Adokah nan kanai urang awak ?
salam
andiko
Selasa, 24 Juli 2012 | 16:35 WIB
Korban `Petrus` 1982-1985 Capai 10 Ribu Orang
TEMPO/ Machfoed Gembong
Foto Terkait
7 Hari Berpulangnya Sondang
Hutagalung<http://www.tempo.co/read/beritafoto/1042/7-Hari-Berpulangnya-Sondang-Hutagalung>
Topik
- #HAM di Indonesia
<http://www.tempo.co/topik/masalah/68/HAM-di-Indonesia>
Besar<http://www.tempo.co/read/news/2012/07/24/078419026/Korban-Petrus-1982-1985-Capai-10-Ribu-Orang#>
Kecil<http://www.tempo.co/read/news/2012/07/24/078419026/Korban-Petrus-1982-1985-Capai-10-Ribu-Orang#>
Normal<http://www.tempo.co/read/news/2012/07/24/078419026/Korban-Petrus-1982-1985-Capai-10-Ribu-Orang#>
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Yosep
Adi Prasetyo mengatakan jumlah korban dari peristiwa penembakan misterius
tahun 1982 sampai 1985 mencapai 10 ribu orang.
Data tersebut ia kutip dari penelitian David Bourchier yang berjudul
"Crime, Law, and State Authority in Indonesia" pada 1990, yang
diterjemahkan oleh Arief Budiman. Sedangkan dari pengaduan yang diterima
oleh Komnas HAM, jumlah korban mencapai 2.000 orang lebih.
"Jumlah tersebut termasuk orang yang ditemukan meninggal atau hilang. Tidak
termasuk yang bisa melarikan diri," kata Yosep, Selasa, 24 Juli 2012.
Menurut penelitian David Bourchier, pelaku pembunuhan bertindak dalam
konteks melaksanakan perintah jabatan di bawah koordinasi Panglima Komando
Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Republik Indonesia, yang
juga berada di bawah komando Presiden Republik Indonesia. Selain pelaku
yang memiliki kewenangan, ditemukan pula bukti adanya pelaku individu yang
bertindak secara aktif dan disebut sebagai "operator".
Bukti tersebut diperkuat dengan bukti-bukti yang ada di lapangan, misalnya
pada tali tambang dan kayu yang digunakan untuk mencekik korban. Menurut
Yosep, alat untuk eksekusi tampak sudah dipersiapkan sebelumnya. Kayu
pegangan dipotong dengan halus, bahkan diserut. Sedangkan jenis ikatan *
clove-hitch* pada talinya menunjukkan bahwa pelaku adalah orang yang
terlatih dan mengerti tali-temali.
"Pola pencekikan dengan tali muncul setelah Menteri Luar Negeri Belanda Van
Den Broek menanyakan mengapa banyak orang yang ditemukan meninggal dengan
luka tembakan," ujar Yosep. Setelah dibombardir protes, teknik pembunuhan
pun berubah dari penembakan menjadi pencekikan dan berbagai cara
penghilangan orang.
Peristiwa Petrus juga ditandai dengan berbagai pola yang ditemukan pada
tubuh mayat. Misalnya Mister X, julukan untuk orang yang ditemukan tanpa
identitas, dalam keadaan tidak bernyawa dengan kedua tangan terikat di
belakang. Mayat ditemukan dengan tiga luka tembakan di kepala atau mati
karena tercekik.
"Selain itu, biasanya di atas tubuh mayat diletakkan uang Rp 10 ribu untuk
biaya penguburan mayat," kata dia.
Selain korban yang ditetapkan sebagai penjahat, korban petrus sering kali
juga berasal dari korban salah tangkap. Misalnya petani dan pegawai negeri
sipil karena bernama sama.
Kejadian petrus sempat menggegerkan dunia karena tidak terjadi di satu
lokasi saja, tapi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Seperti Jakarta,
Yogyakarta, Bantul, Semarang, Medan, Palembang, Magelang, Solo, Cilacap,
Malang, dan Mojokerto.
"Tak tertutup kemungkinan juga ada di lokasi lain, seperti di Bandung,
Makassar, Pontianak, Banyuwangi, dan Bali," ujar Yosep.
*ELLIZA HAMZAH*
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.