Di Riau , Pemuda Panca Sila pernah di pimpin urang Minang

Sejumlah preman pasa-ikan cukup kondang dulu
Kini Kampung Dalam di Pekanbaru, mirip Kampung Ambon di Jakarta. Karena banyak 
transaksi Narkoba disini

-------------------------------------------------
Gubernur Sumbar Ingatkan "Urang Minang" di Perantauan Tak Jadi Preman

7 April 2013 - 00.54 WIB > Dibaca 404 kali 

 


JAKARTA (RP) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno berharap 
masyarakat Sumbar yang berdomisili di perantauan tetap menjaga dan memelihara 
komitmennya terhadap daerah rantau dan kampung halamannya.

Harapan tersebut disampaikan Irwan sebagai respon atas pernyataan Gubernur 
Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) Sri Sultan HB X yang menyatakan DIY terbuka 
bagi semua etnis asal berkomitmen menjaga ketertiban dan kenyamanan DIY, 
menyusul aksi premanisme di Kota Yogjakarta akhir-akhir ini.

"Dalam sejarah dan kekinian, belum pernah terjadi etnis Minang di rantau 
sebagai pemicu konflik sosial atau melakukan aksi premanisme. Komitmen ini 
hendaknya tetap dijaga dan dipelihara," kata Irwan Prayitno, saat dihubungi 
JPNN, Sabtu (6/4).

Apalagi, menurutnya, Kota Yogjakarta yang dari dulu hingga kini masih menjadi 
salah satu daerah tujuan terfavorit etnis Minang untuk merantau.

"Fakta bahwa masyarakat Minang akrab dengan Yogjakarta terlihat dari banyaknya 
ikatan keluarga Minang, sanggar dan para pelajar asal Sumbar ke Yogjakarta," 
tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sedangkan dari sektor ekonomi lanjutnya, terlihat dari banyaknya pedagang asal 
Minang yang ikut meramaikan pasar-pasar dis etiap sudut Kota Yogjakarta.

"Artinya kontribusi masyarakat Yogjakarta asal Minang relatif lengkap, mulai 
dari sosial budaya, pendidikan dan ekonomi," kata mantan Ketua Komisi Energi 
dan Sumberdaya Mineral DPR RI itu.

Ditegaskan Irwan, bagusnya interaksi warga Yogjakarta asal Minang dengan 
masyarakat setempat menunjukkan bahwa filosofi masyarakat Minang "dimana bumi 
dipijak, di situ langit dijunjung" masih diimplementasikan secara konkrit.

Karena itu dia kembali mengingatkan agar masyarakat Minang dimana pun berada 
agar menjaga nilai-nilai filosofi dan mengimplementasikannya secara 
sungguh-sungguh sebagai kontribusi nyata etnis Minang di panggung bergaulan 
nusantara dan dunia. (fas/jpnn

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke