Dari milis lain...
Mudah-mudahan ndak ado dunsanak nan kanai pulo...
Banyak macamnyo penipuan kini...
Bahkan ado pulo nan lain berkedok investasi emas syariah..
Yang dibuek ndek urang nan non muslim juo...
Agamo kito di bawo-bawonyo untuak penarik minat...

Buat Para Sahabat.

Buat teman teman saat ini marak berabagai macam investasi, dan terutama
investasi emas. Please berhati hatilah. sebisa mungkin jangan berinvestasi
emas dengan model model membeli emas yang lebih tinggi dari harga ANTAM.
Ini salah satu contoh Kasus saja Mudah mudahan jadi pencerahan.

-------------------

http://news.detik.com/read/2013/05/22/090812/2252528/10/direksi-pt-primaz-diduga-larikan-19-ton-emas-nasabah?9911012

*Jakarta* - Sejumlah nasabah melaporkan direksi PT Peresseia Mazekadwisapta
Abadi (Primaz) ke Polda Metro Jaya. Mereka diduga telah melakukan penipuan
dan penggelapan investasi emas dengan kerugian total diperkirakan mencapai
Rp 2,4 triliun.

"Jadi total emas yang diinvestasikan nasabah itu mencapai 1,9 ton emas
batangan atau kalau dirupiahkan mencapai 2,4 triliun rupiah," kata kuasa
hukum pelapor, Angga Herlambang, Rabu (22/5/2013).

Angga mengatakan, Budi Lasmono yang merupakan direktur utama dan Lie
Kurniawan yang menjabat sebagai direktur di PT Primaz tersebut, menghilang
sejak 3 bulan lalu.

"Mereka diduga melarikan dana dan emas milik para nasabah," kata Angga.

Diceritakan ia, direksi selaku penanggung jawab perusahaan tidak menepati
janji mereka dalam memberikan fasilitas yang ditawarkan kepada para
nasabah. Fasilitas yang dimaksud berupa keuntungan 2,4 persen tiap bulan
dan Buy Back Guarantee (BBG) atau jaminan uang kembali seharga pembelian
awal dalam termin tertentu.

Primaz yang berkantor di Ruko Mega Grosir ITC Cempaka Mas Blok F14, Jakarta
Pusat ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam investasi logam mulia.
Mulai berdiri sejak November 2011, Primaz telah berhasil mengumpulkan 3
ribu nasabah dari berbagai daerah di tanah air.

Primaz menjual dan membeli emas 24 karat dengan memberikan diskon berkala
dan garansi beli kembali pada harga awal. Primaz menawarkan penjualan emas
dengan harga lebih tinggi dari pasaran yakni Rp700 ribu pergram dengan
keuntungan 2,5 persen yang akan didapat tiap bulan.

Nasabah yang akan berinvestasi di Primaz harus melakukan pembelian emas
minimal 1 Kg atau Rp 70 juta. Dengan simulasi konsumen membeli harga Rp 700
juta (1Kg LM 24 karat/999,9) disimpan selama 6 bulan.

"Nah setiap bulan, nasabah ini akan mendapatkan keuntungan berkala sebesar
2,5 persen atau Rp 17,5 juta dari harga simulasi tadi dan pada akhir
kontrak, nasabah bisa mengembalikan logam mulia yang dibelinya dengan harga
awal pembelian ke Primaz, itu yang disebut BBG," jelas Angga.

Awalnya, semua berjalan lancar. Hingga kemudian timbul permasalahan pada
pertengahan April 2013, tepatnya tanggal 16 April. Primaz, kata Angga,
mengabil keputusan pengurangan prosentase keuntungan kepada para nasabahnya.

"Alasannya karena harga emas di pasar Indonesia dan internasional merosot
serta banyaknya perusahaan investasi emas yang gulung tikar sehingga banyak
nasabah yang melakukan BBG," kata dia.

Tidak hanya itu, direksi PT Primaz juga menjanjikan tetap akan memberikan
bonus yang 2,5 persen, namun BBG dihentikan dan akan diganti dengan sistem
pembayaran baru yakni dengan membayarkan diskon berkala enam bulan di muka
dengan termin H+30 sebesar 12 persen dan H+180 sebesar 12 persen sejak
invoice diterbitkan.

Dengan adanya keputusan tersebut dan ditambah pula direksinya menghilang,
sangat merugikan para nasabah. Oleh karena itu, para nasabah tersebut
melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada Jumat pekan lalu.

Dalam laporan resmi bernomor LP 1643/VII/2031/ PMJ/ Ditreskrimum/ Polda
Metro Jaya, dengan dugaan melanggar pasal 378 tentang penipuan dan 378
penggelapan, nasabah melaporkan Direktur Utama Budi Lasmono, dan Direktur
Lie Kurniawan.

Sementara itu, salah satu nasabah bernama Robert mengaku telah dirugikan
dengan kasus tersebut. Emas batangan yang telah ia beli dari Primaz, tidak
bisa dijual ke perusahaan sejenis lainnya.

"Ini kan emas batangan. Kalau dijual ke perusahaan investasi serupa, mereka
mana mau beli dengan harga Rp700 ribu pergram. Dijual ke pasaran pun harga
emas pasaran kan tidak sebesar itu. Jadi kami sangat dirugikan," kata
Robert.


*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*


_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke