Minggu2 terakhir ini kita dikejutkan oleh berita Investasi Lippo Group di Kota Padang yang dikatakan akan memberikan lapangan kerja kepada sekitar 3000 orang
Disamping banyak yang gembira dengan berita tersebut diantaranya aparat terkait, apalagi pemancangan batu pertamanya dihadiri oleh tokoh- tokoh kenamaan di Ranah Minang Sesudah itu baru muncul kegamangan dari sejumlah masyarakat dan organisasi Islam di Sumatra Barat. Semakin lama semakin kuat penolakan dari berbagai Organisasi Islam Sumatra Barat bersama masyarakat baik di Rantau maupun di Ranah Minang termasuk disejumlah jejaring sosial Walaupun katanya ada statetemen dari Petinggi Lippo tersebut bahwa pembangunan ini murni bisnis tanpa adanya upaya Kristenisasi Apakah hal itu dapat dipercaya ? Silakan lihat rekam jejak yang bersangkutan selama ini Melalui internet dapat dibaca apa saja upaya yang bersangkutan selama ini yang didukung penuh oleh Lembaga Agama tsb dari Luar Negeri Kalau dikatakan Perusahaan tsb termasuk lembaga pendidikan dan kesehatannya tidak ada maksud lain Sudah ada juga pengakuan Urang Awak baik yang berkhidmat dulu diperusahaan itu atau mau belajar disana tapi tidak jadi karena masalah akidah tsb Sebelum terlambat lebih baik dihinok manuangkan dulu kelanjutan pembangunan ini Jangan sampai awak terlena dengan iming-iming dapek karajo tapi lambek laun awak takujuik...hanyuik dan batuka kiblat beko Untuk hotel rasanya untuk kebutuhan saat ini sudah cukup . Tidak ada keperluan yang mendesak Begitu juga untuk mall , kawasan Pasar Raya mungkin masih bisa ditata untuk rakyat badarai Jangan sampai mereka terpinggirkan yang bisa berakibat lebih buruk nanti Dibidang pendidikan rasanya fakultas2 di Unand cukup bermutu. Tinggal ditingkatkan saja Begitu juga pendidikan kesehatan seperti Baitur Rahmah sudah cukup berkembang Kemaren sempat berkurang peminatnya bukan karena mutunya. Tapi karena trauma dengan gempa saat itu Kalau untuk sekolah bisnis saya ragu, apakah kalau urang awak yang tamatan itu bisa bersinar juga karirnya seperti mereka ? Sebab mereka sudah punya system yang jelas. Jadi tinggal mengisi posisi yang ada Jangan sampai awak hanya jadi kacung saja. Apalagi soal gaji dan benefit lain ada lagi diskriminasinya Terkait upaya Kristenisasi, mungkin sajo 5- 10 tahun iko masih aman2 sajo Tapi lambat laun dek talengah dan lupo. Apalagi ateh namo cinta, kok ado pulo anak- kamanakan kito nan manyubarang beko. Apolai kok lah dulu pulo bajak pado jawi. Tantu urang tu tingga mahelo sajo lai. Karano awak barado dipihak nan lemah Kalau urang tuo kito dulu bisa menolak kehadiran RS Baptis di Bukittinggi, ternyata sekarang kita kecolongan Tentu mereka2 yang berjuang dulu dan sekarang telah menjadi almarhum sedih dan kecewa dengan kondisi ini Kami sangat menyokong upaya MUI, LKAAM, Paga Nagari sarato berbagai Organisasi Keagamaan yang katanya kemaren sudah berjumlah 16 buah yang menolak pembangunan ini Semoga nanti makin banyak lagi yang menolak ini Apalagi informasi dari DPRD Padang areal pembangunan menyalahi RTRW karena bukan diperuntukan bagi kawasan bisnis. Mudah-mudahan DPRD Padang dapat menyetop pembangunan ini Salam TR (58- rang Kiktenggi di Pku) Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
