Assalamua'alaykum Mamak-Bundo dan sanak sapalanta..

*Jumirah yang sehari-hari
bekerja di RSU Yos Sudarso bagian gizi, sebelum dikristenkan, lebih dulu
dihamili salah seorang Satpam RSU Yos Sudarso*

Sebuah berita yang bisa memberikan gambaran...
Mudah-mudahan bisa membuka mata kita semua, terutama yang selama ini
menanyakan " Coba sebutkan contoh bukti pemurtadan  lewat rumah sakit di
Sumbar..."

Astaghfirullah al'adziim..


*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*


_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."


Pada 27 Mei 2013 07.33, <[email protected]> menulis:

>
>
> Skip to site navigation (Press enter)
>
> [RantauNet] Di RS Yos Sudarso: 2 Karyawan Dimurtadkan, 15 Diintimidasi
>
> Rinaldi Munir⁠ Tue, 30 Jul 2002 22:02:29 -0700
>
> Kristenisasi di ranah minang semakin parah saja. Ini berita dari koran
> mimbarminang padang edisi 31 juli 2002
>
>
> wassalam
> Rinaldi Munir
> Bandung
>
>
> Di RS Yos Sudarso: 2 Karyawan Dimurtadkan, 15 Diintimidasi
>
> Padang, mimbarminang.com � Dalam surat pernyataan sikapnya, 29 Juli 2002,
> ditujukan kepada pimpinan RSU Yos Sudarso, Gerakan Muslimin Minangkabau
> (GMM)
> Sumbar mengecam keras tindakan intimidasi dan kritenisasi yang dialami
> pegawai
> beragama Islam itu.
>
> Selain GMM, upaya kristenisasi dan intimidasi tersebut, dikecam anggota
> DPRD
> Sumbar dan Lembaga Hak Asasi Manusia (LHAM) Sumbar.
>
> Dari hasil investigasi GMM Sumbar, sebanyak 15 pegawai RSU Yos Sudarso yang
> beragama Islam, mendapat tekanan berat dari atasannya. Mereka diancam atau
> diintimidasi, karena memakai pakaian muslimah (jilbab) sebagai jatidiri
> seorang
> kaum muslimah.
>
> �Kami berharap pimpinan RSU Yos Sudarso menyikapi persoalan ini dengan
> bijaksana, agar jangan terjadi permasalahan baru yang berkaitan dengan Suku
> Agama Ras dan Antar Golongan (SARA),� tulis Ketua Umum dan Sekretaris GMN
> Sumbar, Mayor Pol. (Purn) H. Ma�at Acin RB dan M. Yunus.
>
> Untuk menghindari permasalahan di kemudian hari, GMM Sumbar mengingatkan
> supaya
> pimpinan RSU Yos Sudarso secepatnya menyikapi kasus diskriminasi dimaksud
> dengan arif dan bijaksana.
>
> Menurut GMM Sumbar, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso mengancam dan melakukan
> diskriminasi terhadap pegawai yang beragama Islam, sangat bertentangan
> dengan
> Intruksi Presiden No 1 tahun 1965 tentang Pedoman Beragama.
>
> Disamping itu, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso juga sangat berlawanan dengan
> keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 01/Ber/Mdn/1969
> tentang pelaksanaan tugas aparatur pemerintahan dalam mengamankan
> ketertiban.
>
> Kemudian di sisi lain, GMM Sumbar menilai, sikap pimpinan RSU Yos Sudarso
> sangat berlawanan dengan HAM.
>
> Oleh karena itu, kalau pegawai RSU Yos Sudarso yang beragama Islam tadi
> tidak
> mendapat keadilan�padahal keadilan itu semestinya harus mereka dapatkan�,
> maka
> dikhawatirkan permasalahan ini, akan bertambah runcing.
>
> Sementara itu, LHAM Sumbar, menyebutkan sedang mempelajari sejauhmana
> permasalahan itu berlawanan dengan HAM.
>
> �LHAM tetap komitmen menegakkan HAM siapapun yang merasa dirugikan. Tentu,
> lebih dulu mempelajari agar dalam melaksanakan tugas tidak salah,� kata
> Ketua
> LHAM Sumbar Brigjen Pol. (Pur) H. Bulkaini menjawab Mimbar Minang, kemarin
> di
> Padang.
>
> Kemudian kecaman atas kasus itu juga disampaikan Angota Komisi E DPRD
> Sumbar,
> Drs.H. Khaidir Khatib Bandaro. �Kami sangat menyesalkan kejadian itu. Bila
> hal
> ini dibiarkan begitu saja bisa memancing emosi kelompok agama tertentu,�
> ulasnya.
>
> Anggota Dewan dari Fraksi Amanat Nasional (FAN) ini mengatakan, sikap
> pimpinan
> RSU Yos Sudarso itu, dapat mengurangi persahabatan antarumat beragama di
> Sumbar
> yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
>
> Untuk itu, sebelum persoalan ini semakin berkembang, pimpinan RSU Yos
> Sudarso
> melakukan perbaikan manajemen dengan baik.
>
> Dimurtadkan
>
> Selain mengutuk diskriminasi dan intimidasi terhadap 15 pegawai beragama
> Islam,
> GMM juga menceritakan bahwa ada dua pegawai RSU Yos Sudarso sudah
> dimurtadkan
> (keluar dari agama Islam).
>
> Mereka adalah Fedelia Afridawati Johor dan Jumirah. Jumirah yang
> sehari-hari
> bekerja di RSU Yos Sudarso bagian gizi, sebelum dikristenkan, lebih dulu
> dihamili salah seorang Satpam RSU Yos Sudarso. Sekarang laki-laki yang
> diduga
> menghamili Jumira bekerja sebagai Satpam di sebuah bank di Padang.
>
> GMM Sumbar menilai persoalan kristenisasi dan intimidasi terhadap karyawan
> yang
> beragama Islam di RSU Yos sudarso, harus mendapat tanggapan serius dari
> berbagai pihak, terutama instansi terkait.
>
> Surat pernyataan sikap GMM itu, tembusannya juga dikirim kepada 14
> instansi.
> Antara lain disampaikan kepada Gubernur, Ketua DPRD, Kepala Dinas
> Kesehatan dan
> Kesejahteraan Sosial, Pimpinan Muhammadiyah, Ketua DDI dan Ketua MUI
> Sumbar,
> Walikota Padang, DPRD Padang serta Kantor Departemen Agama Kota
> Padang.(awk)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke