Padang Ekspres • Selasa, 28/05/2013 13:31 WIB • Redaksi • 319 klik

*
*

*Padang, Padek* —Meski Ke­pala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)
Sumbar membantah ki­cauan@TrioMacan2000<http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000>,
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ber­janji menindaklanjuti infor­masi dugaan
penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) Sumbar-Riau yang disebar­kan akun
Twitter anonim itu.



Gubernur berencana akan meng­­­­­komunikasikan kicauan
@TrioMacan2000<http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> itu
dengan unsur muspida, salah satunya Ka­polda Sumbar. Ini untuk
m­e­minimalisir praktik penye­lun­dupan BBM dari Sumbar ke da­erah lain. Ia
meng­klaim Pem­prov tetap melakukan penga­wasan penyaluran BBM di
masyarakat.



“Terus terang, informasi yang diekspose
@TrioMa<http://twitter.com/#!/@TrioMa>­can2000
baru saya dengar. Dalam rapat muspida, tidak pernah itu mengemuka,”

ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di auditorium Gu­bernuran, kemarin
(27/5).



Ia menyebutkan, modus pe­nyelu­ndupan BBM subsidi yang diungkap
@TrioMacan2000 <http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> jamak ter­ja­di di
seluruh daerah. BBM bersubsidi dijual  ke industri dengan harga tinggi.
Demikian juga infor­masi ada­nya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam
kasus ini.



“Tentu saja ini perlu pem­buk­tian. Untuk selanjutnya, dilakukan perbaikan.
Untuk penindakan, itu gawenya ke­po­li­sian. Kita tak punya ke­wenangan
untuk melakukan pe­nin­dakan,” tuturnya.



Diberitakan sebelumnya, akun Twitter
@TrioMacan2000<http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> kembali
bikin sensasi. Jika dulu pernah berkicau tersangka kasus dugaan korupsi
pemba­ngunan RSUD Su­ngai­dareh, Marlon Martua mela­rikan diri ke Malaysia,
kini @TrioMacan2000 <http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> menginfor­ma­sikan
dugaan adanya prak­tik pe­nyimpangan minyak ta­nah bersub­sidi di Sumbar ke
Riau.



@TrioMacan2000 <http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> me­nye­but Dinas ESDM
Sumbar telah meng­ungkapkan modus pe­nyimpangan minyak tanah yang
melibatkan ok­num aparat dan pejabat Perta­mina. Na­mun, informasi itu
diban­tah Kepala Dinas ESDM Sumbar Marzu­ki Mahdi.



“Itu sama sekali tak benar, tak pernah ada kami mela­kukan ekspos seperti
yang disampaikan@TrioMacan2000 itu,” ucap Marzuki Mahdi.



Dalam tweet yang dise­barkan
@TrioMacan2000<http://twitter.com/#!/@TrioMacan2000> di
media sosial secara panjang lebar itu, disebutkan penyim­pangan minyak
tanah terjadi di mana-mana dan selalu meli­batkan oknum aparat, Perta­mina
dan BPH Migas. Menu­rutnya, itu terjadi karena di­spa­ritas harga di
pasaran.



Di Sumbar, kuota minyak tanah selalu habis pada Agus­tus-September setiap
tahun sehingga terpaksa minta tam­bahan ke pusat dan menjadi beban APBN.



Aksi penyelundupan mi­nyak tanah juga diperparah pengawasan di perbatasan
antar­provinsi yang lemah. Apalagi, kata TrioMacan, ba­nyak oknum aparat
yang men­jaga proses pemindahan mi­nyak tanah dari tangki merah (Sumbar) ke
Biru (Riau). Bah­kan setiap mobilisasi mobil tangki hasil penampungan
minyak tanah subsidi itu, ok­num aparat selalu ikut men­jaga. *(ayu)*

[ Red/Administrator ]

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke