Kok dapek JoSur scan foto rancak (p. 190) di tapi Pantai Tiram (?) tu kan 
rancak juo tu. Lah dokek balancik-lancikan tampek pemuridan/ kuliah/ katubahnyo 
jo Sunua Kampuang Josur nan indak jauah napak tilas beda kayakinan jo 
katubah-katubah Syekh Burhanuddin nan dimuloi di sinan juo ... Ambo raso foto 
di sinan tu bukan kabatulan, pilihan terencana sistematis, sabana pandainyo 
mamiliah arah Arus Sejarah ...

Sia tahu site tampak pamuridan di tapi pantai tu nanti di maso datang jadi 
tampek ziarah kiramat dari katurunan murid-murid tu sabagai kaunterpart dari 
Tampek Ziarah di Ulakan. Mungkin..., kini sacaro diam-diam alah dijadikan 
untuak "tampek piknik" untuak reuni dek para murid...

Sairiang batuka jalan, saiyo batuka sabuik antaro Pandeta Willy Amrullah Anak 
Haji Rasul Sungai Batang tu jo Syekh Burhanuddin Ulakan ... 

Salam,
-- Nyit Sungut

--- In [email protected], Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Di otobiografi Willy tu tampak gambar iyo sadang melakukan 'PEMURIDAN' di 
> tapi lauik, Mak Ngah. Banyak anak2 gadih jo bujang nan berhasil 
> dikumpuakannyo. Anak2 sia lah tu. 
>  Balada Seorang Anak Surau Bertukar Kiblat
> Published By niadilova under Resensi Buku      
> Judul buku : Dari Subuh hingga Malam: Perjalanan Seorang Putra Minang Mencari 
> Jalan Kebenaran
> Pengarang : Abdul Wadud Karim Amrullah
> Penerbit : PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2011
> Tebal : xi + 269 hlm.
> ISBN : 978-979-687985-4
> Peresensi : Suryadi
> Buku ini adalah otobiografi Abdul Wadud Karim Amrullah (AWKA), seorang 
> Minangkabau yang menjadi pendeta di Gereja Pekabaran Injil Indonesia (GPII) 
> di Los Angeles, California, Amerika Serikat.
> AWKA lahir di Kampung Kubu, Sungai Batang, Maninjau, tgl. 7 Juni 1927. 
> Ayahnya adalah Dr. Haji Abdul Karim Amrullah yang terkenal dengan sebutan 
> Haji Rasul (suku Jambak). Ibunya, SitiHindun (suku Melayu), adalah istri 
> kedua dari ayahnya yang tidak pernah diceraikannya. AWKA adalah anak bungsu 
> dari tujuh bersaudara seayah. Ia adalah adik seayah Haji Abdul Malik Karim 
> Amrullah (HAMKA), ulama terkenal asal Minangkabau. AWKA juga mengaku punya 
> kakak yang bernama Abdul Bari yang meninggal dalam tahanan Belanda di penjara 
> Padang tahun 1939 karena mengarang buku Suluh yang Gilang Gemilang (hlm. 213).
> AWKA menceritakan bahwa ia menghabiskan masa kecilnya di Maninjau. 
> Sebagaimana anak-anak Minangkabau lainnya, waktu kecil ia pergi ke surau di 
> kampungnya dan pergi sekolah agama di Padang Panjang yang dikelola oleh 
> murid-murid ayahnya.
> AWKA meninggalkan Minangkabau pada 8 Agustus 1941 bersama ayah dan ibu 
> tirinya, Dariyah, menuju tempat pembuangan ayahnya di Sukabumi (hlm. 22). 
> Ayahnya dibuang Belanda ke Jawa (semula akan didigulkan) karena dianggap 
> membahayakan Pemerintah Kolonial. Tampaknya waktu di Sukabumi itulah ia mulai 
> mengenal pengikut agama Katolik sebab di seberang rumahnya di Tjikirai 8 ada 
> sebuah sekolah Katolik. Sembilan bulan kemudian ia ikut ayahnya pindah ke 
> Jakarta menyusul takluknya penjajah Belanda ke tangan penjajah baru: Fasis 
> Jepang. Di Jakarta AWKA mengenal lagi agama Katolik karena di dekat tempat 
> tinggalnya di bilangan Senen ada gereja yang selalu membuat dia ingin tahu 
> mengenai aktifitas di dalam rumah ibadah orang Katolik itu (hlm. 30). Namun, 
> pengakuan ini terkesan artifisial mengingat lama sesudah itu ketika AWKA 
> sudah bermukim di Amerika Serikat, belum ada tanda-tanda bahwa ia tertarik 
> kepada agama Katolik. Ia malah aktif dalam perkumpulan Islam
>  internasional di San Francisco dengan membeli sebuah gereja tua dan 
> mengubahnya menjadi mesjid (hlm. 95). Sebagaimana akan dijelaskan di bawah, 
> AWKA mengalami goncangan iman justru setelah berada di Pulau Bali ketika 
> istrinya yang berdarah campuran memintanya keluar dari agama Islam.
>  
> http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1010
>  
> Salam,
> Syd 
> 
> ________________________________
>  Dari: sjamsir_sjarif <hambociek@...>
> Kepada: [email protected] 
> Dikirim: Rabu, 5 Juni 2013 17:21
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Intisari untuk [email protected] - 25 Pesan 
> pada 6 Topik
>   
> 
> Bagi awak namonyo "pemurtadan", bagi mereka namonyo "pemudridan". Iko sakadar 
> catatan dari Willy Amrul nan lah murtad manjadi pendeta dan lah lamo aktif 
> diam-diam manggaleh babelok di Sumatera Barat.
> 
> "Tahun 1997 saya dan Vera menjalankan kegiatan seperti biasa di Indonesia, 
> yaitu meneruskan latihan pemuridan, peperangan rohani maupun pelepasan ... 
> Dalam tahun ini pula kelihatan perkembangan rohani bagi orang-orangMinang 
> yang percaya." Diilustrasikannyo gambarnyo maagiah "Pengajaran yang paling 
> efektif, pemuridan, di Pantai Lubuk Alung, 1997." (Dari Pagi Sehingga Malam, 
> Wadud Amrullah, p.189-190). Mungkin apo nan disabuiknyo Pantai Lubuak Aluang 
> tu, di tapi pantai nan indak jauah dari Sunua dakek-dakek Kuburan Syekh 
> Burhanudddin Ulakan...
> 
> -- Nyit Sungut 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke