PENGANTAR — Tour de Singkarak sudah menjadi iven internasional tahunan di
Sumatera Barat. Bakhan TdS juga sudah naik kelas dalam ranking perbalapan.
Hari ini berakhir, ditutup oleh Wapres Boediono. Lalu apa dampaknya bagi
Sumbar? Berikut liputan wartawan Haluan, Syafriul Amir, Rahmatul Akbar,
Elfa Fuadiansyah, Haswandi, Zulkifli, Kasra Scorpi, Riswan, Mayardi, Iwan
DN, yang disajikan menjadi laporan utama Haluan edisi Minggu ini.

Kalau boleh disebut-sebut, ada sejumlah nama yang tak bisa lepas dari Tour
de Singkarak. Pertama adalah mantan Bupati Solok, Gusmal lalu mantan Dirjen
Pemasaran Kementerian Budpar, Sapta Nirwandar dan Kasubdit nya Roseno Arya,
mantan Gu­bernur Gamawan Fauzi, mantan Wakil Gubernur Marlis Rahman dan
mantan Kepala Dinas Kebu­dayaan dan Pariwisata Sumbar James Hellyward.
Perbincangan orang-orang tersebut pada awal 2009 akhirnya menghasilkan
proyek Tour de Singkarak. Sebelum itu, nyaris namanya adalah Tour de Danau
Kembar, lantaran dikaitkan untuk mem­perkuat Festival Danau Kembar yang
menjadi kegiatan tahunan di Kabupaten Solok sejak 2006. Tapi kemudian
disepakati nama­nya adalah Tour de Singkarak. “View danau ini sangat
menarik untuk dijadikan arena balap,” kata Sapta Nirwandar pada tahun 2009
itu.

James Hellyward yang sedang gemar-gemarnya bersepada ketika itu terus
‘menghangat-hangatkan’ agar Kementerian Budpar merea­lisasikan satu iven
inter­nasional di Sumatera Barat. Tak kurang beberapa kali ia bersama
Bupati Gusmal mendatangi kantor Ke­men­terian Budpar di gedung Sapta Pesona
Jl Merdeka Selatan 18 Jakarta.

Singkat kaji, Menteri Budpar ketika itu Jero Wacik angkat pulpen dan
meneken persetujuan menjadi Tour de Singkarak seba­gai salah satu iven
internasional kepa­riwisataan di Sumatera Barat.

Namanya juga proyek uji coba, maka tentu saja banyak saja masalah ketika
itu yang meng­hadang antara lain ketidaksiapan daerah lain menerimanya. Ego
kedaerahan masih tertonjol, seolah ini adalah ivennya Kabupaten Solok,
karena itu daerah lain merasa tidak perlu men­du­kung­nya.

Tour de Singakarak 2009 berlangsung selama 5 hari dari 29 April sampai 3
Mei 2009 dengan melombakan 4 etape. Etape pertama dilangsungkan sepenuhnya
di kota Padang sejauh 4 km. Dilanjutkan dengan etape 2 Padang—Bukittinggi
sejauh 92,3 km, etape 3a Bukittinggi—Sawah­lunto sejauh 90,2 km, dan etape
3b Sawahlunto—Danau Sing­karak sejauh 90,2 km. Kemudian ditutup dengan
etape 4 dari danau Singkarak menuju danau Kembar (danau Diatas dan danau
Dibawah) lalu kembali ke danau Singkarak sejauh 188 km.

“Saya harap ini menjadi kegia­tan kepariwisataan inter­nasional yang jadi
unggulan Sumatera Barat di masa depan seperti Tour de France dan tour de
Langkawi di Malaysia,” kata Gamawan Fauzi saat masih menjabat Gubernur
Sumatera Barat. Ketika itu ia dilapori oleh James Helly­ward tentang
kehadiran lebih dari 100 pebalap sepeda dari 15 negara.

Yang menggembirakan adalah pernyataan Kementerian Budpar ketika itu tentang
pengalokasian anggaran untuk TdS ini selama lima tahun berturut-turut.
“Se­telah itu kita akan serahkan kepada Event Organizer dan dibantu oleh
Pemerintah Provinsi serta Kabu­paten/Kota secara gotong royong khususnya
untuk penyediaan infrastruktur,” kata Menteri Jero Wacik lima tahun silam
itu.

Hasilnya memang meng­gem­birakan, sejak dilak­sanakan 2009 itu, TdS
mendapat pujian dari organisasi balap sepeda inter­nasional (Union Cycliste
Inter­national). Dipandang sukses dari segi peyelenggaraan, menja­dikan
ajang balap sepeda ini sebagai salah satu kejuaraan balap sepeda resmi
Persatuan Balap Sepeda Internasional di kelas 2.2 Asia Tour. Sehingga
selain didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Tour
de Singkarak juga diperkuat dengan dukungan APBD provinsi dan kabupaten
atau kota yang daerahnya dilalui oleh peserta. Hal ini disebabkan setiap
daerah yang menjadi bagian dari taha­pan perlombaan balap sepeda Tour de
Singkarak mempunyai peran cukup besar dalam menge­nalkan daerahnya.
Sehingga jumlah kabupaten dan kota yang menjadi jalur lintasan Tour de
Singkarak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahkan belakangan TdS
sudah kerjasama dengan Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara
Tour de France di Perancis.

Dampak

Lantas apa yang hendak dicapai dan apa dampaknya? Gagasan awal memang TdS
ha­nya iven yang memperkuat Fes­tival Danau Kembar. Tetapi kemudian
berkembang menjadi iven yang ditujukan sebagai pen­dorong berkembangnya
pariwisata Sumbar dan memancing minat pelancong menuju destinasi Ranah
Minang ini.

Data di Kementerian Pari­wisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menunjukkan
Tour de Singkarak telah dapat mening­katkan kunjungan wisa­tawan
mancanegara ke Su­ma­tera Barat. Bahkan pada tahun 2011 naik hingga 13,2%
atau di atas kenai­kan pariwisata nasional 8,9%. Pada tahun 2010, wisatawan
mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat sebanyak
332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat men­jadi 413.180 orang atau naik
sekitar 24,3%.

“Saya nilai Tour de Singkarak sudah menjadi iven promosi pariwisata terbaik
dari 41 iven tetap yang kita gelar tiap tahun di berbagai daerah. Menurut
saya kuncinya adalah pada koordinasi dan kekompakan para pemimpin daerah
serta perantau,” kata Kasubdit Wil Sumatera Kemen­parkeraf, Roseno Arya
kepada Haluan belum lama ini.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan bahwa ini adalah iven yang lebih dari
sekedar balap sepeda, tapi ia menjadi iven balap plus karena dibalut dengan
pari­wisata. “Liputan media yang luas akan memantulkan keindahan Sumatera
Barat dan itu jadi daya pikat pelancong,” kata Irwan kepada Haluan.

Presiden ASO (Amoury Sport Organization) Jean Etienne Amoury yang juga
penyelenggaran Tour de France mengaku sangat ter­kesan pada keindahan alam
Sumatera Barat ini menyangkut pendapat Jean tentang Iven TdS. Dengan lancar
dan penuh warna kesenangan, Jean menilai bahwa TdS V sangat bagus dan
menarik. Katanya, penyelenggaraan TdS dari tahun ke tahun makin ber­mutu.
 “Saya kira tahun depan, pebalapnya lebih banyak lagi dan negara asalnya
juga bertambah. Kalau itu terjadi, TdS akan jadi perhitungan dunia
balapsepeda di masa depan,” ujar dia.***


http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23998:lebih-dari-sekedar-balap-sepeda&catid=50:laput&Itemid=202

-- 
*
*
*Wassalam

*
*Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke