Batambah hotel...jan sampai batambah pulo ayam kampusnyo..

----------------------------------


Home  Berita Utama  6 Ayam Kampus Diciduk Pol PP 



6 Ayam Kampus Diciduk Pol PP 



Ditulis Oleh Redaksi    

Sunday, 02 June 2013 




Share

PADANG, METRO-Enam mahasiswi yang diduga berprofesi sebagai ayam kampus 
diciduk petugas Sat Pol PP, saat menunggu tamunya di salah satu hotel, bilangan 
Ulakkarang, Padang, Sabtu (1/6) dinihari.

Keenamnya merupakan mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan berasal dari 
luar Sumbar. “Saat ditangkap, mereka sedang di hotel. Kemungkinan menunggu 
tamu. Keenamnya merupakan mahasiswi yang asalnya dari luar Sumbar. Kita sudah 
melakukan pendataan,” terang Kasat Pol PP Padang Nasrul Sugana.

Sewaktu digerebek, keenamnya menggunakan baju yang agak terbuka dan 
bersiliweran di hotel. “Awalnya, kita menerima laporan adanya aktivitas mesum 
di salah satu hotel, daerah Ulakkarang. Ketika dipantau, ternyata memang 
mencurigakan,” lanjut Nasrul Sugana.

Setelah mendapatkan data akurat, belasan pasukan penegak Perda tersebut 
melakukan penggerebekan. “Ada yang mengaku sedang menunggu teman, hanya 
duduk-duduk dan hanya singgah. Ketika dimintai identitasnya, mereka gugup,” 
beber Nasrul.

Keenamnya digelandang ke Mako Pol PP. Di Mako Pol PP, akhirnya keenamnya 
mengakui kalau sedang menunggu lelaki hidung belang. Tapi semuanya pemain baru. 
Sekali itu tertangkap. “Mereka juga berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” 
kata Kasat Pol PP.

Selain menciduk ayam kampus, Pol PP juga menyambangi café liar  di bawah 
jembatan Siti Nurbaya. Hasilnya, dua perempuan malam yang sudah berulangkali 
dibekuk, diamankan. Nyaris terjadi bentrok saat dua pria yang mengaku sebagai 
pelindung para wanita malam meminta anggota Pol PP melepaskan anak galehnya. 
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua wanita diketahui adalah pemain lama. 
“Keduanya akan kita kirim, sementara dua pria dan enam wanita lainnya kita 
bebaskan setelah membuat perjanjian,” jelas Sugana.

Sementara, DF (30), salah seorang wanita yang tertangkap mengaku, saat 
ditangkap dirinya memang tengah melayani pria hidung belang di kawasan Muaro. 
Dia juga mengakui kalau tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa dilakukannya 
selain menjadi pelayan di kafe. “Entah lah pak, apalagi yang kerja saya pak, 
cuma ini yang saya bisa, sementara anak butuh makan juga pak,” ucap DF 
tertunduk. (g
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 3 Jun 2013 14:47:34 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang



Dinda Anwar,

Hahaha... Iyo kreatif Dinda mah.  Ganjia lo caro mandapek'an angka 43 tu 
nampaknyo.


Salam,
ZulTan, L, 52, Bogor

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 3 Jun 2013 14:58:57 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang



(31,5%), jumlah kamar dari 3744 naik manjadi 5835 (56%). Jadi ndak basuo angka 
43% doh.

31,5
56,0 +
-----------
87,5 : 2 =  43,75

Iko mungkin mah Kanda...

Pamberang bana kini mah Pak...heheheh




Wassalam,
anwardjambak 44+, 
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana), 

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 3 Jun 2013 14:23:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang



Kalau ado data angko kadang manggoda untuak diusuik labiah jauh.
Baa kok pertumbuhan ko dietong dalam 3 tahun.  Kalau ditampilkan pertahun 
angkanyo kurang dari 13% satahun.  Kalau angka ko nan dikaluakan tantu randah 
nilai "jua"-nyo.  Sayang ndak ado data pambandiang untuak daerah lain.

Hal lain, apo nan tumbuh 43% ko?  Apokah jumlah urang nan manginap di hotel?  
Atau jumlah dipan?  Atau banyaknyo hotel?  Atau banyaknyo pitih nan masuk di 
sektor ko.  Dari data nan ditampilkan, hotel batambah dari 168 manjadi 221 
(31,5%), jumlah kamar dari 3744 naik manjadi 5835 (56%).  Jadi ndak basuo angka 
43% doh.

"Iko lo nan ka dietong-etong!"


Salam,
ZulTan, L, 52, Bogor

-----Original Message-----
From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 2 Jun 2013 11:54:26 
To: RantauNet2 Milis<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Sektor Perhotelan Sumbar Terus Berkembang

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan,
pertumbuhan sektor perhotelan di daerah itu mencapai 43 persen dalam tiga
tahun terakhir sehingga mampu menunjang perkembangan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Burhasman Bur di Padang, Sabtu,
mengatakan, pascagempa 2009, terlihat adanya pertumbuhan sektor perhotelan,
meski daerah ini dinyatakan masuk dalam daerah rawan bencana alam, seperti
gempa bumi.

"Berdasarkan data yang ada pascagempa 2009, sektor perhotelan berkembang 43
persen, dan itu membuktikan bukan ancaman bencana alamnya yang harus
ditakuti, namun bagaimana bangunannya yang harus lebih diperbaiki
kualitasnya," kata Burhasman.

Dia menambahkan, peningkatan jumlah hotel dalam tiga tahun terakhir
tersebut dibuktikan dengan jumlah hotel yang ada di Sumbar pada tahun 2009
yang hanya mencapai 168 unit dengan jumlah kamar 3.744 unit, saat ini
hingga akhir 2012 telah mencapai 221 unit hotel dengan jumlah kamar 5.835
unit.

Berdasarkan data yang ada tersebut, Dinas Pariwisata melihat adanya
kepercayaan investor untuk membangun sektor perhotelan di Sumbar, yang
tentunya berkaitan dengan potensi pariwisata di daerah itu.

Dinas Pariwisata menilai, salah satu hal yang mendongkrak pertumbuhan
pariwisata dan sektor perhotelan tersebut adalah banyaknya kegiatan yang
terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan
budaya, seperti acara Tour de Singkarak (Tds) yang memasuki tahun ke lima,
dan juga Festival Siti Nurbaya di Kota Padang yang memasuki tahun ke tiga.
Selain itu juga ada kegiatan budaya di Pariaman seperti tabot (tabuik).

Dengan adanya agenda tahunan yang terus menerus menjadi sorotan masyarakat
dalam dan luar negeri, menyebabkan daya tarik Sumbar menjadi salah satu
tujuan wisata, dipercaya akan terus berkembang di masa yang akan datang.

"Tour de Singkarak saat ini telah masuk lima besar di dunia, dan ini tentu
menjadi salah satu daya tarik turis mancanegara datang ke daerah ini, dan
ini harus dipertahankan terus untuk promosi Sumbar di mata internasional,"
sebutnya.

Burhasman menambahkan, seiring berkembangnya keberadaan hotel di Sumbar,
juga tercatat peningkatan jumlah wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar
negeri ke provinsi ini mencapai 10 persen, dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Dinas Pariwisata Sumbar yakin,
perekonomian masyarakat akan ikut terangkan di daerah itu, dalam beberapa
tahun mendatang. (*/eko/jno)

ANTARA Sumbar
http://www.antarasumbar.com/berita/provinsi/d/1/292429/sektor-perhotelan-sumbar-terus-berkembang.html

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke