Ngarai Sianok Rawan, Revitalisasi Jenjang Seribu Terancam

*Bukittinggi, Padek*— Pemko Bukittinggi perlu berpikir secara matang untuk
merevitalisasi objek wisata Jenjang Seribu Bukik Apik yang kondisinya tidak
terawat plus rencana mem­buat kolam membangun kolam renang, serta beberapa
pondok peristirahatan di kawasan Ba­wah Ngarai. Pasalnya, dalam peta rawan
bencana gempa bumi, kawasan Ngarai Sianok termasuk objek wisata jenjang
seribu termasuk dalam zona merah, atau rawan menengah dan zona rawan tinggi.



Dalam peta bencana rawan longsor juga terpantau, bahwa Ngarai Sianok juga
termasuk dalam zona kerentanan mene­ngah dan zona kerentanan ting­gi.
Begitu juga berdasarkan rencana kawasan strategis, ka­wa­san Ngarai Sianok
masuk dalam kawasan bencana gempa bumi, longsor dan gerakan tanah yang
tinggi.



Menanggapi hal tersebut, wakil Walikota Bukittinggi Har­ma Zaldi
mengatakan, revi­talisasi Jentang Seribu di kawa­san Ngarai Sianok Bukit
Apit Kota Bukittinggi, memang perlu dikaji secara mendalam, karena daerah
tersebut adalah termasuk ra­wan bencana gempa bumi, long­sor dan gerakan
tanah yang tinggi.



”Pemko akan mengkaji re­vita­lisasi yang ditawarkan kon­sultan. Jika memang
tidak me­mung­kinkan, cukup merevita­lisasi Jenjang Seribu saja, karena
dalam rencana revitalisasi Jen­jang Seribu konsultan juga akan membangun
kolam renang, serta beberapa pondok per­istirahatan di kawasan Bawah
Ngarai, atau di sekitar tangga bagian bawah. Kondisi ini tentu saja sangat
berisiko besar ter­hadap keselamatan pengunjung, karena bencana itu bisa
terjadi kapanpun,” ujarnya.



Dikatakan, dalam revitalisasi Jenjang Seribu, Pemko Bukit­tinggi
mendapatkan bantuan  pemerintah pusat melalui APBN sebesar Rp 15 miliar
yang dibe­rikan secara bertahap, masing-masing Rp 7,5 miliar tahun 2013 dan
Rp 7,5 miliar tahun 2014 dimana proses perencanan dan proses tendernya
dilakukan oleh Pemprov Sumbar.



Rencana revitalisasi Jenjang Seribu Bukik Apik juga dileng­kapi dengan
sarana kolam re­nang, pembangunan jembatan lintas yang akan terhubung
dengan Janjang Koto Gadang, serta perbaikan infrastruktur sekeliling Ngarai
Sianok. “Tapi dengan masuknya kawasan Ngarai Sianok, sebagai kawasan
bencana gempa bumi, longsor dan gerakan tanah yang tinggi, memang perlu
dikaji secara matang,” jelasnya.



Sebelumnya, kegiatan re­vita­lisasi Jenjang Seribu telah dilakukan tahun
2011 lalu pada bagian atas janjang, termasuk pemasangan lampu jalan. *(*)*

*
*

* Padang Ekspres • Berita Pariwisata • Sabtu, 13/04/2013 12:41 WIB • EDISON
JANIS
*

*http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=42580
*


Pada 13 April 2013 01.45, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

> Mancaliak subyeknyo disangko cako kok ado lo Tembok Cino di Simpang Tembok
> di Bawah Kampuang Cino Bukittinggi. Kironyo Tembok Cino di dalam Ngarai.
> Iyo takicuah lo awak.
>
> Katu ado tim ka Tarusan Kamang lai indak takicuah angku Ibnu Mas'ud?
> Tampak fotonyo rancak-rancak. Mungkin nanti akan ado tulisan ilmiah tantang
> laporan perjalanan pakar geologi ka Kamang tu nanti.
>
> Evy, dihadokan Ngari tu disubalah kita batng aia tu, di ateh Ngarai
> disinanlah Nagari Tabek Sarojo; disinan Soekarno mandok-mandok sabanta maso
> Japang.
>
> -- Makngah
>
> *Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke