Tak apa Ajo IJP maju trus, kami yakin ajo IJP psti akn mmenangkan prtarungan 
menuju org no 1 di Piaman. Bravo!!!

salam

afrinaldi sumpur


------------------------------
Pada Rab, 10 Apr 2013 09:27 ICT Indra Jaya Piliang menulis:

>http://indrapiliang.com/2013/04/10/mengapa-saya-maju-via-jalur-perseorangan/
>
>
>Mengapa Saya Maju via Jalur Perseorangan?
>
>Oleh
>
>Indra Jaya Piliang
>Bakal Calon Walikota Pariaman 2013-2018
>
>Bismillahirrahmanirrahim.
> Insya Allah, siang ini, tanggal 10 April 2013, saya bersama Joserizal 
>Mandai, mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Kota Pariaman sebagai
> calon walikota dan wakil walikota Pariaman. Keputusan ini kami ambil 
>setelah melihat perkembangan perolehan tanda-tangan dukungan dan 
>fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang diperoleh. Alhamdulillah, dalam waktu
> yang singkat, sekitar 2 minggu, para relawan berhasil mengumpulkan 
>syarat minimal sebanyak 6.500 dukungan tanda-tangan dan fotokopi KTP. 
>
>Banyak pertanyaan, kenapa saya mengumpulkan KTP? Jujur, sejak awal memutuskan 
>untuk maju dalam pilkada Kota Pariaman, saya menggunakan jalur partai 
>politik, terutama Partai Golkar dan termasuk Partai Amanat Nasional. 
>Hanya saja, sampai hari ini, saya belum mendapatkan kejelasan tentang 
>keputusan resminya. Saya mendaftarkan diri ke Partai Golkar, lalu ke 
>Partai Amanat Nasional, guna mengikuti proses yang terbuka dalam kedua 
>partai tersebut. Setelah mendaftar pada bulan Oktober tahun lalu, 
>sedikit sekali informasi yang saya peroleh. 
>
>Saya punya hubungan 
>historis dengan PAN, mengingat menjadi salah seorang pendiri di 
>Kabupaten Tangerang. Selain itu, saya juga pernah menjadi kader utama, 
>fungsionaris dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat PAN di bawah pimpinan 
>Prof Dr Amien Rais. Walau hanya sebentar di PAN, setelah mengundurkan 
>diri pada tanggal 21 Januari 2001, saya merasa memiliki hubungan 
>emosional. Informasi dari PAN sudah saya gali dari daerah sampai ke 
>pusat. 
>
>Lain halnya dengan Partai Golkar. Saya memang 
>mempersiapkan diri maju lewat Partai Golkar. Saya sudah menyusun rencana dan 
>program pemenangan, dari A sampai Z. Karena yakin bahwa Partai 
>Golkar bisa maju sendiri dan saya hanya perlu untuk menang dari seluruh 
>potensi kader yang mendaftar, maka saya lebih banyak melakukan pelatihan 
>relawan di setiap desa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi 
>langsung di akar rumput. Saya sama sekali tidak melakukan kegiatan 
>pencitraan yang masif, guna meningkatkan popularitas, likeabilitas 
>ataupun elektabilitas. 
>
>Contohnya bisa dilihat dengan gamblang. 
>Baliho atau spanduk yang saya edarkan sama sekali tidak berisi foto atau 
>bahkan nama saya. Tagline “Iko Jaleh Piaman” yang saya usung, dengan 
>maksud menunjukkan apa-apa saja yang ada di Kota Pariaman. Serial 
>tulisan “Iko Jaleh Piaman” di website ini juga menunjukkan usaha saya 
>untuk memetakan masalah-masalah yang ada di Kota Pariaman. Satu-satunya 
>baliho saya di simpang tabuik, hanya memuat gambar saya dalam wajah yang 
>kabur. 
>
>***
>
>Saya sadar bahwa politik adalah proses kerja 
>marathon, bukan lomba lari 100 meter. Bagaimanapun, saya sudah terlibat 
>dalam proses politik dalam tubuh Partai Golkar hampir lima tahun, 
>tepatnya sejak memutuskan bergabung pada tanggal 6 Agustus 2009. Saya 
>langsung terjun sebagai calon anggota DPR RI dengan Daerah Pemilihan 
>Sumbar II. Walau hanya mendapatkan suara 26.599, angka itu jauh lebih 
>banyak dari angka yang diperoleh beberapa anggota DPR RI yang mewakili 
>Provinsi Sumatera Barat. Saya juga berjibaku dalam proses pemilihan umum 
>presiden dan wakil presiden RI, serta tampil di depan. 
>
>Tapi 
>rupanya, apa yang saya lakukan belum cukup. Partai Golkar mengambil 
>keputusan tanpa pemberitahuan. Bahkan, apa program-program saya, 
>bagaimana tim yang saya bentuk, seperti apa pembiayaannya, serta yang 
>lainnya, sama sekali tidak ada yang memeriksa. Saya merasa seperti orang asing 
>di dalam partai sendiri. Padahal, saya bergerak ke banyak daerah 
>di Indonesia melakukan pembinaan, baik secara intelektual, mental, 
>ideologi sampai semangat. 
>
>Baiklah, saya sudah banyak belajar. Dan kini, saya terus belajar. Tiba-tiba 
>saja, muncul informasi bahwa Partai Golkar sudah mengambil keputusan. 
>Keputusan itu mengejutkan saya, 
>karena Partai Golkar lebih memilih untuk mengusung kader partai lain 
>sebagai Calon Walikota dan secara tersirat hanya mengajukan Calon Wakil 
>Walikota dari unsur internal. Padahal, Partai Golkar bisa mengajukan 
>sendiri pasangan calon, tanpa harus berkoalisi. 
>
>Saya mencoba 
>menghubungi Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera I, Bang Andi Ahmad 
>Dara. Saya juga menghubungi Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bang 
>Cicip Soetardjo. Saya berdiskusi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, 
>Bang Aburizal Bakrie.  
>
>Ada banyak yang saya tidak pahami, 
>mengingat perbandingan dengan pilkada di daerah-daerah lain. Kalau 
>tujuannya kemenangan, kenapa tidak bertanya bahwa saya punya program 
>itu? Kalau saya lebih dibutuhkan di tempat lain, katakanlah sebagai 
>anggota DPR RI, paling tidak ada komunikasi juga. Kalau elektabilitas 
>saya rendah, berapa persen angkanya? Dan memang, sejak awal saya belum 
>punya program ke arah itu, sebelum bulan Maret dan April tahun 2013 ini.
>
>Ada apa? Tak banyak yang bisa saya pikirkan. Yang saya lakukan adalah 
>bagaimana menyelamatkan proses pencalonan saya, sebagaimana rencana yang sudah 
>saya susun. Apalagi, banyak relawan saya yang menangis ketika 
>mengetahui bahwa Partai Golkar tidak mengusung saya. Kepada relawan saya 
>ajukan pertanyaan dan sekaligus pernyataan: “Keputusan di tangan 
>kalian. Kalau kalian bilang saya maju, Bismillah. Kalau kalian putuskan saya 
>berhenti, Alhamdulillah.” Relawan saya mengatakan: “Maju!” Bismillah. 
>
>*** 
>
>Untuk
> maju via jalur perseorangan tidak mudah. Pertama sekali, harus ada 
>pasangannya, sebelum tanda-tangan dukungan diminta ke masyarakat, 
>beserta Kartu Tanda Penduduk. Kebetulan, saya pernah bertemu sekali 
>dengan Joserizal Mandai, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariama.
> Dibandingkan dengan pejabat lain, Joserizal menonjol karena memiliki 
>akun twitter. Saya sudah beberapa bulan memfollow akun Joserizal dan 
>sesekali mengintip apa yang ditulisnya. Pertemuan kami yang pertama kali
> itu adalah ketika Tabuik Piaman digelar bulan Oktober 2012 lalu. 
>Diskusi singkat dengan Joserizal meyakinkan saya tentang isi pikirannya. 
>
>Saya hubungi Joserizal via backberry messenger, mengingat saya sama sekali 
>tidak memiliki nomor ponselnya. Done! Joserizal bersedia menjadi Calon Wakil 
>Walikota saya. Segera, tim 
>bergerak. Saya mengirimkan instruksi dari Muara Teweh, Kabupaten Barito 
>Utara. Saya memberi waktu selama 10 hari untuk mencari minimal 7000 
>Kartu Tanda Penduduk. Kalau itu berhasil dipenuhi, berarti syarat utama 
>pencalonan bisa dilakukan. Di luar itu, tim memang saya anggap siap 
>tempur, walau sama sekali belum masuk tahapan itu. 
>
>Perkembangan 
>berikutnya adalah proses yang berantakan. Sedikit sekali KTP yang bisa 
>didapatkan. Soalnya, sudah banyak KTP warga Kota Pariaman yang diambil 
>kandidat walikota yang lain. Apalagi, modal yang saya keluarkan untuk 
>mendapatkan KTP ini hanya Rp. 1.000,- per KTP, sudah termasuk ongkos 
>fotokopi dan biaya relawan, ditambah dengan uang makan Rp. 5.000,- per 
>hari. Karena tidak memuaskan, biaya pencarian ditingkatkan menjadi Rp. 
>1.500,- per KTP, Rp. 2.000,- per KTP, lalu terakhir Rp. 2.500,- per KTP. 
>
>Pelan, namun pasti, hasil-hasil pencarian sudah bisa dicek. Ada 
>proses naik-turun secara grafik. Hanya keyakinan yang membuat saya 
>memutuskan untuk melakukan Deklarasi pada tanggal 31 Maret tahun 2013, 
>padahal jumlah KTP belum sampai sepertiga dari syarat minimal. Beban dan 
>semangat tim meningkat. Dan alhamdulillah, hasil akhir bisa 
>diraih, walau masih minimal. Toh masih ada jalan keluar, bahwa jumlah 
>KTP bisa ditambahkan selama proses verifikasi, kalaupun ada yang 
>dianggap tidak berlaku lagi. 
>
>*** 
>
>Begitulah. Saya maju 
>via jalur perseorangan sama sekali tanpa perencanaan dan persiapan. Ini 
>hanya berdasarkan proses politik yang terjadi. Sampai saat pencalonan 
>ini, dan sampai bulan Mei nanti, saya masih terbuka untuk didukung oleh 
>partai-partai politik, terutama oleh Partai Golkar. Tapi mengingat 
>Partai Golkar sama sekali belum mengeluarkan sepucuk suratpun buat saya,
> saya maju via jalur perseorangan lebih sebagai upaya untuk 
>menyelamatkan proses pencalonan ini. Bahkan dengan hitungan terburukpun,
> 20 kursi DPRD Kota Pariaman bisa mengantarkan sekitar 6 pasangan calon.
> Sampai kini, belum satupun yang mendeklarasikan diri. 
>
>Saya 
>bersyukur memiliki anggota tim yang sudah saya anggap sebagai keluarga 
>sendiri. Tim yang masih lugu, kurang berpengalaman, masih belajar, serta 
>terkadang galau dan bingung sendiri. Alhamdulillah, makin hari 
>kemampuan yang mereka miliki semakin baik, profesional dan rapi. 
>Masing-masing anggota tim menunjukkan keahliannya, tanggungjawabnya, 
>serta dedikasinya. Berada di tengah mereka seperti memberikan tenaga 
>tiga ekor kuda ke dalam diri saya. Saya saksikan mereka tertidur di mana saja, 
>kelelahan, tapi jarang sekali yang mengeluh. Bahkan, mereka juga 
>masih saja bekerja walaupun sakit. 
>
>Proses pencalonan ini saya 
>persembahkan kepada mereka, para relawan. Proses ini juga saya 
>persembahkan kepada saudara Joserizal yang dengan cepat bisa menjadi 
>bagian dari tim. Dan yang terutama sekali, proses ini saya persembahkan 
>kepada warga Kota Pariaman yang memberikan KTP. Kalau dibandingkan 
>antara KTP yang kami peroleh dan jumlah pemilih masing-masing partai 
>politik, jumlah dukungan KTP yang kami dapatkan di atas perolehan 
>masing-masing partai-partai politik di Kota Pariaman pada pemilu 2009. 
>PAN, misalnya, memperoleh 5.118 suara. Partai Golkar memperoleh 3.484 
>suara. Partai Demokrat meraih 3.000 suara.  PKS meraih 2.711 suara. Dan 
>seterusnya. 
>
>Saya berterima kasih kepada warga Kota Pariaman. 
>Insya Allah, inilah koalisi spontan Partai Rakyat Badarai. Dengan 
>kekuatan inilah, kita memulai sebuah langkah panjang, tepat lima bulan 
>sebelum pilkada Kota Pariaman digelar pada hari Rabu, tanggal 4 
>September 2013, sekitar 147 hari lagi. Dengan modal inilah kami 
>bergerak, sekaligus dengan modal ini juga kita menjalankan proses 
>politik yang berliku, bergairah, sekaligus dengan semangat kebahagiaan 
>yang tinggi di Kota Pariaman. Wallahu’alam. 
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke