Mak Ngah, pak Mulyadi yth,
Minta maaf sabalun ditutuik Thread iko, Kalau pandapek ambo bantuak iko.

Sabananya DEPKES kini sadang giat melakukan penelitian/pendokumentasian serta 
PENAPISAN seluruh pengobatan tradisional termasuk penggunaan ramuan asli 
Indonesia.  dan ini sdh menjadi program mereka, dek itulah thn 2012 tahun nan 
lalu mereka (LITBANGKES) yg dikoordinir Pusat penelitian tanaman Obat di Tawang 
Mangu telah menghabiskan pitih untuak kegiatan RISTOJA (Riset Tanaman Obat dan 
Jamu) yang nantinya tumbuhan yang terbukti kebenarannya secara ilmiah akan 
di"Sertifikasi" oleh Badan Litbang Depkes, 
Tidak dapat disangkal bahwa Banyak obat konvensional dalam bentuk tablet, 
kapsul berasal dari Senyawa Bioaktif tumbuhan yg tergolong matabolit sekunder 
tersebut berupa : Quinine, alkaloid, saponin, tanin dll. 

Senyawa-senyawa kimia organik inilah yg sedang yang di"buru"/diteliti oleh para 
"Phytochemist" di seluruh dunia ini di berbagai lembaga riset, Universitas dan 
lain-lain
Salah satunya Prof. DR. Syamsul Arifin (Urang awak Bukik Tinggi, dosen ITB 
bandung)
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1104282302

melalui proses penelitian yg panjang, termasuk ekstraksi, isolasi, serta 
pengujian "Bioassay"nya menunjukan bahan-bahan "Herbal Plant Medicine" tsb bisa 
dipertanggung jawabkan secara ilmiah. 

Atau Uda Prof. Perry Burhan, salah seorang anggota milist kita yg 
merupakan ahli kimia mungkin bisa menambahkan sekaligus mengkoreksi 
uraian amb

ado link di bawah:
http://www.deherba.com/obat-herbal-vs-obat-modern.html

TAPI tentu banyak juga sistem pengobatan alternative yg tidk teruji kebenaran, 
bahkan banyak pula beredar dipasaran termasuk di dalam jamu-jamu tertentu 
(termasuk jamu gendong, Obat tradisional China ) disusupi dengan senyawa kimia 
"anorganik" yg memang berkhasiat sesaat tetapi memberikan dampak yg merusak 
pada organ tubuh yg lain.

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/09/3/129676/-Izin-Klinik-
http://www.tempo.co/read/news/2013/02/04/060458952/Meninggal-Setelah-Membintangi-Iklan-TCMTCM-Harapan-Baru-Medan-Dicabut

Ambo sendiri sering menggunakan tumbuhan  tertentu dalam sehari-hari , paling 
tdk dalam "Bumbu Masak Minangkabau" yg jumlahnya mungkin lebih dari 40-an 
species tumbuhan ditambah  sayuran yg dilalap sarupo pegagan, pokpohan, 
rimbang, labu japan dll.
TAPi tidak sembarangan mau mengkonsumsi jamu-jamu impor .

Wassalam,
Ramadhanil



  

--- Pada Rab, 1/5/13, sjamsir_sjarif <[email protected]> menulis:

Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]>
Judul: Bls: Re: [R@ntau-Net] Kangker
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 1 Mei, 2013, 11:45 PM

Menkes: Pengobatan Alternatif Tak Bisa Sembuhkan Kanker

Jumat, 01 Maret 2013, 13:48 WIB
Komentar : 1
Antara
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi
A+ | Reset | A-    

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan 
pengobatan nonkonvensional seperti pengobatan alternatif atau herbal 
tradisional tidak bisa menyembuhkan kanker.

"Pengobatan nonkonvensional biasanya menggunakan obat-obatan dari bahan 
tumbuh-tumbuhan yang mengandung antioksidan yang memperkuat ketahanan tubuh," 
kata Menkes Nafsiah Mboi di Jakarta, Jumat.

Karena mengonsumsi obat-obatan herbal itu, kata Menkes, daya tahan tubuh 
penderita kanker mengalami peningkatan. Efeknya, gejala-gejala kanker 
seolah-olah hilang karena daya tahan tubuh meningkat.

"Padahal, sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh masih ada. Ketika penderita 
kanker berhenti minum obat dari dokter, sel-sel kanker bisa muncul kembali," 
tutur Menkes.

Oleh karena itu, Menkes menegaskan bahwa testimoni yang diiklankan 
klinik-klinik kesehatan tradisional sama sekali tidak benar.

Dia meminta masyarakat mewaspadai klinik pengobatan tradisional apalagi yang 
belum terbukti aman dan efektif.

Namun, Menkes mengatakan bahwa Pemerintah tidak menghalangi perkembangan 
pengobatan konvensional. Menurut dia, pengobatan konvensional telah ikut 
mengembangkan kekayaan hayati di masyarakat.

dst:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/03/01/miyyxi-menkes-pengobatan-alternatif-tak-bisa-sembuhkan-kanker

-- MakNgah

--- In [email protected], "Mulyadi Dt MB" <mulyadiyuli@...> wrote:
>
> Assalamualaikum,w,w. 
> Sato sakaki, ancaknyo debat kusir ko dihabihkan sampai disiko sajo, sebab 
> indak nyambuang satu samo lain. Akan mahabihkan enersi dengan alasan 
> masiang2. 
> Ambiak sajo hikmahnyo, maa nan elok info copas tu kito pakai, maa nan indak 
> elok buang jauah2. 
> Kan iyo coitu Prof RP dan Angku Doto RS sarato Apak RNA.
> Wassalam,
> HM Dt.Marah Bangso (56+)
> Rang USA (Urang Sulik Aie) di tapian Sungai Musi
> HMDTMB
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: rn.amiroeddin@...
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 1 May 2013 14:59:19 
> To: R@ntau-net Email Group Rantaunet<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kangker
> 
> Tapi yg ambo copas bukan dr TCM lho, indak ado hubungan dgn TCM, kalau TCM 
> ambopun indak percayo
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: rahyussalim@...
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 01 May 2013 07:43:10 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kangker
> 
> 
> Sasuai bana ambo jo Prof RP.
> Agiah lah pencerahan snek baa bana awak menyikapi info ubek non medis ko Prof.
> 
> 
> Rahyusslim 
> Sent from my BlackBerry 10 smartphone.  
>  
>  
> From: Ramadhanil pitopang
> Sent: Rabu, 01 Mei 2013 21:27 PM
> To: [email protected]
> Reply To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kangker
> 
> 
> 
> Dunsanak,
> mengenai TCM (Tradisional Chinese medicine) serta sistem pengobatan asing 
> lainnya, menurut informasi dari Depkes Pusat pada  meeting/pertemuan seluruh 
> Yankestradkom Propinsi yg dilakukan di Hotel IBIS Jakarta, bahwa mereka harus 
> ditertibkan, termasuk iklan-iklan yang yg berseliweran di Televisi, radio, di 
> jalan dan lain-lain. 
> 
> Aturan yg ada mengatakan bahwa ahli pengobatan asing boleh buka praktek atas 
> izin khusus dari Kementrian Kesehatan Pusat, dengan syarat Mereka harus bisa 
> berbahasa Indonesia dan  hanya boleh sebagai konsultan.
> tap[i kalau kita lihat sekarang sdh menjamur para pengobatan-pengobatan 
> asing, ditambah dengan berbagai produk-produk dari luar yg belum jelas 
> kebenarannya. Untuk itu perlu Penertiban dan PENAPISAN.
> 
> 
> Wassalam,
> Ramadhanil Pitopang
> Palu-48 thn
> 
> 
> --- Pada Rab, 1/5/13, rn.amiroeddin@... <rn.amiroeddin@...> menulis:
> 
> Dari: rn.amiroeddin@... <rn.amiroeddin@...>
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Kangker
> Kepada: "R@ntau-net Email Group Rantaunet" <[email protected]>
> Tanggal: Rabu, 1 Mei, 2013, 8:53 PM
> 
> 
> 
> Pak Rahyussalim ambo tidak ado makasuik menjual Herbal atau vitamin, hanya 
> menginfokan ke sanak2 pengetahuan mengenai cancer yg ambo copas dr Johns 
> Hopkins University secara ilmiah sajo, jangan khawatir ambo manggaleh Camin 
> Mato jo Madu asli dr Badui, silahkan datang ke kadai ambo di blok M Square, 
> copas2 mengenai kesehatan nan ambo yakini tidak menyesatkan ambo sharing ke 
> dusanak di palanta ko, soal ragu, curiga atau apopun terserah nan mambaco, 
> bukankah Allah menyuruh kita utk berfikir, buat ambo indak ado masalah 
> percayo atau indak percayo, toh ambo indak akan rugi, jadi paduli a den jo 
> pandapek urang
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ----------------
> 
> From:  rahyussalim@... 
> Sender:  [email protected] 
> Date: Wed, 01 May 2013 06:25:10 -0700 (PDT)
> To: <[email protected]>
> ReplyTo:  [email protected] 
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kangker
> 
> 
> Galeh e adoh di no 5
> hati2 .......
> Urang akan dimotivasi mambali suplemen dst.
> kan iyo mak 
> 
> 
> rahyussalim 
> Sent from my BlackBerry 10 smartphone.  
>  
>  
> From: rn.amiroeddin@...
> Sent: Rabu, 01 Mei 2013 20:18 PM
> To: Email Group Amiroeddin; Email Group Asakinah 
> <[email protected]>, Email Group IKTS Jabodetabek ; R@ntau-net 
> Email Group Rantaunet
> Reply To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Kangker
> 
> 
> Latest cancer info, from Johns Hopkins University: 
> 
> 1. Smua org memiliki sel kanker dlm tubuhnya. Sel itu tdk terdeteksi dlm 
> standar test bkn krn tdk ada tp krn ukurannya yg dibwh minimum. 
> 
> 2. Sel kanker berada didlm tubuh manusia antara 6 s/d 10x spanjang hidup 
> sseorg. 
> 3. Bila sseorg memiliki kekebalan tinggi mk sel kanker akan dihancurkan & 
> dicegah utk berkembang. 
> 
> 4. Bila sseorg mengalami kemunduran nutrisi, bs krn genetik, lingkungan 
> hidup, cara makan & cara hidup, mk sel kanker akan multiple/berkembang biak. 
> 
> 5. Krn itu mrubah cara diet & minum vitamin/suplemen akan meningkatkan 
> kekebalan tubuh. 
> 6.Chemotherapy,mningkatkan pengembang biakan sel kanker, membunuh sel sehat, 
> merusak hati, organ tubuh lainnya spt hati & paru2. 
> 
> 7. Radiasi mengurangi ukuran sel kanker tp radiasi jangka panjang tdk 
> menghancurkan tumor lbh baik, bhkn membuat sel kanker membentuk 
> kekebalan/resistant & sulit dihancurkn. 
> Operasi terkadang membuat sel kanker menyebar kebagian tubuh yg lain. 
> 
> 
> Bgm cara mmerangi sel kanker yg sebaiknya? 
> 
> A. Gula adlh makanan sel kanker, mengurangi makan gula adlh salah satu cara 
> terpenting utk tdk memberi makan sel kanker. Tp gula buatan spt Nutra sweet, 
> equal dll yg terbuat dr aspartam itu bracun/harmful. Jd gula tebu & madu adlh 
> yg terbaik. 
> 
> B. Susu membuat tubuh memproduksi jamur/mucus, trutama di gastro intestinal 
> tract. Kanker mmakan jamur/mucus. Jd kurangilah susu & menggantinya dgn soy 
> milk yg tdk manis. 
> C. Sel kanker senang pd kondisi acid/asam,jadi makan daging tdk baik utk 
> sesorg dgn sel kanker, sbaiknya makan ikan atau sedikit daging ayam. 
> 
> D. Makan buah2an sangat baik utk membantu tubuh membuat suasana basa & 
> meningkatkan sel sehat. 
> 
> E. Mengurangi minum kopi, teh & coklat. Green tea adalah alternative yg baik, 
> air adalah yg terbaik.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke