PADANG - Luar biasa. Sepuluh pasang bakal calon (balon) walikota dan wakil
walikota Padang mendaftar melalui jalur perseorangan (independen). Mereka
akan bertarung di pilkada, Oktober mendatang.

Fenomena ini menunjukkan partai politik ditinggal para kandidat karena
“jual mahal” atau karena perebutan elite partai. Benar juga kata Ketua KPU
Padang Alison, apa yang terjadi di Padang bisa masuk MURI. Alison juga
memprediksi pilkada Padang akan dua putaran, karena banyaknya calon.

Kecuali pasangan Maigus Nasir - Armalis Muchtar yang mendaftar pada Rabu
(5/6) seluruh pasangan menyerbu KPU pada hari terakhir pendaftaran, Kamis
(6/6). Namun beberapa calon yang sebelumnya digadang-gadang bakal maju
melalui jalur independen, justru tak muncul hingga penutupan pendaftaran.
Sebut saja Azwin-Davip Maldian atau Azhar Latif-Hilda Osmiyati. Padahal
mereka sudah menebar spanduk, baliho dan iklan di media massa.

Justru beberapa calon yang tak pernah disebut-sebut sebelumnya bahkan tidak
pernah berkoordinasi dengan KPU Padang, malah mendaftar seperti Syamsuar
Syam (Ketua KAN Kuranji)-Mawardi Nur dan pasangan Yanelritan-Sofia Hariani.

Hari terakhir pendaftaran dibuka dengan pasangan Syamsuar Syam- Mawardi
Nur. Sebelumnya Syamsuar disebut-sebut bakal berpasangan dengan mantan
Dirut PDAM Azhar Latif, ternyata membawa pasangan berbeda. Kemungkinan
mereka tak mencapai kesepakatan karena berlatar belakang sama-sama
pensiunan militer dengan pangkat terakhir Letkol.

Bahkan di kantor KPU, Syamsuar masih sempat menelepon Azhar Latif, untuk
menanyakan apakah ia jadi datang ke KPU hari ini. Setelah ditunggu hingga
pukul 16.00 WIB, Azhar tidak juga muncul. Akhirnya Syamsuar Syam mendaftar
dengan pasangan Mawardi Nur dan mengklaim dukungan 45.000 orang yang
tersebar di 11 kecamatan.
“Mawardi merupakan pasangan yang tepat, ia sudah berpengalaman di birokrat.
Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kakan Satpol PP dan Kepala Kesbangpol
di Pariaman. Saya sendiri sudah membangun jaringan sejak tahun 2008.
Dukungan terbesar ada di Kuranji. Bahkan saking semangatnya masyarakat ada
yang menyerahkan KTP asli sebelum saya ke KPU,” ujarnya.

Ibrahim, yang juga pernah maju di Pilkada Padang 2008 lalu datang dengan
pasangan Nardi Gusman. Ia menyatakan memilih Nardi karena menilai selain
berpengalaman di birokrat, Nardi juga pernah dizalimi penguasa.
“Sebelum mendaftar, ada 27 orang yang melamar kepada saya untuk
berpasangan. Namun karena saya pejuang kaum dhuafa, maka saya memilih Nardi
yang pernah dizalimi walikota. Nardi Gusman dahulunya mantan Lurah Padang
Besi, Lubuk Kilangan. Ia diberhentikan setelah membangun kantor lurah baru
tapi belum sempat menempatinya,” kata Ibrahim.

Pasangan Ibrahim-Nardi Gusman mengaku mendapatkan 54.000 dukungan. Namun
yang diserahkan ke KPU hanya 39.216 yang tersebar di 11 kecamatan. Dukungan
lainnya, katanya, ada sekitar 4.000 dukungan persiapan jika ada yang kurang
dan sisanya ada 11.000 dukungan ganda.

Pasangan berikutnya Kandris Asrin-Indra Dwipa. Mereka datang sekitar pukul
13.50 WIB. Indra Dwipa merupakan akademisi Fakultas Pertanian Unand.
Dukungan yang dibawa pasangan ini sebanyak 37.500.

Kandris menyatakan terpilihanya Indra Dwipa sebagai pendampingnya, karena
faktor akademisinya. Jadi pasangan ini cocok yakni pengusaha-akademisi.
“Beliau merupakan orang yang low profile. Selama ini dia selalu menjadi
orang belakang layar yang tidak mau umbar besar di hadapan publik,” katanya.

Pendaftaran pasangan Desri Ayunda-James Hellyward hanya dilakukan James
seorang. Tak terlihat bakal calon walikotanya Desri. Prof. James Hellyward
hanya datang bersama tim pemenangannya.

Menurut pengakuan James, Desri saat ini sedang berada di Jakarta. Pasangan
yang baru didaklarasikan pada Selasa (4/6) kemarin itu membawa dukungan
40.835 KTP. “Tidak ada persoalan mendaftar seorang diri. Karena Pak Desri
sedang ada urusan di Jakarta. jadi saya datang sendiri bersama tim,”
katanya.

Tanpa spanduk

Selanjutnya, Indra Jaya-Jefri Hendri Darmi membawa dukungan 36.544 tersebar
di sebelas kecamatan. Yang mengejutkan justru pasangan Yanelritan-Sofia
Hariani. Pasangan ini sebelumnya tak pernah terdengar, bahkan tak satu pun
spanduk atau balihonya. Namun psangan ini mampu membawa dukungan 60.000
yang tersebar di sebelas kecamatan.

Pun begitu dengan Mega Hariyanto-Haynes Ade. Mereka juga membawa dukungan
60.000 tersebar di sebelas kecamatan.

Pasangan Jafrinur-Indra Syarif dengan dukungan 45.000 tersebar di sebelas
kecamatan. Terakhir, pendaftaran ditutup dengan pasangan Asnawi Bahar-Surya
Budhi membawa dukungan 40.000 tersebar di sebelas kecamatan.

Verifikasi

Koordinator Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Padang, M.
Sjahbana Sjam mengatakan KPU akan melakukan verifikasi dukungan tersebut,
apakah memenuhi syarat atau tidak.
“Selanjutnya KPU akan melakukan tahap penelitian, administrasi faktual
selama 22 hari. Sehingga pada tanggal 1 Juli akan dibuka pendaftaran parpol
dan perseorangan kembali,” katanya.

Setelah pedanftaran calon perseorangan diberi kesempatan memperbaiki jumlah
dukungan. “Jika dukungan mereka kurang setelah diverifikasi, mereka diberi
kesempatan memperbaiki setelah pendaftaran dengan menyerahkan dua kali
lipat kekurangan ke KPU. Misalnya setelah diverifikasi ternyata dukungan
calon kurang dari syarat. Misalnya hanya 25.000 saja yang sah. Artinya
kurang sekitar 11.544 dari syarat minimal 36.544, maka calon wajib
menyetorkan dukungan sekitar 23.000 di masa perbaikan. Di sini para calon
perseorangan bakal berguguran,” pungkasnya. (*)

Harian Singgalang, Tanggal 07 June 2013 (BAMBANG SULISTIYO, wartawan muda)

http://hariansinggalang.co.id/balon-independen-sepuluh-pasang/


--
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke