Sangat betul Akmal, Ustad ini memang tidak tau dg akhir hubungan Syech Achmad Chatib dg Minangkabau. Yang uni renungkan isi dari bbmnya pada kami adalah : A. Mengapa di bumi Minang tidak muncul lg pendakwah2 yg bisa menjadi guru bagi ulama yang akan datang,
B. Sekarang orang Minang terlalu sibuk dg dunia, padahal kita mati tak lebih seperti seekor kerbau, Yang jika uni katakan kita tidak bisa mati seperti inyiak balang, kalau tidak berbuat, C. Banyaknya pesanya itu yg ia ampaikannya melalu bbmnya, maka patut uni renungkan. Apalagi beliau tau uni orang Minang. Terima kasih Akmal atas tanggapannya, Salam Uni Evy Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 3 Jun 2013 20:13:46 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Harapanku kepada Bumi Minang by Ust Abu Sangkan Uni Evy, terima kasih sharingnya. Satu catatan saja: Mungkin Ust. Abu Sangkan kurang mendalami kisah Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang "patah arang" dengan adat Minang, sehingga memutuskan tak mau kembali ke ranah Minang dan memilih menetap hingga akhir hayatnya di Tanah Suci. Salah satu alasan Syekh Ahmad Khatib adalah bahwa pusako tinggi dalam pengertian adat Minang itu adalah harta syubhat. Keyakinan itu yang dipegang "guru para ulama Nusantara" itu sampai akhir napasnya. Wassalam, ANB Cibubur Pada 2 Juni 2013 15.06, <[email protected]> menulis: > Assalamualaikum. Wr,wb > > Mudahan berkenan untuk membacanya. > > HARAPANKU KEPADA BUMI MINANG By Ust. Abu Sangkan, > > > Ketika sepulang dari Darmasraya Sumatra Barat, hampir sampai di Indarung > sekitar 15 km, ada Truk melintang dan menghalangi jalan di depan kami. > disebabkan ban nya meletus tertusuk besi beton, sehingga arus lalu lintas > dari dua arah tertutup total. > > Sambil menunggu perbaikan selama berjam-jam, rombongan mampir dulu di > warung kopi untuk menghangatkan badan dari udara pegunungan. > > Aku bilang kepada bu linda (isteri ustad,pen) : " pasti ada rahasia Allah > yg sangat besar buat kita Nduk. Nggak mungkin Allah merencanakan macet > selama ini kalau hanya disuruh beli kerupuk dan kopi ke tukang warung ini. > > " Coba kamu perhatikan, berapa KM panjang antrian mobil dari dua arah, > padahal tempat kita menginap tinggal 15 km lagi. > > Allah tiba-tiba mentakdirkan ban truk itu pecah. > > Kita semua kumpul di warung ini. Terdiri Pak Rizaldi, pak wid, pak Adi, > pak daus, pak marzen dan mas udik. Kami mengobrol perkembangan shalat > khusyu' doeloe dan sekarang di bumi Minang !! > > Dulu SC Padang pernah menjadi percontohan dakwah shalat khusyu' di > indonesia. Karena mampu menembus ke pelosok desa terpencil, daerah > transmigrasi. > Waktu itu kita bangga SC Padang sudah punya mobil operasional tertulis > Shalat Center Sumatra Barat. > > Minangkabau pernah jaya. Tetapi setelah ditinggal oleh para tokohnya yang > mulai sangat sibuk, shalat khusyu semakin lenyap di bumi minang, Setelah > itu muncul peristiwa gempa, sehingga semakin hilang shalat khusyu' di bumi > minang secara manajemen, meskipun secara pribadi masih masyarakatnya masih > aktif. > > Dalam penantian yg cukup lama itu dan suasana sepi senyap, tiba tiba saya > teringat dan akhirnya kami membicarakan Syekh Khatib Al Minangkabawi, ia > seorang waliyullah yang menjadi Imam Masjidil Haram abad 18. > > Beliau putera asli minangkabau Sumatra Barat, yang banyak melahirkan > ulama-ulama besar dan waliyullah di Indonesia seperti Hadratusy syekh KH > Hasyim asy'ari, KH Ahmad Dahlan, Syekhuna Khalil Bangkalan, Karim Amrullah, > Haji miskin dll > > Disini, di Bumi Minang ini, saya baru sadar ternyata seluruh ulama di > indonesia adalah satu syekh dan satu sumber ilmu sehingga Islam sampai > kepada kita semua. > > Inilah yang mengispirasi saya meperjuangkan shalat khusyu'. Ada sesuatu yg > akan saya tinggalkan sebelum saya mati, yaitu amalan shaleh yg dapat > dinikmati oleh generasi kita nanti. > > Kita beruntung diamanahkan oleh Allah menghidupkan kembali Al khusyu' yang > sudah hilang, inilah yg disebut lailatul qadar yaitu sebuah amalan yg akan > berdampak seribu bulan, yaitu amalan yang bergerak melampaui usia > pengamalnya. Subhanallah, > > Syekh Khatib sudah meninggalkan kita, tetapi ilmunya masih mengalir sampai > sekarang. > > Ada yang saya takutkan dalam usia 48 tahun ini , saya takut mati, mati > seperti kerbau. Apa bedanya bangkaiku dan bangkai kerbau. Anak-anak dan > istri akan membuang begitu saja di lobang kubur yg sempit tak ubahnya se > ekor kerbau yg mati. Anak-anak akan melupakan dan istri atau suami akan > menikah lagi, demikian atasan kita yg pernah kita berbakti sepanjang hidup > untuknya pasti akan melupakan kita. > > Aku takut mati seperti kerbau, ia hidup untuk bekerja, kawin lalu mati > menjadi bangkai. > > Usia kita sudah sampai pada proses menua dan sakit-sakitan serta berpacu > dgn detak-detak kematian yg tidak dapat diduga. > > Sebentar lagi para tokoh generasi pendahulu sudah pensiun, apa yg akan > dibawa pulang ?, > Apa hasil dari bekerja dan berbakti kepada perusahaan dan kepada Keluarga, > padahal boss anda akan melupakan dan anak-anak serta istri juga tidak akan > perduli saat mati nanti. > > Masih mendingan orang NU, masih mengenang dgn upacara tahlil, 7 hari, 40 > hari,100 hari, 1000 hari, dst. > > Nah jika keluarga kita Muhamadyah pasti akan melupakannya, karena > menganggap urusan orang mati sdh selesai. > Betul pendapat orang Muhamadiah. Urusan manusia sudah selesai, tinggal apa > yg dapat ditinggalkan, agar tidak seperti kerbau mati. > > Waktu bergerak cepat dan badan semakin mendekat kepada kematian. > Kemungkinan masih ada sisa waktu, untuk kita 10 tahun, atau 5 tahun, atau 2 > tahun. > > Waktu yang sangat sempit bagi kita untuk kembali memperjuangan tugas Al > khusyu'. > > Setiap hari aku mengontrol detak jantungku, mengontrol darahku, mengontrol > otot dan syarafku, karena aku takut sakit, sehingga tugasku menjalankan > dakwah tersita tdk dapat lagi menyampaikan pengajaran Al khusyu'. > > Waktuku tinggal sedikit hidup di dunia, aku tdk mau konyol dan penuh > penyesalan di dikemudian kelak. > > Takut sakitku bukan takut tidak lama tinggal di dunia, tapi takut kurang > puas berjuang memenuhi perintah Allah. > > Aku ingin gerakan shalat khusyu' berkembang dgn cepat dgn system manajeman > yg baik, dikelola oleh org yg cerdas dan ikhlas karena Allah. > Aku tdk mau perjuangan ini di cengkeram oleh hati yg dipenuhi bertujuan > mencari materi dan populariaritas. > Kita tdk ada waktu lagi, karena usia kita semakin surut. > > Perbincangan kami itu semakin larut , terlihat wajah teman-teman merasakan > riqqah turun akibat jiwanya menyadari waktu memang semakin mendekat, dan > mereka tak mau hidup menjadi bangkai. > > Tanpak cahaya di raut mukanya, riqqah makin deras, setiap kalimat wejangan > terurai mengikatkan sirr nya dan Sirr Allah. > Seluruhnya tertunduk bersama cahaya Allah meluruhkan hati mereka (inkisar). > > Ya, di bumi Minang harus hidup kembali cahaya khusyu ! > Allah hanya ingin di bumi Minan ada wali, sebagaimana yg pernah saya > sampaikan seminggu sebelum gempa. > Allah menunggu yg bersedia menerima hati yg bersih untuk menurunkan > ilmu-Nya. > Allah memperingatkan mereka dengan gempa agar jangan meninggalkan > kekhusukannya pada Ilahi. > > Allah sayang kepada Bumi para ulama' yg terdahulu. Jangan tinggalkan > ajaran ulamamu., Syekh Khatib al Minangkabawi akan bersedih jika kehilangan > ilmu yg sangat mulia hilang di bumi minang. > > Bersamaan wejangan selesai, truk yg menghalangi jalan kembali di buka, > kita turun gunung menuju Wisma Indarung. Mereka kembali bersedia menerima > amanah karena cahaya riqqah turun kedalam dada mereka. > > ( Abu sangkan ). > ---- > > Semoga luahan hati ustad Abu Sangkan ini. tentang datangnya orang yg mamqu > menghidupkan dan mengamalkan ilmu ulama Minangkabau terdahulu tumbuh di > ranah Minang kembali hendaknya , Aamiin > > Wassalam, > > Evy Nizhamul > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
