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> suku Mandahiliang,
> lahir 17 Agustus 1947.
> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
> ------------------------------------------------------------
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>



-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke