Wa'alaikum Salam.

Urusan agama dalam UU No 32/2004 tentang Pemda termasuk kewenangan pusat. 
Begitu juga dalam UUD 1945. Makanya yang ada adalah Kanwil Agama, bukan Dinas 
Agama. 

Dalam Hal lain, masyarakat Pariaman adalah masyarakat yang relegius, dengan 
beragam tarikat. Ada 18 tarekat yang hidup di Pariaman. 

Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki manajemen, Misalnya masjid. Tapi sejauh 
ini, manajemen Mesjid di Pariaman sangat baik. Transparan. Tertulis. Sistem 
badoncek dalam kegiatan keagamaan di Pariaman juga sudah terkenal. 

Insya Allah, saya berkomitmen memperbanyak TPA. Sudah survei ke banyak lokasi. 
Mesjid2 bagus2 di Paraman, tinggal meramaikan dengan kegiatan Taman Pendidikan 
Al Quran. Itupun Kalau tak bertabrakan dengan jam pelajaran sekolah yang luar 
biasa padat sekarang. Siswa makin banyak di sekolah, akibat kurikulum 
Pendidikan yang teramat padat. 

Sent from my iPad

On 11 Apr 2013, at 21:49, [email protected] wrote:

> 
> Assalamu'alaikum w.w.
> 
> Kalau soal komitmen untuak manjadikan kota Pariaman lebih baik dari nan sudah 
> ambo yakin sanak IJP ndak lai awak ragu. Tapi kalau buliah bisa dijaleh an 
> dan di patajam saketek  komitmen soal ABS/SBK. Karano katiko rakyat ko 
> manyarah an amanah ka seorang pemimpin, bukan hanyo pemimpin sajo nan akan 
> diminta pertanggung jawaban nanti di akhirat. Nan mamiliah juo kanai tanyo.
> 
> Singkeknyo, apo kah lai ka batambah elok dari nan kini urusan agama 
> masyarakat kota Pariaman nantinyo? Tantunyo sanak IJP alah mamparsiapkan kiat 
> kiat nyo.
> 
> Mohon maaf ambo dek sato pulo batanyo. Apo lai ambo bukan urang Pariaman 
> kota. Tapi setidak tidaknyo kalau jaleh komitmen agamo sanak IJP, jo doa ambo 
> saratoan. Semoga Allah memberikan amanahko ka pundak sanak IJP.
> 
> Salam,
> 
> 
> Ibnu - rang kamang
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 11 Apr 2013 22:04:29 +0800
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Mengapa Saya Memilih Joserizal?
> 
> Semoga sukses untuk uda IJP.
> Sekadar catatan dari ambo bulan Januari lalu ambo berada di Pariaman dan 
> masyarakat kota Pariaman berdasar pengamatan dan perbincangan yang ambo 
> lakukan alun mengenal IJP secara personal. 
> 
> Pastinyo kini alah labiah banyak 'serangan darat` tetapi tetap sajo harus 
> ditingkatkan sebagaimana saran2 terdahulu di palanta ini karena calon lain 
> lah bergerak cepat. kan ndak cukuik di media nasional, twitter, blog. 
> Tantunyo IJP labiah tau daripado ambo.
> 
> Sekali lagi: Semoga sukses
> 
> Don,32, Perth
> 
> Sent from Samsung Mobile
> 
> 
> 
> [email protected] wrote: 
> 
> 
> Terima ksh. Sy sdh melakukannya jauh2 hari. Makanya ketika tim bergerak 
> mencari KTP, byk bantuan datang. Yg kurang adalah profesionalisme, ini yg 
> dibenahi oleh tim dari Jkt. 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> From: "Benny Farlo" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 11 Apr 2013 14:15:56 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Re: Mengapa Saya Memilih Joserizal?
> 
> Bung IJP..
> Saya sangat tertarik dengan tulisan-tulisan IJP, diberbagai media masa dan 
> sosial..dilihat dari tulisan-tulisannya, Bung IJP polanya cukup sederhana, 
> namun berkaitan dengan tulisan-tulisan Bung di berbagai media yang membaca 
> 'hanya' sekian persen dari pemilih konstituen pemilih, persentasenya lebih 
> banyak pedagang, petani, nelayan dll..
> Selanjutnya, agar konstituen tahu siapa Bung IJP sebenarnya..coba sekali-kali 
> atau rutin turun ke pasar, main gaplek, turun kesawah, tangkap ikan..dan 
> membaurlah disana.
>  
> salam sukses buat Bung IJP, selamat berjuang.
>  
> St. Bunsu
> Pengurus IPPMI Sumsel.
> ----- Original Message -----
> From: Indra Jaya Piliang
> To: Rantau Net
> Sent: Thursday, April 11, 2013 10:34 AM
> Subject: [R@ntau-Net] Mengapa Saya Memilih Joserizal?
> 
> http://indrapiliang.com/2013/04/11/mengapa-saya-memilih-joserizal/
> 
> Mengapa Saya Memilih Joserizal?
> 
> 11 April 2013 0 komentar
> Share on facebook Share on twitter Share on email More Sharing Services
> 
> Mengapa Saya Memilih Joserizal?
> Oleh
> Indra J Piliang
> Calon Walikota Pariaman 2013-2018
> 
> Salah satu pertanyaan yang sering diajukan ke saya adalah mengapa memilih 
> Joserizal? Banyak juga yang bertanya: siapa Joserizal? Dibandingkan dengan 
> nama-nama yang mengapung dalam kontestasi pilkada di Kota Pariaman, nama 
> Joserizal sama sekali tidak disebut. Banyak nama lain yang lebih dikenal. 
> Baiklah, saya akan jelaskan sedikit.
> 
> Saya mengenal Joserizal di akun twitter miliknya, @JoseRi_zal. Setiap kali 
> ada berita tentang Kota Pariaman, Joserizal berkomentar. Atau ketika saya 
> menulis tentang Kota Pariaman. Perkenalan di akun twitter itu sudah 
> berbulan-bulan. Saya baru tahu jabatannya sebagai Kepala Satpol PP Kota 
> Pariaman setelah membaca beberapa tweetnya. Bahkan, Satpol PP punya akun 
> khusus, @Pol_PP_Pariaman. Bagi saya, siapapun yang masuk ranah social media, 
> pastilah lebih terbuka pikirannya (open minded), dibandingkan dengan yang 
> tidak.
> 
> Setiap kali saya ke Pariaman, Joserizal tidak lupa mention. Namun, karena 
> memang merasa tidak punya kepentingan dengannya, saya tidak menyempatkan diri 
> untuk sekadar bertemu. Apalagi, sebelum bulan Oktober 2012 lalu, dalam 
> pikiran saya sama sekali tidak ada keinginan untuk maju sebagai Walikota 
> Pariaman. Saya lebih banyak menyiapkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari 
> daerah pemilihan Sumatera Barat II.
> 
> Pertemuan pertama kali antara saya dengan Joserizal pada tanggal 25 November 
> 2012, tepatnya pada hari perayaan Tabuik Piaman. Pertemuan itu tidak sengaja. 
> Saya menuju lokasi perayaan Tabuik di lapangan Merdeka, lalu foto-foto. 
> Joserizal menegur saya, meminta saya untuk ke atas panggung, bersama dengan 
> para pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya. Saya menolak dengan 
> halus. Dalam beberapa perayaan tabuik sebelumnya, saya memang duduk di atas 
> panggung. Rupa-rupanya, sikap saya itu jadi pembicaraan.
> 
> ***
> 
> Begitulah. Saya memasang foto pertemuan saya dengan Joserizal di blackberry, 
> juga mengirimnya ke facebook. Setiap kali ada pertanyaan tentang siapa calon 
> wakil saya di twitter, saya langsung mention akun @JoseRi_zal. Dan Joserizal 
> juga mengiyakan. Padahal, di keseharian, saya tentu lebih menyibukkan diri 
> dengan proses pencalonan lewat Partai Golkar dan bersiap menunjuk satu nama 
> dari unsur internal.
> 
> Tanpa diketahui Joserizal, saya menitipkan namanya untuk disurvei oleh sebuah 
> lembaga survei. Hasil survei saya dapatkan kemudian. Ternyata popularitas dan 
> likeabilitas Joserizal hampir sama dengan sejumlah nama populer yang disebut 
> layak sebagai calon wakil walikota. Bagaimanapun, masukan orang ke saya 
> tentulah terbatas, dibanding dengan sebaran survei yang mewakili populasi. 
> Hasil survei juga menunjukkan bahwa popularitas saya masih rendah, sekitar 
> 60%. Itu sesuai dengan tahapan demi tahapan yang saya ingin tempuh, yakni 
> sama sekali tidak menggenjot popularitas.
> 
> Ketika DPP Partai Golkar memutuskan tentang calon kepala daerah yang akan 
> diusung, berdasarkan masukan dari DPD Partai Golkar Sumatera Barat, nama saya 
> tenggelam ke nomor urut lima. Dalam dua hari, saya mencoba meminta agar DPP 
> Partai Golkar menggelar survei ulang. Soalnya, berdasarkan hasil survei, 
> lebih dari 60% populasi belum menentukan pilihan. Apalagi, berdasarkan hasil 
> survei itu, elektabilitas tertinggi hanya mendapatkan angka 13%. Menurut 
> saya, sangat rentan bagi Partai Golkar mengambil keputusan, ketika voters 
> masih bimbang dan belum stabil. Rupanya, pihak pimpinan berketetapan dengan 
> keputusannya.
> 
> Informasi yang saya dapat, di jajaran elite partai, saya masuk dalam faksi 
> tertentu yang bukan pengendali partai sekarang. Rekam jejak saya sebagai Juru 
> Bicara Pak Jusuf Kalla dan Pak Wiranto dijadikan sebagai alat ukur. Begitu 
> juga asal ayah saya dari Tanah Datar yang notabene adalah kampung Ibu Mufidah 
> Kalla. Padahal, saya merasa hanya menjalankan tugas partai, bukan tugas 
> seseorang. Saya sama sekali jarang berkomunikasi dengan Pak Jusuf Kalla. 
> Bahkan, nomor ponsel Pak JK sudah tidak ada lagi di ponsel saya.
> 
> Padahal, saya baru saja menghadap Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bang Aburizal 
> Bakrie dan memperlihatkan hasil survei “versi” Benua Institute. Dalam 
> pembicaraan via blackberry messenger antara saya dengan Bang ARB, terlihat 
> ada keterputusan proses pengambilan keputusan. Rupanya Bang ARB hanya ikut 
> rapat-rapat penentuan Calon Gubernur dari Partai Golkar. Sementara, Calon 
> Bupati atau Xalon Walikota berada di bawah kewenangan wakil ketua umum.
> 
> ***
> 
> Saya bergerak cepat, pasca pembicaraan dengan Bang ARB di blackberry 
> messenger. Bang ARB menyarankan saya untuk fight untuk DPR RI. Saya 
> menyanggupi. Tapi, setelah itu, saya melakukan kerja politik untuk terus 
> menyelamatkan proses pencalonan saya di Kota Pariaman. Artinya, tindakan 
> politik saya adalah buah dari pola tindak pribadi saya, tanpa koordinasi lagi 
> dengan jajaran elite partai. Untuk menunjukkan bahwa saya tetap ada dalam 
> jalur pilkada Kota Pariaman, para Relawan Alang Babega yang saya bentuk, 
> sengaja menyambut Bang ARB di Bandara Internasional Minangkabau, tanggal 28 
> Maret 2013.
> “ARB! Alang Ranah Babega!”
> “Aburizal Bakrie! Presiden!”
> “IJP! Walikota!”
> Begitulah yel-yel yang diteriakkan Relawan Alang Babega menyambut Bang ARB. 
> Kami mengawal Bang ARB sampai perbatasan Kabupaten Padang Pariaman dengan 
> Kota Padang. Selesai, saya kembali ke Kota Pariaman. Tiga hari kemudian, 
> tepatnya tanggal 31 Maret 2013, saya dan Joserizal mendeklarasikan diri di 
> Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, dengan tubuh basah diterjang ombak.
> 
> Joserizal juga bergerak cepat. Pasca saya hubungi via blackberry messenger, 
> Jose sibuk mencari kartu tanda penduduk. Rupanya tindak-tanduk Jose 
> diperhatikan betul oleh Walikota Pariaman, Muhklis Rahman. Inti cerita, 
> dengan kesadaran sendiri, Jose akhirnya mengajukan surat pengunduran diri 
> sebagai Kepala Satpol PP Kota Pariaman. Jose baru memberi tahu saya setelah 
> surat itu dia ajukan. Saya sebetulnya tidak ingin Jose kehilangan jabatannya, 
> apalagi penetapan oleh KPU Kota Pariaman belum dilakukan. Jose masih jadi 
> bakal calon Wakil Walikota. Keputusan Jose saya apresiasi. Diam-diam, saya 
> makin paham karakter anak muda berusia 35 tahun yang sebelumnya hanya saya 
> kenal via akun twitter ini.
> 
> Jose adalah alumni Sekolah Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Jatinangor. 
> Walau lahir di Balikpapan, Jose menamatkan pendidikan di SMA Negeri I 
> Pariaman, sekolah tertua di Kota Pariaman. Lengkap sudah, karena saya adalah 
> alumni SMA Negeri II Pariaman. Dalam pandangan saya, apabila kedua alumni 
> sekolah ini    bergabung, akan menjadi sinergi kekuatan yang sangat masif. 
> Walau saya paham, alumni sekolah bukanlah lembaga politik.
> 
> Satu kesamaan saya dengan Joserizal adalah sama-sama menamatkan studi 
> magister di Universitas Indonesia. Jose disekolahkan oleh Walikota Sawahlunto 
> dalam bidang studi pemerintahan daerah.  Usai lulus dari STPDN, Jose bertugas 
> di Kota Sawahlunto. Jose termasuk salah satu tim PNS yang berada di belakang 
> gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh Walikota Sawahlunto, Amran Nur. Dan 
> Amran Nur adalah satu dari 10 kepala daerah terbaik versi Majalah Tempo akhir 
> tahun 2012. Amran berhasil mengubah Kota Sawahlunto dari Kota Hantu menjadi 
> Kota Wisata Tambang yang nyaman.
> 
> Dalam perjalanan yang singkat ini, saya merasa “dijodohkan” dengan Jose oleh 
> alam. Pembicaraan antara saya via telepon dengan Jose baru sekali, setelah 
> saya memintanya sebagai Calon Wakil Walikota. Kamipun baru berdialog beberapa 
> kali. Sama sekali tidak ada kontrak politik antara kami berdua. Tidak ada 
> juga akte notaris tentang pembagian jumlah dana untuk kampanye. Politik bagi 
> saya adalah kontrak hati, bukan kontrak materi, apalagi kontrak pakai materai.
> 
> Dengan Jose, saya merasa sudah melakukan satu langkah besar. Kalah atau 
> menang, saya merasa “menemukan” salah seorang pemimpin Kota Pariaman ke 
> depan, dalam usianya yang sudah mulai matang: 35 tahun. Walau umur saya 
> hampir 41 tahun, saya sama sekali tidak merasa sebagai orang muda. Uban sudah 
> merayapi kepala saya. Kebotakan sudah mulai muncul. Dan di usia ini, alangkah 
> egoisnya kalau saya hanya berpikir tentang karier pribadi. Masa depan jauh 
> lebih mencemaskan, ketimbang piala yang harus saya raih untuk dipajang.
> 
> Besok, Joserizal melepaskan posisi sebagai Kepala Satpol PP Kota Pariaman. 
> Satu pengorbanan yang sudah terlebih dahulu yang dia lakukan. Posisi barunya 
> tentu ada: non job. Selamat datang di dunia pergerakan. Mari bergerak!
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>   
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke