Uda Andiko dan mamak2 kasadonyo

 

Sebagai tambahan informasi, masakan masyarakat suku Kaili hampir sama
dengan masakan Padang,

Kebetulan Mertua Dessy urang (Bugis) Palu dan setahun lalu adik ipar
Dessy menikah dengan seorang perempuan dari Suku Kaili, kami dihidangkan
dengan masakan yang mirip dengan masakan Padang dan dihidangkan dalam
dulang seperti yang ada di adat Minang...

Mungkin Uda Ramadhanil Pitopang bisa menambahkan.....

 

Salam,

Dessy,  39 th, Jambak

Jakarta

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Andiko
Sent: 09 April 2013 7:55
To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Re: Datuk Karama, Urang Minang Penyebar Islam di
Palu

 


Serial Minang Diaspora: Duet Datuk di Tanah Sulteng


 

http://umum.kompasiana.com/2009/09/11/serial-minang-diaspora-duet-datuk-
di-tanah-sulteng-11468.html

OPINI <http://www.kompasiana.com/posts/type/opinion/>
<http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gif>
Dibaca: 1326
<http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gif>
Komentar: 8
<http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif>
Nihil 

Bagi masyarakat Sul-Teng, berziarah ke makam orang-orang yang berilmu
agama tinggi tentu hal yang lumrah dilakukan seperti yang dilakukan
orang-orang dimanapun. Termasuk ke makam Datuak Karamah dan Datuak
Mangaji. Kedua perantau Minang yg pedagang  dan juga ulama ini
menyebarkan agama islam di tanah Kaili (Datuak Karamah) dan Parigi
(Datuak Mangaji).

Entah bagaimana mulanya spt dituturkan turun temurun oleh tetua-tetua
setempat, dikatakan bahwa Datuk Karamah datang ke tanah Kaili hanya
dengan menggunakan selembar sajadah. Saya kira cerita ini diluar nalar
yang bisa diterima akal sehat dimana jaman itu belum ada pesawat
terbang, wallahualam.

Berikut cerita yang saya dapat saya rangkumkan:

Satu hal yang sangat penting penyebaran Islam di Tanah Kaili (lembah
Palu) disebarkan oleh Datuak Karamah, seorang pedagang Muslim dari
Minangkabau, selanjutnya ditambahkan bahwa di Parigi (sebuah kota kecil
dekat teluk Tomini) penyebaran Islam dilakukan oleh Datuak Mangaji, yang
telah bersama-sama masyarakat lokal melawan Portugis yang mencoba
membuat benteng disitu....

Diceritakan oleh tetua-tetua Kaili bahwa dulu Datuak Karamah tiba di
tanah kaili hanya dengan selembar Sajadah, kemudian beliau menyiarkan
Islam dengan cara menunjukan kekeramatannya melalui uji ilmu dengan Raja
lokal-PUE BONGO, dimana datuk Karamah berhasil menundukan hati mereka.
Karena ke-karomahan-nya inilah dia dipanggil Datu Karamah.

Dikatakan juga Datuak Karamah akhirnya kawin dengan salah seorang putri
Raja Kaili tersebut yang sekarang beranak pinak di kampung LERE, dekat
Kota Palu. Sementara itu makam Datuak Karamah telah dibenahi pula, di
pagar, di atap dengan kontruksi rumah Gadang khas Minang dan dijadikan
sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat. Untuk penghormatan kepada
jasa beliau Perguruan Tinggi Islam di Palu dinamakan "IAIN DATU
KARAMAH".

Sangat banyak peninggalan yang dibuat oleh Datuak tersebut, misalnya
alat musik tradisional Kaili yang disebut KUKULA, itu sama dengan
TALEMPONG di Sum-Bar, yang menurut tetua kaili juga merupakan
peninggalan sang Datuak.

Setelah periode Datuak Karamah, Islam selanjutnya dikembangkan oleh SIS
AL JUFRI, seorang keturunan Arab, Hadramaud, yang sekarang terdapat
perguruan Al-Khairat yang massanya sampai ke Ternate (termasuk Fadel
Muhammad, Gubernur Gorontalo pernah sekolah di SMP Alkhairat Palu)..

Kaitan lainnya antara Minangkabau dengan Tanah kaili adalah : Gubernur
Sulawesi Tengah adalah perantau Minang bernama ANWAR DATUAK RANGKAYO
BASA NAN KUNIANG, setelah MUNAFRI, yang juga orang Minang. Kemudian
pendiri UNIVERSITAS TADULAKO Palu berkat jasa seorang Minang bernama
Drh. NAZRI GAYUR dt NAN HITAM tahun 1960-an. Yang lainnya adalah RAJO
TIANGSO salah satu fam (marga) terkenal di Palu juga merupakan keturunan
Minang, yang berkerja di "DINAS PU"-nya zaman Belanda. Menurut turunan
beliau, dimana beliaulah orang yang pertama membuka jalan raya
Palu-Parigi di waktu Zaman Belanda.

sumber:
http://groups.google.com/group/RantauNet/browse_thread/thread/3f0bf4af23
fbc5c8?pli=1



Pada Selasa, 09 April 2013 7:53:58 UTC+7, Andiko menulis:

Urang Minang penyebar Islam di Palu


Salam


andiko

Palu Sulteng


Datuk Karama


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(http://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Karama)

Langsung ke: navigasi
<http://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Karama#mw-navigation> , cari
<http://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Karama#p-search>  

Datuk Karama

Lahir

Abdullah Raqie
Minangkabau <http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau> 

Meninggal

Abad 17
Kampung Lere, Palu <http://id.wikipedia.org/wiki/Palu> , Sulawesi Tengah
<http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah> 

Nama panggilan

Dato Karama

Pekerjaan

Ulama <http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama> 

Dikenal karena

Penyebar Islam <http://id.wikipedia.org/wiki/Islam>  di Tanah Kaili
<http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kaili> , Sulawesi Tengah

Agama

Islam

Pasangan

Intje Dille

Anak

Intje Dongko
Intje Saribanu

Datuk Karama atau Syekh <http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh>  Abdullah
Raqie adalah seorang ulama <http://id.wikipedia.org/wiki/Ulama>
Minangkabau <http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau>  yang pertama
kali menyebarkan agama Islam <http://id.wikipedia.org/wiki/Islam>  ke
Tanah Kaili <http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kaili>  atau Bumi
Tadulako
<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bumi_Tadulako&action=edit&red
link=1> , Sulawesi Tengah <http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah>
pada abad ke-17.[1]
<http://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Karama#cite_note-1>  Awal kedatangan
Syekh Abdullah Raqie atau Datuk Karama di Tanah Kaili bermula di Kampung
Lere, Lembah Palu (Sulawesi Tengah) pada masa Raja Kabonena, Ipue Nyidi
memerintah di wilayah Palu <http://id.wikipedia.org/wiki/Palu> .
Selanjutnya Datuk Karama melakukan syiar Islam-nya ke wilayah-wilayah
lainnya di lembah Palu yang dihuni oleh masyarakat Suku Kaili
<http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kaili> . Wilayah-wilayah tersebut
meliputi Palu <http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palu> , Donggala
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Donggala> , Kulawi, Parigi
<http://id.wikipedia.org/wiki/Parigi>  dan daerah Ampana
<http://id.wikipedia.org/wiki/Ampana> .


Syiar Islam


Seperti beberapa masyarakat lainnya di nusantara
<http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara> , pada masa itu masyarakat suku
Kaili juga masih menganut kepercayaan animisme
<http://id.wikipedia.org/wiki/Animisme> /dinamisme
<http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamisme>  yang mereka sebut "tumpuna",
dimana mereka mempercayai adanya makhluk yang menunggui benda-benda yang
dianggap keramat. Namun dengan metode dan pendekatan yang persuasif
serta wibawa dan kharismanya yang tinggi, syiar Islam yang dilakukan
Datuk Karama melalui ceramah-ceramah pada upacara-upacara adat suku
tersebut akhirnya secara perlahan dapat diterima oleh raja dan
masyarakat Kaili. Perjuangan Datuk Karama akhirnya berhasil mengajak
Raja Kabonena, Ipue Nyidi beserta rakyatnya masuk Islam, dan dikemudian
hari Ipue Nyidi dikenang sebagai raja yang pertama masuk Islam di Lembah
Palu.

Datuk Karama atau Syekh Abdullah Raqie tak kembali lagi ke Minangkabau.
Sampai akhir hayatnya, dia dan keluarganya beserta pengikutnya terus
menyampaikan syiar Islam di Lembah Palu, Tanah Kaili, Sulawesi Tengah.


Makam


Setelah wafat, jasad Datuk Karama dimakamkan di Kampung Lere, Palu (Kota
Palu <http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palu>  sekarang). Makam Syekh
Abdullah Raqie atau Datuk Karama kemudian hari menjadi Kompleks Makam
Dato Karama dan berisi makam istrinya yang bernama Intje Dille dan dua
orang anaknya yang bernama Intje Dongko dan Intje Saribanu serta makam
para pengikut setianya yang terdiri dari 9 makam laki-laki, 11 makam
wanita, serta 2 makam yang tidak ada keterangan di batu nisannya.[2]
<http://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Karama#cite_note-2> 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-pala
nta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 


-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke