(DEDE AMRI, Wartawan Muda) – Apalah arti sebuah nama? Ini penggalan kalimat
dari pujangga pesohor, William Shakespeare. Namun kata bijak di atas ini
tidak berlaku bagi salah satu pasangan suami-istri ini, Hadyun Chan (53)
dan Zurmanita (43). Bagi pasangan yang berprofesi sebagai petani dan ibu
rumah tangga ini memberikan nama putra keempatnya yang lahir 17 Januari
1996, sangat bermakna. “Punya sejarah yang harus dikenang sepanjang masa,”
tutur Zurmanita.
<http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2013/05/sadis.jpg>

SADIS SIKSAAN PAMAN

Mereka memberi nama anaknya, Sadis Siksaan Paman. Kini Sadis -sapaan- telah
duduk di kelas XI SMA Negeri 1 Pancung Soal, Indra Pura, Pesisir Selatan.
Hebatnya, saudara dari Yuneseta, Wina Panduwinata, Sram Perjuangan dan Ratu
Valendia, kini menekuni cabang olahraga atletik. Dirinya terpilih masuk
dalam Kontingen Pesisir Selatan di cabang atletik pada Pekan Olahraga
Daerah (Popda) Sumatra Barat 2013. Lima bersaudara itu berdomisili di
Nagari Teluk Ampalu, Indra Pura, Kecamatan Pancung Soal, Pessel.
“Saya sudah bertanya kepada mama, kenapa nama saya diberi Sadis Siksaan
Paman. Tiap sebentar orang bertanya kepada saya. Apa betul itu,” tuturnya
polos saat Singgalang bertanya, di sela-sela menyaksikan perlombaan atletik
di Lintasan Atletik Stadion H. Agus Salim Padang, Selasa (28/5).

Sadis hanya mendapat gambaran ringkas saja soal pemberian namanya itu.
Tetapi ia tidak merasa aneh. Maklum sudah terbiasa dari kecil. “Saya hanya
mendapat cerita ringkas. Saat saya masih dalam kandungan, ayahandanya ada
masalah hukum. Itu saja yang saya tahu,” ungkapnya.
Sebuah kenangan
Kurang puas dengan keterangan Sadis, Singgalang pun mengontak sang bunda
bernama Zurmanita ke handhpone-nya. “Nama anak keempat kami itu memang
benar adanya Sadis Siksaan Paman. Latar belakang pemberian nama itu panjang
juga kisahnya. Sedih dan cukup berkesan juga,” tutur Zurmanita membuka
ceritanya.
Diceritakan ibu lima anak itu, saat kandungannya berusia empat bulan memang
suaminya ada masalah. Berbagai upaya pun dilakukannya agar sang suami bisa
kembali berkumpul dengan keluarga.
Upaya pun berhasil. Setelah kembali berkumpul, maka Hadyun Chan dan
Zurmanita telah berikhtiar bila bayi yang lahir diberi nama Sadis Siksaan
Paman.
Memasuki usia 40 hari keluarga Hadyun Chan menggelar doa terhadap Sadis.
“Istilah di kampuang ambo ko, bapujuang putiah, bapujuang kuniang atau
istilah lainnya banasi kuniang-kan. Doa selamatan bagi putra kami ini,”
kata Zurmanita yang memperbolehkan Singgalang membuat cerita pemberian nama
putranya itu.
Memang pernah saat Sadis masuk di Sekolah Dasar ada pesan yang diberikan
beberapa orang untuk mengganti nama anaknya itu. Tetapi itu sudah menjadi
niatan bagi kedua pasangan tersebut. “Nama yang kami beri itu untuk
mengenang sejarah bagi kami dan tidak akan diubah lagi nama Sadis itu,”
tekadnya.
Kini Sadis telah tumbuh dewasa. Nama yang disandangnya itu seolah tidak
membuatnya risih dan malu. “Nama saya ini pemberian orang tua tercinta.
Soal kisah pemberiannya saya tidak akan mempersoalkan, yang terpenting saya
tidak sadis dan tetap senyum dan berbakti bagi kedua orangtua dan saudara
serta banyak orang. Bagi saya bagaimana bisa menjadi atlet atletik handal
dan mengharumkan nama Sumbar dan Indonesia nantinya,” tekadnya.
Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Arfan Rusyda
juga terkejut dengan nama atlet yunior itu. “Memang benar itu nama kamu,”
tanya Arfan kepada Sadis. Sadis pun menganggukkannya.
Setelah dilihat hasil perlombaan Sadis yang turun di nomor lompat jauh
Popda kemarin membukukan medali perunggu dengan jauh lompatan 5,89 meter
hanya terpaut tiga sentimeter saja. Maka Arfan sudah berencana memboyong
Sadis bila ada kejurnas yunior nantinya. “Terus kamu berlatih dengan
sungguh-sungguh. Nanti kalau ada kejuraan nasional yunior, maka saya akan
bawa kamu,” janji Arfan kepada Sadis.
Niat Arfan berjanji itu karena memang selain Sadis berpotensi menjadi atlet
bagus juga faktor namanya yang menurutnya aneh. “Kalau kita bawa ke level
nasional ketika namanya dipanggil pasti banyak orang tercengang dan Sadis
pun akan terkenal,” ungkap PNS di Dispora Kota Padang itu. (*)

Harian Singgalang | Tanggal 29 May 2013
http://hariansinggalang.co.id/namaku-sadis-siksaan-paman/
-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke