Sebenarnya secara pribadi kami tak begitu dekat. Cuma sebatas pertemanan
didunia maya via palanta RN. Namun satu hal yang pasti saya mengagumi
tulisannya. Bernas, runut dan menyentuh. Terutama kisah perjalanan haji
beliau dengan isteri.
Kekaguman membuat hasrat ingin bertemu. Pada suatu kesempatan mudik 3 tahun
lalu, janji dibuat. Aku tawarkan di sebuah restoran. Beliau kukuh
dirumahnya saja di Depok. Aku membayangkan akan bertemu dengan seorang yang
besar, tegap dan sehat secara fisik, seperti untaian kata ditulisannya yang
senantiasa mantap.

Sama dengan waktu mencari dan bertemu Mak Ngah alias Inyiak Sunguik di
Santa Cruz, CA. Terbayang tinggi besar dengan kumis melintang. Ternyata
orangnya imut-imut. Begitu juga Uda Darwin. Orangnya imut-imut dengan fisik
yang agak lemah dalam berjalan. Kami berpelukan seperti orang yang sudah
lama tak bertemu. Padahal itu pertemuan darat pertama. Tak lama Uni Kur
juga keluar dengan fisik yang juga kurang sehat, karena pernah kena stroke
juga.

Diruang tamu yang sederhana kami duduk melantai. Tak lama putri beliau Fara
keluar dengan minuman dan kue-kue. Sedang asik maota-ota bermacam kisah,
terutama perjalanan karir beliau sebagai "clean-water engineer", muncul
Renny Ancol. Ponakan ketemu gede itu memang sudah janji akan ikut bergabung.

Terlihat Fara memberi isyarat ke Uni Kur. Rupanya sign kami harus pindah
keruang makan. Memang melalui komunikasi sebelumnya Uda Darwin memang minta
kami datang untuk makan siang. Malah ditanya mau disiapkan apa? "Jangan
kuatir Uni Kur walau orang Ceribon, tapi sudah sangat teruji masakan
Padang-nya", uda Darwin meyakinkan. "Ambo penikmat masakan Sunda. Jadi
sayur asam saja cukuplah", mintaku. Memang nampak terhidang di meja sayur
asam. Tapi disebelahnya itu ada gulai merah merona dengan ikan didalamnya.
Sebagai "ajo Piaman" tentu indak asing ambo jo ikan. Tapi iko agak lain
ikannyo. Kulitnya mengkilat. (Wah, stop dulu ya...nanti disambung)
datang untuk makan siang

-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke