Provinsi - Hari ini, jam 03:32 WIB
Nasi Kapau di Kongres Makanan Kaki Lima Seluruh Dunia

Pekanbaru, (Antara Sumbar) - Nasi kapau, salah satu sajian kuliner dari
Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, dijadwalkan
disajikan dalam "World Street Food The Congress" (Kongres Makanan Kaki Lima
Seluruh Dunia) di Singapura pada 31 Mei-9 Juni 2013.
"Nasi kapau, sebuah masakan Minangkabau yang sangat populer setara rendang
itu, disajikan di Singapura sekaligus untuk memperluas wawasan terhadap
masakan khas Minangkabau itu," kata KF Seetoh, pencetus ide "The World
Street Food Congress" dan pemilik jaringan Makan Sutra di Singapura dalam
surat elektroniknya yang disampaikan Yulnofrin Napilus, pegiat pariwisata
Sumbar dan diterima Antara Riau, Senin.

Menurut KF Seetoh --founder of Makan Sutra dan penanggungjawab acara dunia
yang pertama digelar--ini, kuliner Minangkabau sudah terkenal, seperti
rendang di nusantara dan sejumlah negara bisa menemukan kuliner khas
berbahan daging itu.

Khusus di Kota Bukittinggi, katanya lagi, bakal disajikannya kuliner nasi
kapau itu di Singapura bersamaan dengan tiga jenis kuliner Indonesia
lainnya yakni kerak telor dan sate kuah Jakarta, nasi campur Manado.
"Selain Indonesia, kongres ini juga bakal diikuti 9 negara lain yakni
Amerika Serikat, Meksiko, Peru, India, Vietnam, Singapura, Cina, Malaysia
dan Filipina," katanya.

KF Seetoh menjelaskan bahwa dirinya telah berkunjung ke Nagari Kapau pada
Jumat 5 April 2013 bersama Marchellinus Hanjaya, panitia "World Street Food
The Congress" di Indonesia dan Nofrins Napilus, pegiat wisata Sumatera
Barat.

Mereka juga menyaksikan pengolahan dan mencicipi nasi kapau di beberapa
tempat, Nagari Kapau. KF Seetoh berkunjung ke Pasar Lereng, Bukittinggi. Di
pasar itu banyak pedagang nasi kapau.
Sementara itu, di Nagari Kapau, KF Seetoh memilih satu pedagang nasi kapau
yang akan menjadi peserta "World Street Food The Congress" tersebut.
"Makanan yang mewakili Indonesia dipilih oleh panitia kongres yang terdiri
dari ahli kuliner Indonesia seperti William Wongso, Bondan Winarno, Iwan
Tjandra, Arie Parikesit dan Marchellinus Hanjaya," katanya.

Namun demikian, KF Seetoh tetap ikut menentukan, dan menyaksikan proses
pengolahannya serta mencicipi semuanya termasuk tiga pilihan lain, kerak
telor dan sate kuah Jakarta dan nasi campur Manado.

Nasi kapau memang sangat khas dan unik karena ada berbagai lauk yang bisa
dipilih untuk melengkapinya. Nasi ini bisa dimakan bersama rendang ayam,
gulai tunjang, pangek ikan mas, gulai tambusu atau usus sapi atau dendeng
batokok. Semua dipadukan dengan gulai kapau yakni gulai sayur nangka muda
yang dicampur kol, kacang panjang, dan rebung.

Penyajian nasi kapau juga unik, karena pedagang yang menjajikannya duduk
lebih tinggi dari bangku pembeli, dan di depannya ada aneka lauk dan gulai
kapau di dalam panci - panci besar. Gulai dan lauknya akan diambil dengan
sendok tempurung bertangkai panjang.

Yulnofrin mengatakan, Seetoh memandang perlu membuat video rekaman jawaban
Bupati Agam, Indra Catri tentang filosofi hubungan budaya makan dengan
tingkat peradaban suatu bangsa.
"Pemerintah daerah Kabupaten Agam satu-satunya jajaran Pemerintah yang
mendukung proses yang dikoordinir oleh William Wongso dan Bondan Mak Nyus
ini," katanya.

Untuk hadir ke WSFC ini, Makansutra membiayai perjalanan satu orang ahli
masak nasi kapau, dua orang asistennya akomodasi, material untuk nasi kapau
dan semua perlengkapan untuk ditampilkan dan dijual di Singapur.

Di Singapore, masih ditambah dua orang lagi yang akan mendampingi mereka.
Keuntungan 20 persen nanti akan diberikan ke ahli masak nasi kapau yang
harus orang asli Nagari Kapau ini.
"Karena atraksi kuliner dunia ini unik maka diperkirakan pengunjung yang
bakal hadir di WSFC di Pit F1 Singapura ini mencapai 30 ribu orang per
hari," katanya. (*/jno)

ANTARA Sumbar
http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/282123/nasi-kapau-di-kongres-makanan-kaki-lima-seluruh-dunia.html


Pada 8 April 2013 16.02, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

> Tantu ko lamak versi ambo, karano di RMM tu ado ikan asin lado hijau jo
> patai satangah masak, goreng ayam lado mudo, samba tanak teri jo patai.
> Gulai asam padeh, taruang goreng gadang-gadang, ikan ambu-ambu lado mudo
> pacah-pacah. Labiah sero dibanding WP favorit Anwar. Hehe...
>
> Eee... Maotaan sindawo ... Carito aa goh haaa ... mangareok paruik MakNgah
> mambaconyo, turun naiak jakun awak ka sumbayang tahajud bagai aaa. Tabaco
> sintak lalok paraksiang 2:00AM PDT Senin.
>
> Salam,
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif
>
> *
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke