Oo iyo jalur purba ko gee mah nan ditampuah dek Mak Anjang Raffles dulu (thn 
1818).
 
Salam,
Suryadi
 

________________________________
 Dari: Nofend St. Mudo <[email protected]>
Kepada: RantauNet2 Milis <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 29 Mei 2013 15:57
Judul: Re: [R@ntau-Net] Re: 53 Anggota DPRD Solok yang Hilang belum Ditemukan
  


Insiden Napak Tilas
Napak Tilas Ketua DPRD Solok Menempuh Rute Purba
Rabu, 29 Mei 2013 14:11 WIB
RANAHBERITA-- Ketua DPRD Solok Syafri Datuk Siri Marajo beserta 20 warga Koto 
Sani, Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak, Kabupaten Solok masih tertahan di hutan 
karena kehabisan logistik. Tim evakuasi yang mencari keberadaan rombongan 
tersebut diperkirakan baru pada Rabu (29/5/2013) mencapai lokasi.

Berdasar pengakuan beberapa warga Koto Sani dari rombongan 19 yang sudah sampai 
di Padang, napak tilas tersebut untuk menelusuri jalan lama alias jalur purba 
yang biasa dipakai nenek moyang orang Koto Sani bila hendak ke Padang.

"Orang-orang tua Koto Sani, dahulunya melalui jalur itu bila mau ke Padang. 
Biasanya dengan waktu tempuh dua hari satu malam," kata Maiyuhardi, salah satu 
peserta napak tilas yang sudah sampai di Padang.

Berangkat dari Koto Sani pagi hari, maka esok sore sudah bisa sampai di Padang, 
dikurangi waktu istirahat satu malam di perjalanan.

Rute tersebut melalui Bukit Koto Sani, menuruni sejumlah lembah dan bukit, 
kemudian menuruni Bukit Simpang Kumayan, tembus ke Belimbing, Kuranji, Kota 
Padang.

Sejak adanya kendaraan bermotor melalui jalan Sitinjau Lauik, rute tersebut tak 
pernah lagi ditempuh warga. "Namun, sesekali masih ada juga warga yang 
menempuhnya. Untuk napak tilas jejak orang tua kita dulu," kata Mulyadi, 
peserta napak tilas lainnya.

Anggota DPRD Solok Hendri Dunan yang juga berasal dari Koto Sani mengatakan, 
sejumlah orang yang ikut dengan rombongan Ketua DPRD pernah melewati jalur itu, 
juga untuk napak tilas.

"Makanya, napak tilas 40 warga Koto Sani ini, bila tidak ada masalah seperti 
ini, sebenarnya biasa. Karena yakin dengan jalur tersebut, peserta rombongan 
juga membawa peralatan dan bekal seadanya untuk dua hari dan satu malam di 
perjalanan," katanya.

Selain untuk kepentingan napak tilas sekaligus melihat batas nagari dengan Kota 
Padang, menurut Hendri, rombongan tersebut ingin mengusulkan kepada Pemerintah 
Kabupaten Solok untuk kembali menghidupkan jalur tersebut.

"Jalur ke Sitinjau Lauik sudah sangat padat. Kita ingin ada jalur lain dari 
Solok menuju Padang. Bila memungkinkan, kenapa rute lama ini tidak dijadikan 
jalan," kata Hendri yang tak ikut dalam napak tilas itu.

Bupati Solok Syamsu Rahim sudah mendengar inisiatif warga tersebut. "Memang ada 
yang mengusulkan seperti itu, tentu bila memungkinkan hal ini harus dibicarakan 
dulu dengan Pemerintah Provinsi, Pemko Padang dan juga Kementerian Kehutanan, 
karena jalur ini melalui hutan lindung," ujarnya.

Ia mengakui berbagai upaya dilakukan untuk membuka rute baru antara Padang 
dengan Solok. Di antaranya, mengikuti rute purba yang pernah dijalani 
orang-orang tua dahulu.

"Salah satunya, diusulkan tembus ke Lubuk Minturun, Kota Padang. Dari arah 
Padang, sudah dibangun jalan beberapa kilometer. Namun, jalur ini terkendala 
dari arah Solok, karena harus melewati bukit karang," ujarnya.

Inisiatif warga tersebut, menurutnya, hal yang positif. Tapi ia berharap, ke 
depan napak tilas dilakukan dengan membawa pemandu profesional dengan 
perlengkapan dan logistik yang cukup. Sehingga, kejadian yang dialami Ketua 
DPRD Solok tersebut tidak terulang. (Hdm/Ed1) 






-- 


http://ranahberita.com/news.php?id_news=335/Berita/view/Napak-Tilas-Ketua-DPRD-Solok-Menempuh-Rute-Purba#.UaYINtIwdhA

Wassalam


Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke