Assalamaulaikum WW. Sato sangenek badiskusi dunsanak-dunsanak.
Menyangkut penggunaan sistem pengobatan tradisional telah masuk dalam undang-undang kesehatan dan sebagai implementasinya terdapat bagian yg disingkat dengan "YANKESTRADKOM" (Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementer" yg dalam istilah asing disebut CAM (Complmentary Anternative medicine" yang meliputi : terapi herbal, ayuverda, akupuntur, TCM, akupresure, pijat dan lain-lain sebagainya. Oleh sebab itu disetiap propinsi di Indonesia hingga saat ini telah terbentuk 33 SP3T (Sentra Penelitian dan Pengobatan Tradisional) yang bertugas mengiventarisasi seluruh jenis tumbuhan /ramuan yang digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari, mendata ahli pengobatan tradisional (BATRA) di setiap propinsi, serta menertibkan/ melakukan penapisan pengobatan tradisional seperti TCM (tradisional Chinese Medicine), India, dan ahli pengobatan asing lainnya. Khusus untuk penggunaan "Herbal Medicine" yang sudah tersertifikasi telah pula direkomendasikan oleh DEPKES melalui Rumah sakit, tapi hingga saat ini RS yg mempunyai Poli Tradisional ini di RS Dr. Sutomo Surabaya diman yg bertnggung jawab ttg ini adalah: dr. Ariayanto Jenosewo, ..Sesungguhnya banyak ahli medis (para Dokter (juga Doktor/PhD) di Indonesia yang sekarang yang sedang mengembangkan pengobatan menggunaan herbal medicine dan memiliki organisasi dibawah Yankestradkom pusat. Sejalan dengan itu Litbang Kesehatan pada tahun 2012 ini baru saja melakukan kegiatan Riset Tanaman Obat Indonesia di seluruh wilayah Indonesia untuk meginventarisasi seluruh tumbuhan obat asli Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan obat baru karena banyak obat-obat sintesis sekarang memiliki efek samping, banyak jenis penyakit yg resisten dgn obat spt Malaria dan yg sangat memberatkan masyarakat adalah harganya sangat mahal. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara besar yg mendapat julukan sebagai Negara Megabiodiversity bersama-sama Brasil, memiliki lebih dari 17.000 buah pulau yang dihuni oleh lebih dari 400 masyarakat adat yang berbeda (MacKinnon, 1992; Pitopang, 2004 ; Pitopang, 2009). Memiliki antara 30.000-40.000 spesies tumbuhan berbunga, jumlah yang melebihi di daerah-daerah tropika lainnya di dunia seperti Amerika Selatan dan Afrika Barat. Berdasarkan hasil kajian yang pernah dilakukan sampai tahun 2000 ditemukan sebanyak 1.845 jenis tumbuhan obat yang tersebar di berbagai formasi hutan dan ekosistem alam lainnya di Indonesia Menurut catatan World Health Organization (WHO), diperkirakan hampir 80% dari umat manusia terutama di negara-negara sedang berkembang masih menggantungkan dirinya pada tumbuh-tumbuhan (ekstrak dan bahan aktif biologi) sebagai bahan obat dan memelihara kesehatannya. Berbagai produk biosprospektif seperti obat tradisional (herbal medicine, homeopathy, aromatheraphy), kosmetika, makanan/minuman tambahan (food suplement) telah beredar di masyarakat mulai dari pedagang kaki lima sampai di supermarket (Heyne, 1987). Sejak zaman dahulu obat tradisional telah dimanfaatkan secara luas dan membudaya dalam masyarakat, merupakan tradisi pengobatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Obat tradisional adalah obat yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, dan campuran dari bahan-bahan tersebut yang belum mempunyai data klinis dan dipergunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman. Ramuan obat tradisional digunakan untuk pengobatan darurat yaitu apabila obat modern tidak segera diperoleh. Sebagian besar peneliti di berbagai negara di dunia menyadari bahwa masyarakat adat atau etnis tertentu memiliki berbagai kearifan, pengetahuan dan pengalaman yang bermakna bagi manusia dan masyarakat modern. Kedekatan mereka dengan alam, pengetahuan mengenai tumbuhan yang bergizi atau mengandung berbagai zat yang dapat mengobati berbagai penyakit dan keberhasilan masyarakat untuk mempertahankan eksistensinya dari generasi ke generasi merupakan sesuatu yang mengandung banyak pelajaran bagi manusia dan masyarakat modern. banyak sumber obat baru sekarang yg diekstrak dari bahan obat herbal seperti "OBAT KANKER" dari tanaman Catharantus rosea, BEGONIA, Myrmecodia dll. Terus bagaimana dengan prospek ekonominya : KRIBB (Korean Research Institute for Biodiversity and Biotechnology" telah merhasil menemukan obat "FLU BURUNG/Bird Flu" yang dikembangkan oleh Roche dari tumbuhan "STAR ANISE" dan dijual dipasaran dengan harga 60 US Dollar, dengan Income Roche sebesar 610,250, 000 US Dollar pada tahun 2009 Sakitu dulu, mhn maaf atas kekurangan ambo. Ramadhanil Pitopang Pemerhati Biodiversity dan Indigenous Knowledge System Indonesia Sekarang dipercaya DEPKES Sulawesi Tengah sebagai Ketua Sentra P3T Sulawesi Tengah (2012-2016) -- Pada Rab, 1/5/13, ZulTan <[email protected]> menulis: Dari: ZulTan <[email protected]> Judul: Re: [R@ntau-Net] Obat Herbal Kanker Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 1 Mei, 2013, 7:58 PM Nde... Lah basemba lo ambo dek Angku Doto. Tapi sapandapek awak, sempat juo ragu. Sabalun mambaco, ambo lansuang lari ka bagian bawah tulisan. Baa dek bitu, biasonyo di sinan latak galehe, samacam kapsul. Jadi lah dirancahnyo lalu masuak ka placebo, urang nan kamancibo ndak payah bana lai mancari ramuan nan bamacam-macam nantun. Tapi dek dugaan ambo ndak tabukti, ndak ado galeh nan dijojoannyo, jan-jan iko memang mangkuih. Sampai tabaco karaguan Angku Doto diambo nan tantu labiah pangalaman di dunya medih dari pado rakyaik badarai co ambo. Salam,ZulTan, L, 52, BogorFrom: [email protected] Sender: [email protected] Date: Wed, 01 May 2013 05:04:43 -0700 (PDT)To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Obat Herbal Kanker Asaalamualaikum....Taruih tarang tingkek picayo ambo taradok info takah iko sangaik randah. Mak Zultan mungkin bisa maetoang e. Sayangnyo informasi sarupo iko menggiurkan dan seolah maagiah angin sarugo. Jadi mambuek urang nan sadang banasib kurang baruntuang nio bakorban apo sajo handak mancubo. Walaupun banyak nan buluih. Antahlah...apo lai bisa dipicayo info sarupo iko. Rahyussalim Sent from my BlackBerry 10 smartphone. From: [email protected]: Rabu, 01 Mei 2013 18:18 PMTo: Email Group Amiroeddin; Email Group Asakinah <[email protected]>, Email Group IKTS Jabodetabek ; R@ntau-net Email Group Rantaunet; AE Amiroeddin Harmen Amiroeddin; AE Ranggi Mukti RakasiwiReply To: [email protected]: [R@ntau-Net] Obat Herbal Kanker Ada obat herbal kanker dari 3 orang penderita yg sdh berhasil sembuh (2 orang Kanker payudara yg sdh menyebar, kanker tulang sdh stadium 4 dan tdk bisa bangun sekarang sdh jalan). Jika ada anggota keluarga atau kenalan yg kena kanker dan sdh buntu jalan penyembuhan, tdk punya dana, sebaiknya pakai resep ini. Ibu Carla yg sdh mulai disembuhkan yg menyebarkan resep ini & dia berkata, sering saya lihat orang CA meninggal bukan karena kankernya tapi karena effek samping kemo yg sangat keras membuat kondisi pasien menjadi tambah lemah setiap kali sehabis kemo. Sering yg sdh sembuh tulangnya menjadi osteoporosis atau rapuh (termasuk gigi) karena kerasnya radiasi/penyinaran juga obat2an kemo. Bahan2 : 1. 150 gr Kunyit Putih 2. 150 gr Kunyit Biasa 3. 250 gr Biang Kunyit 4. 25 gr Jahe Merah 5. 100gr Jahe 6. 125gr Temu Ireng 7. 125gr Temu Putih 8. 2-3bh Pinang Muda (hijau) 9. 15-21lbr daun sirih (jumlah tergantung besar kecil daun sirih) 10. 30 gr Asem Jawa 11 Gula Batu (sesuai selera) Cara buat obatnya : 1) Bersihkan, sikat, cuci, lalu dikeprek bahan2 segarnya 2) Rebus dgn 3.5L air dalam panci khusus utk masak jamu/obat cina/enamel 3) Sampai tinggal 2L air 4) Diminum pagi - siang - malam seperti jamu/air biasa, 2L jatah minum utk 2 hari simpan d kulkas 5) Kalau pancinya kecil boleh direbus dgn 2 L air sampai 1 L utk 2 x rebus Selamat Mencoba, tolong disebar bagi para penderita semoga banyak orang bisa disembuhkan... Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
