Karuak taruih, bia nak mangarepuik susui juo bumi ko co limau puruik kanai 
paneh.
 
Salam,
Suryadi
 

________________________________
 Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 1 Januari 1970 1:00
Judul: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Lah ditamuan lo Gas 2 Triliun Kaki Kubik di Papua 
dek ughang malaysia
  
Jo penemuan ko nampak no Genting Oil jadi perusahaan minyak dsn gas Malaysia ka 
duo nan ka produksi di Indonesia setelah Petronas. 
Petronas lah dalam tahap konstruksi fasilitas produksi dilapangan Bukit Tua 
lepas pantai Madura jo lapangan Kepodang lepas pantai Muria Jawa Tengah.

Wassalam
Tan Ameh (54+) 
Sent from my BlackBerry 10 smartphone. 
From: St. eF Al Zain Sikumbang
Sent: Tuesday, May 28, 2013 20:11 PM
To: [email protected]
Reply To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] (OOT) Lah ditamuan lo Gas 2 Triliun Kaki Kubik di Papua 
dek ughang malaysia 
Jakarta - Perusahaan minyak dan gas (migas) asal 
Malaysia, Gending Oil berhasil menemukan gas bumi dengan cadangan 
mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF) di Papua. Lokasi temuan cadangan gas cukup 
besar tersebut berdekatan dengan lokasi BP Tangguh, Papua."Ada berita cukup 
baik, Genting Oil ketemu gas 2 TCF di Papua dekat BP 
Tangguh," ucap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan 
Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, ditemui di Ruang Komisi VII 
DPR, Selasa (28/5/2013).Menurut Rudi, Genting Oil adalah 
perusahaan minyak asal Negeri Jiran Malaysia. "Nantinya alokasi 2 TCF 
tersebut akan kita manfaatkan untuk industri petrochemical yang dari 
dulu direncanakan dari gas Tangguh, tapi keburu gas Tangguh jadi LNG dan 
diekspor," ungkapnya.Rudi menuturkan temuan cadangan gas cukup 
besar ini menjadi 'obat' bagi Indonesia, terkait hengkangnya 6 
perusahaan miigas yang gagal mendapatkan Migas di Wilayah Indonesia 
Timur."Ini kabar gembira, dari kabar 6 perusahaan migas yang 
bakal cabut karena gagal dapat minyak, kita patut senang Genting dapat 
gas lumayan besar, tapi kita juga patut empati karena 6 perusahaan migas gagal 
dapat migas. Kita perlu cari jalan keluar agar mereka yang kabur 
dan perusahaan lain agar kembali berminat investasi di Indonesia salah 
satunya dengan insentif dari pemerintah yang saat ini sedang dikaji," 
tandasnya.Sumber : 
http://finance.detik.com/read/2013/05/28/190240/2258398/1034/perusahaan-migas-malaysia-temukan-gas-2-triliun-kaki-kubik-di-papua?991104topnewsAlhamdulillah,
 yo kayo nagari wak ko,, 
Wassalam,



st. eF Al Zain Sikumbang
KL --  . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~  * Isi email, menjadi 
tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, 
melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail 
attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;  3. One Liner. - Anggota 
WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian 
tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk 
mereply email lama & mengganti subjeknya. 
=========================================================== Berhenti, bergabung 
kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/ ---  Anda menerima pesan ini
 karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti 
berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke 
rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi 
https://groups.google.com/groups/opt_out.      
--  . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~  * Isi email, menjadi 
tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, 
melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail 
attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;  3. One Liner. - Anggota 
WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian 
tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk 
mereply email lama & mengganti subjeknya. 
=========================================================== Berhenti, bergabung 
kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/ ---  Anda menerima pesan ini
 karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti 
berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke 
rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi 
https://groups.google.com/groups/opt_out.       

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke