Tarimo kasih alah marespons Rina. Ambo raso paratian Rina taradok masalah " 
stress" di kalangan urang awak akan tetap relevan, karano dalam pandangan ambo 
pribadi, adonyo kondisi anomi dan konflik internal nan bersifat sistemik dalam 
masyarakat Minangkabau, nan dirangkum dek bung Jeff Hadler jo istilah " 
sengketa tiada henti", makin lamo makin runyam. 

Tantu sajo penanganan kasus individual sangaik paralu, tapi rasonyo penanganan 
sacaro kolektif dan sistemik samo pentingnyo, antaro lain malalui jalur 
kultural, nan malibatkan tigo unsur kepemimpinan sosial Minangkabau, yaitu 
niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai - " tungku tigo sajarangan " - nan 
salamo iko hampia indak pernah duduak basamo membahas kondisi sosial kito urang 
Minang. Masing-masingnyo jalan surang- surang.

Baa kok Rina tulih dulu suatu pengamatan awal dari kondisi kejiwaan kito urang 
Minang, diangkek dari pengalaman emperik dan observasi lapangan Rina ? Bia 
direnungkan dan ditanggapi dek para sanak kito di palanta iko ?

Talabiah dahulu tarimo kasih banyak.

Wassalam,
SB.

Sent from my iPad

On Jun 3, 2013, at 4:46 PM, Arina Widya Murni <[email protected]> 
wrote:

> Assalamu'alaikum mak saaf,  
> Alhamdulillah, mamak lai takana juo jo bidang rina yo, kalau bicara soal 
> psikosomatik urang minang memang ndak habis2nyo mak, sabananyo banyak nan 
> bisa diangkek jadi topik yang menarik untuk didiskusikan..
> baru2 ko ado fenomena menarik yang bisa dikaji..
> Betapa ketegangan dalam hubungan di rumah tangga mampu membuat pasangan hidup 
> atau anggota keluarga saling bunuh dan bunuh diri. Apa yang terjadi 
> sebenarnya?
> Stres dalam rumah tangga memang harus dikenali dan dipantau oleh anggota 
> keluarganya sendiri , sehingga bisa lebih awal diatasi.
> Saat ini rina lagi bekerja sama dengan PKK Provinsi Sumatera Barat untuk 
> memberilkan pelatihan atau seminar tentang manajemen stres dalam keluarga, 
> dimana peran ibu sebagai sosok penting dalam keluarga ditingkatkan peranannya 
> sebagai ujung tombak mendeteksi masalah emosional dalam keluarga, sebelumnya 
> tentu si ibu ini lebih dahulu dilatih kemampuannya untuk mampu mengelola 
> stres apapun yang dihadapinya dalam kehidupannya berumah tangga..
> Kegiatan nya masih minim, namun akan rina jalankan terus secara konsisten, 
> apa ada mamak jo dunsanak di palanta yang bisa menggabungkan program rina ini 
> dengan kegiatan lain yang juga melibatkan masyarakat?
> setidaknya kalau masyarakat minang mempunyai ketahanan yang baik terhadap 
> stres , dalam kondisi semelarat apapun tidak akan tergoda dengan kemilau 
> harta yang ditawarkan kelompok misionaris " siloam/grup Lippo"
> karena selain bersendikan Islam, manajemen stres yang rina lakukan juga 
> pengaturan stres melalui klasifikasi "bilik stres'.
> sehingga kita tidak tertumpu pada rumitnya menyelesaikan masalah tapi mampu 
> mengelolanya sehingga terhindar dari stres yang merugikan.
> demikian, wassalam...
> 
>  
> Arina Widya Murni, MD.KPsi FINASIM
> Internist Psychosomatic
> Sub Division Psychosomatic of Internal Medicine
> Medical Faculty Andalas University / M Djamil Hospital
> Perintis Kemerdekaan , Padang West Sumatera
> INDONESIA. post code 25131
> Telp /Fax : +62751-37771
> Phone     : +628126740742
> Email      : [email protected]
> 
> From: Dr. Saafroedin Bahar. <[email protected]>
> To: Rantau Net Rantau Net <[email protected]> 
> Sent: Monday, 3 June 2013, 11:43
> Subject: [R@ntau-Net] Kajian psikosomatik thd orang Minang.
> 
> Rina, sudah lama saya tak membaca kajian psikosomatik thd orang Minang. 
> Adakah ulasan mutakhir yg bisa di-share dgn palanta ini ?
> Terima kasih.
> Wassalam,
> SB. 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>  
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke