Assalammualaikum Wr Wb para pembaca yang budiman Komentar Rita dari biliak sabalah
Terima kasih puisinya Uni Iffah. Kami dari UBH justru sangat berterima kasih kepada Uda Akmal, undangan dan semua pihak yang telah mensupport acara ini. Kami juga mohon maaf, jika sambutan kami ada yang kurang baik dan mengecewakan, maklumlah semua dengan segala keterbatasan yang ada pada kami. kalau boleh sedikit mengoreksi. Pak Fachri sekarang bukan lagi Pak Rektor kami. Terhitung tanggal 3 April kemaren, sehari sebelum acara bedah buku dilakukan pak Fachri sudah kembali ke jabatan beliau semula, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, dengan dilantiknya Prof Niki sebagai rektor baru UBH periode 2013 - 2017. Mungkin itu saja koreksinya Uni iffah. Juga kita berhenti bukan di kelok 5, karena kelok 5 ada dalam hutan pesawangan yang banyak kera itu. Kita berhenti kemaren kalau tidak salah di sekitar kelok 28 (kalau nggak salah), hehe. Salam manis, Rita Lukman Wass Hanifah Pada 5 April 2013 14.23, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: > Menelusuri Jejak Buya Hamka Bersama Akmal Nasery Basral & Rita Desfitri > > > > UBH 4 April 2013 > > Undangan bedah buku Tadarus Cinta Buya Pujangga > > Karya Akmal Nasery Basral alias Mak Kusir > > Dari Rita Desfitri yang mengagas acara > > Dengan pembahas Prof. Dr. Ir. Fachri Achmad (Rektor UBH) dan > > Dr. Marsis, M.Pd (Dekan FKIP UBH) > > Merupakan penghargaan tertinggi untukku > > Dan tak mungkin kutolak > > Alhamdulillah Allahpun memberikan kemudahan padaku > > Sehingga walau cuaca kurang bersahabat > > Aku berhasil hadir tepat waktu di ruangan > > > > Kehadiranku untuk beberapa saat tak diketahui oleh Rita dan Akmal > > Dengan santai aku bisa menyaksikan dan menyimak > > Untaian kata sebagai Ketua pelaksana oleh Rita > > Tanganku spontan bertepuk > > Tatkala pantun-pantun yang indah > > Keluar dari mulut Rita > > > > Bapak Iqbal yang melihatku datang > > Memintaku pindah duduk ke barisan depan > > Namun aku merasa nyaman di barisan mahasiswa > > Kulayangkan pandang ke kursi bagian depan > > Melihat dari belakang mencari sosok Akmal > > Tak mudah pula menebak orang yang belum pernah berjumpa > > Akhirnya ku SMS “menolehlah kebelakang, lihat ortu di tengah mahasiswa” > > Berdirilah seorang lelaki tampan yang celingukkan ke belakang > > Disampingnya telah berdiri pula Rita yang menoleh padaku > > Akupun akhirnya pindah tempat duduk > > > > “Saya bukan orang Sastra, dan saya tak punya pisau bedah” > > Kata Bapak Rektor UBH merendah memperkenalkan diri > > Dari pengamatanku > > Hasi bedahnya sangat tajam > > Kelihatan kalau beliau > > Memakai pisau olah rasa dan olah fikir > > Kurasa hasilnya lebih tajam > > Dari kupasan Dekan yang memang ahli sastra > > Kritik yang tujuannya membangun > > Dapat ditangkis dengan indah oleh Akmal > > Aku merasa beruntung bisa menyaksikan bedah buku tersebut > > Pembedahnya seorang yang kaya ilmu tetapi rendah hati > > Alhamdulillah terima kasih ya Allah atas`kesempatan ini > > > > Tadarus Cinta Buya Pujangga (TCBP) > > Berisi tentang kisah Buya Hamka > > Dari kecil sampai berumur 30 tahun > > Ternyata Buya Kecil > > Buya yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tua > > Sehingga otaknya yang cerdas > > Sering mendorongnya berbuat sesuatu > > Yang kadang merugikan dirinya sendiri > > Maupun merugikan orang lain > > > > Bagi orang tua yeng memiliki anak cerdas > > Bertingkah seperti Buya Hamka kecil > > Cepat-cepatlah membaca novel TCBP > > Carilah strategi yang tepat untuk menghadapinya > > Siapa tau sang anak kelak > > Menjadi orang yang lebih hebat dari Buya Hamka > > > > Usai bedah buku > > Kami (Rita, Uni Evy, Akmal, Bapak Iqbal, Hanifah) > > Berfoto sejenak, bukti hadir di acara > > Ritapun mengajakku ikut ke Maninjau > > Mengunjungi rumah Buya Hamka > > Aku tak menolaknya sama sekali > > Ikut bersama Dekan FKIP UBH dan beberapa mahasiswa > > Mengawal Akmal pengarang TCBP > > Bagaikan mimpi indah > > Alhamdulillah > > > > SIMAKA > > > > Jalur yang ditempuh menuju Maninjau > > Adalah jalur SIMAKA > > “Rita sering lewat SIMAKA, menghindari macet”, kata Rita > > Aku yang masih terbayang reruntuhan dengan jurang yang dalam > > Sehingga lututku bergetar dan urung meneruskan perjalanan > > Terpaksa diam dan ikut saja kemana di bawa > > Begitu sampai di lokasi di sekitar Malalak > > Yang membuat jantungku berdebar kencang dahulu itu > > Sudah dipagari dengan seng > > Sehingga tak terlihat lagi jurang yang sangat dalam > > Jantungku aman dari debaran kencang > > > > Maninjau > > > > Kami sampai di rumah Buya Hamka bersamaan dengan azan Magrib > > Kulayangkan pandang ke Danau Maninjau > > Yang mampu menghentikan tangis Buya Hamka kecil > > Danau yang sejak dari Ambun Pagi tampak sangat indah > > Kami berhenti sejenak di kelok ke-5 > > Mengabadikan keindahan Danau Maninjau > > Dikala senja dan malam haripun > > Danau Maninjau memang indah dipandang mata > > Kelap kelip lampu karamba dan rumah penduduk > > Menghiasi pinggiran Danau Maninjau > > Ingin rasanya berlama-lama menatapnya > > Namun kami harus kembali ke Padang malam itu juga > > > > Usai Sholat Magrib di rumah Rita rang Kukuban Maninjau > > Mobil diambil alih Akmal yang terbiasa jadi Mak Kusir > > Dengan kecepatan tinggi > > Mobil melaju dengan kencang > > Berhenti sejenak di Tiku untuk makan Sate Piaman > > Sempat salah jalan di Pariaman > > Kamipun selamat sampai di Padang pukul 11 san malam > > Wajah cemas dan cemberut putriku > > Menyambut kepulanganku > > Alhamdulillah > > > > Padang, 5 April 2013 > > > > > > Hanifah Damanhuri > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
