http://m.koran-sindo.com/node/309365
Purwakarta-Karawang Terancam Banjir - Tinggi Air Waduk Jatiluhur Dekati 108
Mdpl
Home <http://m.koran-sindo.com/> » Daerah
<http://m.koran-sindo.com/daerah>» Jawa
Barat <http://m.koran-sindo.com/daerah/jawa-barat> » Purwakarta-Karawang
Terancam Banjir - Tinggi Air Waduk Jatiluhur Dekati 108 Mdpl

PURWAKARTA– Sebagian wilayah Kabupaten Purwakarta dan Karawang terancam
banjir. Pasalnya, Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten
Purwakarta, mulai mendekati angka 108 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan data Perusahaan Umum Jasa Tirta kemarin, TMA sudah berada pada
angka 107+93 mdpl. Artinya, hanya menyisakan 7 cm untuk mencapai angka 108.
Jika terjadi hujan terusmenerus, tak mustahil ketinggian akan melampaui
angka 108. Jika menembus angka 108, peristiwa banjir akan terjadi, seperti
pada 2010, di mana TMA Waduk Jatiluhur mencapai ketinggian 108+42 mdpl dan
menyebabkan banjir di sebagian wilayahKarawangdanPurwakarta.

Beberapa hari ini, hujan di sejumlah daerah di Kabupaten Purwakarta cukup
lebat sehingga dua bendungan lain, yakni Waduk Saguling dan Cirata tidak
mampu menahan air terlalu lamadanbuangairyangmelimpah tersebut ke Waduk
Jatiluhur. Humas PJT 2 Waduk Jatiluhur Imas Aan mengatakan, sampai saat ini
Waduk Jatiluhur masih bisa menahan air, walaupun suplai dari sejumlah
aliran sungai, khususnya Sungai Citarum cukup besar.

Namun, pihaknya mengaku, kondisi waduk tetap dalam keadaan normal dan tidak
membuat PJT mengeluarkan kebijakan untuk membuka hollow jet (pintu air)
atau meledakan Tanggul Ubrug, di Desa Cibinong. “Hingga saat ini TMA
terbilang aman, kalaupun di sebagian wilayah Karawang terjadi banjir, itu
karena sungai di daerah hilir, seperti Cibeet terjadi luapan.

Kami belum mengeluarkan air sebagaimana dalam kondisi darurat,” kata Imas.
Adanya isu PJT telah menjebol Tanggl Ubrug, Imas secara tegas membantah.
Menurut dia, kebijakan itu merupakan pilihan berat bagi PJT pada saat TMA
sudah tidak bisa dikendalikan atau TMA telah berada di atas 110 mdpl.
Penjebolan Tanggul Ubrug dengan cara meledakannya, sebisa mungkin
dihindari.

Fakta sekarang, TMA tetap dapat terkendali dengan ketinggian 107+93 mdpl.
Sebelumnya, warga Purwakarta diresahkan dengan adanya isu penjebolan
Tanggul Ubrug yang beredar sejak (17/4). Kapolsek Jatiluhur Kompol Solihin
Bahrudin menegaskan, setiap langkah yang diambil PJT II pastinya
dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Dia membantah adanya isu
penjebolan tanggul.

“Kalaupun memang benar Tanggul Ubrug diledakan, pastinya kami lebih dulu
mengevakuasi warga di sepanjang aliran sungai yang menjadi buang air waduk.
Selain itu, polisi pastinya dilibatkan. Sekarang ini kondisinya aman-aman
saja dan kepada masyarakat jangan percaya isu atau rumor tak jelas,” kata
Solihin. asep supiandi
 Selasa 23 April 2013

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke