Dari Haluan kita baca:

IDI Tuntut Kesejahteraan Dokter Daerah Terpencil 
<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23577:idi-tuntut-kesejahteraan-dokter-daerah-terpencil-&catid=1:haluan-padang&Itemid=70>
  [image: 
PDF]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=23577%3Aidi-tuntut-kesejahteraan-dokter-daerah-terpencil-&format=pdf&option=com_content&Itemid=70>
  [image: 
Cetak]<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=23577%3Aidi-tuntut-kesejahteraan-dokter-daerah-terpencil-&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=70>
  [image: 
Surel]<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=c8a66c956f6f9478dc6126ebeca5941787090d80>
   Selasa, 21 May 2013 02:06   

*PADANG, HALUAN — *Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar menuntut 
kesejah­teraan dan kenyaman mereka bertugas, terutama yang berada di daerah 
terpencil.

Hal ini disampaikan ratusan anggota IDI Sumbar dalam aksi damai di Gedung 
Rangkayo Basa Padang, Selasa (20/5), dalam penyampaian tujuh petisi dari 
IDI Sumbar. 

Ketua IDI Sumbar  Menkher Manjas meng­­harapkan adanya penyesuaian 
penda­pa­tan para dokter sesuai dengan panduan kom­pen­sasi dokter dan jasa 
medik IDI tahun 2008.
.. dst lihat Haluan,
-- MakNgah

On Monday, May 20, 2013 1:29:53 PM UTC-7, Mochtar Naim wrote:
>
>  
>  
>  
> *BATALKAN RENCANA PEMBANGUNAN KOMPLEKS*
> *LIPPO GROUP DI KOTA PADANG *
> *YANG BERBAU KRISTENISASI *
> *DI TENGAH MASYARAKAT MUSLIM*
> *MINANGKABAU*
> *DAN KEMBALIKAN ANUGERAH UANG PELICIN *
> *YANG MEREKA BERIKAN*
> *KEPADA PARA PEJABAT DAN LAINNYA*
> *YANG MENDUKUNGNYA*
> * *
> *Mochtar Naim*
> *21 Maret 2013*
> * *
>    M
> ASYARAKAT Muslim Minangkabau (dan Melayu umumnya) sejak semula adalah 
> masyarakat yang terbuka yang bersedia menerima siapapun yang datang dengan 
> tujuan mulia dan saling menguntungkan. Tetapi masyarakat Muslim Minangkabau 
> sebaliknya menutup pintu bagi siapapun yang tujuannya adalah untuk 
> menyebarkan kristenisasi di tengah-tengah mereka. Mereka dari semula sudah 
> punya pegangan hidup: “Orang Minang adalah orang Islam. Mereka berhenti 
> jadi orang Minang kalau mereka keluar dari Islam.” Ini adalah harga mati 
> yang sudah ditanamkan sejak semula yang juga tercermin dari filosofi hidup 
> mereka: “ABS-SBK” (Adat Bersendi Syarak – Syarak Bersendi Kitabullah). Dan 
> ini adalah juga cerminan dari pegangan hidup mereka yang menempatkan 
> Kitabullah Al Qur’anul Karim sebagai pedoman hidup tertinggi mereka. Al 
> Qur’an mengingatkan: “Kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kecuali 
> engkau mengikuti agama mereka.”  Dan peringatan Al Qur’an ini berlaku 
> untuk sepanjang masa. Karenanya, bedakan hubungan yang sifatnya kemanusiaan 
> semata dengan hubungan yang sifatnya menarik kamu ke dalam agama mereka. 
>  
>  
> SELANJUTNYA DI ATTACHMENT !!!
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke