Ironi di nagari nan aia e sambuah alah berlimpah ruah.
Salam,
Suryadi
________________________________
Dari: Sjamsir Sjarif <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Rabu, 22 Mei 2013 13:14
Judul: [R@ntau-Net] Layanan Air Bersih di Indonesia Paling Buruk di Dunia
Layanan Air Bersih di Indonesia Paling Buruk di Dunia
Rabu, 22 Mei 2013 | 16:35
Ilustrasi air [pos kota]
Berita Terkait
* Banjir di Hulu, Pelayanan Air Bersih di Denpasar Terganggu
* Krisis Air Bersih Melanda Lampung
* Wajar Tuntutan Warga atas Pemotongan Biaya Air
* Debit Air Baku Kalimalang Belum Normal
* Konsumsi Air Minum Kemasan Ancam Persediaan Air Bersih
[BOGOR] Indonesia disebut-sebut sebagai negara dengan
layanan air bersih paling buruk di dunia. Kesulitan akses ke sumber daya air
lambat laun akan menimbulkan kepunahan. Permasalahan air dan pangan yang mulai
menghantui ini perlu pendekatan sains dan teknologi.
Executive Director Asia Pasific Centre for Ecohydrology yang juga
peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Herry Harjono
menegaskan bahwa dalam pemanfaatan air perlu mempertimbangkan
keberlanjutan sumber daya air.
"Untuk membuat satu cangkir kopi saja, dalam proses pengolahannya
memerlukan 140 liter air. Bahkan untuk membuat satu unit komputer
dibutuhkan 20.000 liter air," katanya dalam seminar menyambut Hari
Keanekaragaman Hayati (Kehati) Air dan Keanekaragaman Hayati di Gedung
Kusnoto LIPI di Bogor, Rabu (22/5).
Di samping itu lanjutnya setiap ton produk pangan membutuhkan air, untuk
1 ton daging membutuhkan 15.500 liter air dan 1 ton beras 3.400 liter
air.
dst lihat rujukan Suara Pembaruan:
http://www.suarapembaruan.com/home/layanan-air-bersih-di-indonesia-paling-buruk-di-dunia/35909
Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.