Kalo buliah ambo tahu, itu RPJM tahu bara yo? Apo masih RPJM yang meletakkan 
"pusat pertumbuhan Agam" tu di Agam Tuo jo Lubuk Basung nan tun? Pusat 
pertumbuhan yang mambuek Kota Bukittinggi samakin dipakayo Agam. 

Kok ambo dak ado baco soal kemajuan infrastruktur di Tiku V Jorong? Sakolah ka 
runtuah di Subang-subang, kalau hujan jalan baluluak harus baelo jo tali oto 
tu, masih dipadiakan sajo? (apo paralu ambo lampirkan foto di siko?) Alah 
dibangun jambatan beton panghubung sado alah jorong di Tiku V Jorong tu? Alah 
ado guru SD yang menetap di Labuhan atau Subang-subang?

Trus, soal gulai kapalo lauak, apo yang telah dibuek Pemda ko salain mamasak 
ribuan gulai kapalo lauaak untuk rekor MURI tu? Los lambuang di Pasa Tiku alah 
bakamehan, agak representatif saketek, standar higienis gai? Kadai Tek Icah di 
tapi muaro yang jadi langganan Bupati nan lamo, mode itu e nyeh, lapuak bantuak 
ka runtuah. 

Ciek lai, jan lupo, Pak Bupati Indra Catri ko manang di Tiku ko. Semoga jadi 
pangingek beliau tu, pembangunan "Agam icak-icak" ko jan dilupokan. Kok maju 
Tiku ko, tapiliah we'e baliak tu mah. Bangga pulo kami setek masuak Agam ko.

Salam,

Arfi
Ghang Tiku karajo di Jakarta


--- On Mon, 6/10/13, Men Armedi Edi Koto <[email protected]> wrote:

From: Men Armedi Edi Koto <[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] SIAPA BILANG TIKU JALAN DI TEMPAT
To: [email protected]
Date: Monday, June 10, 2013, 8:34 PM


Oleh: Monisfar, S.SosPantai Tiku yang terletak di Kecamatan Tanjung Mutiara, 
menyempurnakan keelokan dan kekayaan alam Kabupaten Agam. Keindahan  alam dan 
budayanya menjadikan  potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding 
kecamatan lainnya.Sebagai kawasan pesisir sebagian besar penduduknya hidup 
sebagai nelayan, yang didukung  sektorpertanian dan perkebunan. Juga terdapat 
kawasan konservasi penyu dan terumbu karang.Kebijakan pembangunan daerah yang 
tertuang di dalam Peraturan Daerah tentang  Tata Ruang Kabupaten  dan Rencana 
Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten menempatkan  Kecamatan Tanjung Mutiara 
sebagai salah satu kawasan strategis Pesisir Tiku, yang direncanakan sebagai 
sentra perikanan laut dan dan pengolahan ikan, kawasan wisata  Bahari dan  
hinterland kawasan minapolitan. Untuk itu pembangunan sarana prasarana 
diprioritaskan untuk mendukung   pengembangan kawasan wisata   dan  kawasan 
minapolitan, disamping
 pemenuhan sarana prasarana pelayanan dasar lainnya.Dari tahun 2010 sampai 
dengan tahun 2012 telah direalisasikan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp. 
39,5 M  ( tahun 2010 : Rp. 4,7 M, tahun 2011 : Rp. 2,95 M, tahun 2012 : Rp. 
20,22 M dan tahun 2013 : Rp. 11,7 M)  yang terbagi ke dalam 12 bidang 
pembangunan.Sebagai sentra produksi perikanan tangkap, telah dibangun pelabuhan 
perikanan, pabrik es, dan pengadaan sarana prasarana penangkapan ikan kapal, 
jaring gilneet, box fish dan lainnya. Total produksi perikanan tangkap pada 
tahun 2010 mencapai 6.325 ton, dan 6.157 ton oada tahun 2011.Pantai Tiku adalah 
sebuah objek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan.Garis pantai 
sepanjang 36 km dengan pasir putih, nyiur melambai, dan cemara laut yang 
menawan.Saat ini, sudah ada objek wisata pantai Bandar Mutiara  dan Pasia 
Tiku.Sebagai objek wisata, dengan pasia maelonya, dan kreatifitas nelayan serta 
sunset yang sangat indah dengan
 pemandangan 2 buah pulau, Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang merupakan daerah 
konservasi penyu dan terumbu karang. Objek tersebut sudah diminati 
wisatawan,namun masih perlu pengembangan sarana dan prasarana. Disamping 
keindahannya juga terkandung sejarah Banda dan Kualo, yang terkenal di zaman 
tempo dulu, sekaligus Kuliner Gulai Kapalo Lauak.Pembangunan sarana prasarana 
yang sudah dilaksanakan diantaranya peningkatan jalan Objek Wisata Bandar 
Mutiara, rehabilitasi Objek Wisata Bandar Mutiara, dan penanaman cemara laut 
1.000 batang.Untuk pengembangan kepariwisataan di Pantai Tiku agar menjadi 
objek wisata andalan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, baik oleh 
Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari, dan masyarakat. Di antaranya adalah 
penyediaan tempat parkir yang nyaman dan aman, serta pengelolaan yang baik, 
tarif parkir yang ditetapkan sesuai peraturan; penyediaan sarana MCK, mushalla 
dengan sumber air bersih; dan pengelolaan
 kebersihan areal objek wisata.Kemudian pembangunan/pemeliharaan sarana lainnya 
seperti jalan, pentas, dan sarana bermain; pengadaan penunjuk jalan evakuasi; 
penataan pedagang, termasuk harga makanan dan minuman.Untuk menyemarakan objek 
wisata tersebut perlu didukung pergelaran even-even budaya atau olah raga 
secara berkala, diiringi dengan promosi yang intensif. Pagelaran iven seperti 
volley pantai, vestival layang-layang, dan Kesenian tradisi diyakini mampu 
menghidupkan suasana, dan menjadi daya tarik pengunjung.Kemudian juga 
diperlukan membangun sikap sadar wisata kepada kelompok-kelompok masyarakat 
sekitar objek wisata. Di kawasan Pesisir Tiku juga terdapat dua buah pulau 
yaitu Pulau Tangah dan Pulau Ujung yang dijadikan sebagai kawasan konservasi 
penyu dan terumbu karang. Saat ini sering digunakan sebagai shelter oleh 
nelayan ketika cuaca buruk. Untuk menjaga kelestarian peranan kelompok 
masyarakat sebagai yang terkait langsung dengan
 pengawasan harus ditingkatkan dan didukung oleh Pemerintah Daerah. Namun 
sebagai suatu kawasan di pesisir Pulau Sumatera, dengan tipikal ombak yang 
besar dan berada di daerah yang rawan bencana, seperti thsunami, maka perlu 
dipersiapkan masyarakat yang siaga bencana. Untuk itu telah ada Kelompok Siaga 
Bencana (KSB) dan  Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS), pembangunan pemecah 
ombak dan reklamasi pantai. Jadi,sangat keliru bila masih ada yang berpendapat 
Tiku jalan di tempat. Sudah banyak kemajuan diraih Rang Tiku, Kecamatan Tanjung 
Raya,baik pembangunan pisik, ekonomi, kemajuan pola pikir, dan cara bertindak 
yang sudah mulai bergeser ke arah positif. (Penulis adalah Kabag Humas Setda 
Agam)



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .

Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke