Dari Harian Haluan Rabu, 19 Juni 2013 01:38
*TERKAIT RENCANA INVESTASI LIPPO GROUP* JAKARTA, HALUAN — Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM), yang merupakan organisasi masyarakat Minang di Jakarta menolak konglomerasi investasi di Sumatera Barat. Karena akan membunuh semangat entrepreunership masyarakat Sumatera Barat dan sekaligus memberangus usaha kecil dan menengah yang telah di daerah ini. “Kita hari ini berkirim surat ke Gubernur Sumbar dan Walikota Padang atas penolakan masuknya konglomerat berinvestasi di Sumbar,” kata Sekjen BK3AM Amri Aziz kepada Haluan, Selasa (18/6) di Jakarta melalui sambungan telepon sembari mengatakan sikap BK3AM itu kata Amri Aziz, diputuskan dalam rapat pleno BK3AM tanggal 15 Juni 2013 lalu. Jadi ini merupakan keputusan rapat pleno BK3AM,” terang Amri Aziz. Dijelaskan Amri Aziz, salah satu agenda yang dibahas dalam rapat pleno tersebut adalah menyikapi masuknya Lippo Group ke Padang untuk berinvestasi. Alasannya, dengan masuknya investor konglomerat ke Sumbar maka akan membunuh pengusaha kecil dan UKM yang ada di Sumbar. “Dengan alasan itu BK3AM menolak investor konglomerat masuk Sumbar. Kita Melihat bukan masalah Lippo-nya, tapi dengan alasan itu tadi, bisa membunuh pengusaha kecil dan UKM di Sumbar,” tegas Amri Aziz. Amri Aziz mengakui bahwa adanya investor konglomerat masuk ke Sumbar akan ada pembukaan lapangan kerja baru. “Tapi itu hanya akan menjadi kuli. Lebih baik kita menumbuhkan 3.000 saudagar, pengusaha kecil atau dari pada 3.000 orang menjadi “kuli di negerinya sendiri,” tegas Amri Aziz. BK3AM menilai Investasi Lippo Group di kota Padang dengan membangun kawasan terpadu yang mewah tidak sesuai dengan falsafah Suku Bangsa Minangkabau yakni ABS SBK. “Karena itu kami (BK3AM -red) menyatakan agar investasi ini dibatalkan,” kata Amri Aziz mengutip surat BK3AM yang dikirimkan ke Gubernur Sumbar dan Walikota Padang. Keputusan rapat BK3AM tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam sebuah surat dan dikirimkan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Walikota Padang Fauzi Bahar. Surat tersebut bernomor No.005/BK3AM/VI/2013 tertanggal 17 Juni 2013. Pengantar surat berbunyi bahwa pada Jumat tanggal 10 Mei 2013 di Kota Padang telah dilaksanakan pemasangan tiang pancang pembangunan empat gedung mewah di pusat kota Padang, yang disaksikan pemuka orang Minangkabau serta Gubernur Sumatera Barat serta Walikota Padang dan undangan lainnya. Menurutnya konglomerat Presiden Lippo Group Sdr. L. Theo Sambuaga bahwa di Padang akan dibangun kawasan terpadu meliputi Rumah Sakit, Sekolah, Hotel dan Mall yang mewah. Walikota Padang menyatakan bahwa proyek ini akan menyerap 3.000 tenaga kerja dan mengutamakan tenaga lokal. BK3AM menyatakan proyek ini telah menimbulkan penolakan/protes dari berbagai pihak baik organisasi kemasyarakatan maupun perorangan di Sumatera Barat dan dari Perantauan. Bahkan jika proyek ini tetap dilaksanakan akan ada demontrasi besar-besaran. BK3Am meminta agar proyek Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman ini dibatalkan. Rapat pleno BK3AM di Jakarta tanggal 15 Juni 2013 juga telah melakukan evaluasi mendalam secara rasional berdasarkan data dan informasi yang akurat bahwa, menolak investasi konglomerat manapun di Sumatera Barat, baik investor dalam negeri maupun luar negeri/asing. Alasan penolakan; pertamai investasi oleh konglomerasi akan membunuh saudagar kecil/menengah/UMKM di Sumatera Barat dan akan mematikan watak “enterpreneur atau jiwa saudagar/dagangny masyarakat Minangkabau” di Sumatera Barat serta dapat membunuh kreativitas mereka. Itu sudah terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Kedua, BK3AM telah mendeklarasikan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) di Jakarta tanggal 19 Mei 2013 sebagai Indentitas Kultural Suku Bangsa Minangkabau dan oleh karenanya Investasi Lippo Group di kota Padang dengan membangun Kawasan Terpaduyang mewah, kami nyatakan tidak sesuai dengan falsafah Suku Bangsa Minangkabau yakni ABS SBK, oleh karena itu kami menyatakan agar investasi ini dibatalkan Ketiga, lebih baik menumbuhkan 3.000 saudagar, pengusaha kecil/menengah dari pada 3.000 orang menjadi “kuli/koeli” di negerinya sendiri. Demikianlah hal ini disampaikan kepada Bapak dengan harapan segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan Komunitas Minangkabau di negerinya sendiri serta terima kasih. Surat ditandatangani oleh Ketua Umum BK3AM Dr Zulfahmi Burhan Dt. Rajo Bagagar SE MM dan Sekjend BK3AM H Amri Aziz MSc. * (h/sam)* * * *PPP SIAP HADANG LIPPO GROUP<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24210:ppp-siap-hadang-lippo-group&catid=1:haluan-padang&Itemid=70> * ** Selasa, 18 Juni 2013 01:58 *PENOLAKAN TERHADAP RS SILOAM MAKIN MELUAS* *PADANG, HALUAN —* Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Barat (Sumbar) dengan tegas menolak kehadiran Rumah Sakit (RS) Siloam milik Lippo Group/James T Riady di Minangkabau. Penolakan DPW PPP itu telah melalui kajian dan pertimbangan matang. Jika Lippo Group memaksa melanjutkan pendirian RS Siloam, maka PPP Sumbar siap menghadang. Demikian dikatakan Ketua DPW PPP Sumbar Yulfadri Nurdin bersama Sekretaris DPW H Amora Lubis, Wakil Ketua Majelis Pakar DPP PPP Dr Nizar Dahlan, Bendahara Yuliarman, Caleg PPP untuk DPR RI H Hariadi BE dan H Mahyuddin, dalam konprensi pers di kantor DPW PPP Sumbar, Jl Belanti Raya, Lolong, Padang, Senin (17/6). “Setelah DPW PPP mencermati secara seksama, dan mengumpulkan semua aspirasi umat islam di wilayah Sumbar, maka PPP sebagai partai yang berazaskan islam secara resmi menolak pembangunan Rumah Sakit Siloam di Padang, dan di Sumbar umumnya. Karena, pembangunan Rumah Sakit Siloam tersebut, sudah tercium dan terdeteksi membawa misi misionaris,” kata Yulfadri Nurdin. Menurut Yulfadri apabila pihak Lippo Group bersikeras melanjutkan pembangunan rumah sakit Kristen tersebut, maka PPP tidak segan-segan untuk turun langsung ke lapangan, dan membawa seluruh massa PPP, untuk menghentikan pembangunannya. “Kalau Lippo Group tetap ngotot melanjutkan pembangunan, kami dari DPW PPP tidak hanya bicara saja, dan kami tidak akan segan-segan untuk turun ke lapangan menghentikan pembangunannya. Namun, kami masih menunggu, dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya demi untuk kebaikan bersama,” ungkapnya. Yulfadri mengakui semua daerah, termasuk Padang dan Sumatera Barat membutuhkan investasi besar. Namun, investasi itu perlu disaring secara mendalam, sehingga tidak berdampak buruk terhadap kultur budaya sebuah daerah. “Daerah mana yang tidak butuh investasi. Namun, jangan menerima sembarangan saja, tanpa memikirkan dampak yang dibuatnya. Lagi pula, kalau investor melakukan investasi di sebuah daerah, maka sudah bakal pasti ada competitor yang masuk ke wilayah tersebut. Namun, investasi yang dibuat Lippo ini tidak membuat investor yang seimbang dengannya tergiur melakukan investasi ke Sumbar. Jadi, bisa ditelaah sendiri, apa maksud dari James T Riady tersebut,” tuturnya. Sementara Wakil Ketua Majelis Pakar DPP PPP Dr Nizar Dahlan mengatakan apabila Lippo Group, dan seluruh pihak yang telah menyatakan RS Siloam bersih dari proses kristenisasi, maka Lippo Group dan pihak yang bersangkutan, harus membuktikannya secara jelas dan nyata. Sementara itu, caleg PPP untuk DPR RI H Hariadi BE menghimbau tokoh-tokoh Sumbar, agar tidak terjebak ke dalam permasalahan dan menyebabkan perpecahan. Sehingga keutuhan masyarakat Sumbar bisa terus terjaga sampai akhir nanti. Peletakan batu/ground breaking pertama proyek milik Lippo Group yang berlokasi di Jl Khtaib Sulaiman Padang ini dilaksanakan pada Jumat 10 Mei 2013 lalu. Acara peletakan batu pertama itu ditandai dengan pemencetan bel secara bersama oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, Menko Kesra Agung Laksono, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang Fauzi Bahar, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, mantan Memko Kesra Azwar Anas, Owner Lippo Group James T Riady dan Presiden Lippo Group Theo L Shambuaga. Beberapa hari setelah peletakan batu pertama, muncul informasi tentang adanya agenda terselubung berupa misi misionaris program kristenisasi di balik megaproyek dengan nilai investasi Rp1,3 triliun tersebut. James T Riady dikatakan sebagai tokoh misionaris internasional. Informasi tersebut diperkuat lagi dengan munculnya berbagai penolakan dari sejumlah ormas dan dilengkapi lagi dengan surat terbuka sosiolog Mochtar Naim kepada Irman Usman. Penolakan terhadap investasi Lippo Group terus menggelinding hingga ada demo dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pemuda Islam Indonesia (PII) dan Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau (KBMM). Akhirnya MUI Sumbar bersama LKAAM dan sejumlah Ormas Islam melakukan rapat sehingga lahirlah surat keputusan MUI Sumbar yang menolak investasi Lippo Group di Padang. Pantauan *Haluan, *sejak peletakan batu pertama hingga kemarin tidak ada kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pihak Lippo Group atas proyek RS Kristen Siloam, Sekolah Kristen Pelita Harapan, Mal Lippo dan Hotel Aryaduta tersebut. Diduga Lippo Group masih *wait and see *terhadap penolakan atas kehadiran megainvestasinya di Ranah Minangkabau. Sikap itu juga sebagai dampak bahwa Lippo Group tak mau ambil resiko. *Haluan* telah* *beberapa* *kali* *menghubungi *Danang* Kemayan Jati, *Head of Corporate Communication* Lippo Karawaci Group untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan sehubungan gencarnya penolakan terhadap RS Siloam oleh berbagai pihak sebagaimana yang diterbitkan di Koran ini. Namun Danang tak bersedia memberikan penjelasan. Beberapa kali Danang meminta * Haluan* agar menghubungi Ismail Hasyim Ning (putra Hasyim Ning) orang asal Sumbar yang turut memegang saham di Lippo Group. Namun begitu ditelepon dan di SMS, Ismail Hasyim Ning juga tidak memberi respon. *(h/cw-wis)* * * MUI SUMBAR DESAK IZIN INVESTASI LIPPO DIBATALKAN<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24136:mui-sumbar-desak-izin-investasi-lippo-dibatalkan&catid=1:haluan-padang&Itemid=70> Sabtu, 15 Juni 2013 01:44 *SURATI EMPAT INSTANSI* *PADANG, HALUAN — *Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) dengan tegas menolak investasi James T Riady dari Lippo Karawaci Group berupa Rumah Sakit (RS) Kristen Siloam, Sekolah Kristen Pelita Harapan, Mal Lippo dan Hotel Aryaduta di Kota Padang. MUI juga mendesak Pemko Padang untuk membatalkan proyek super blok Lippo Karawaci Group tersebut. Penolakan dan pendesakan oleh MUI tersebut termuat di dalam Surat Keputusan Rapat Bersama MUI Sumbar dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar dan Ormas Islam Sumbar, tanggal 3 Juni 2013 di Lantai II Masjid Nurul Iman Padang. Keputusan tersebut ditujukan kepada empat pimpinan instansi, yakni Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, Walikota Padang dan Ketua DPRD Padang. Surat tersebut juga dikirimkan ke sejumlah instansi lainnya, termasuk ke redaksi Harian *Haluan.* Isi keputusan rapat bersama tersebut yakni; *Pertama, *mengkhawatirkan bahwa pembangunan proyek super blok Lippo/Siloam oleh Lippo Group tersebut membawa misi terselubung yang akan berdampak negatif terhadap akidah umat Islam di Sumatera Barat dan berpotensi merusak nilai-nilai, *adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato, adat mamakai *yang menjadi titik tolak pembangunan Sumatera Barat. *Kedua, *membina, membentengi dan menyelamatkan aqidah umat adalah tugas utama dan tugas bersama Pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), LKAAM dan Ormas-ormas Islam. *Ketiga, *menolak pembangunan Super Blok Lippo/Siloam di Jalan Khatib Sulaiman Padang oleh Lippo Group pimpinan James T Riadi dan meminta pemerintah dan DPRD Kota Padang membatalkan izin pembangunan Super Blok Lippo/Siloam tersebut. *Keempat, *meminta Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumatera Barat untuk mendesak Pemko Padang segera membatalkan izin pembangunan Super Blok Lippo/Siloam dimaksud, demi menghindari keresahan masyarakat. *Kelima*, rapat mengamanahkan kepada MUI Sumbar untuk membentuk tim koordinasi yang akan menyatukan fikrah dan harakah (pemikiran, usaha dan gerakan untuk menolak pembangunan Super Blok Lippo/Siloam. *Keenam*, semua peserta rapat menyatakan mendukung sepenuhnya langkah-langkah dan kebijakan yang diambil oleh Tim Koordinasi yang dibentuk MUI Sumbar dalam melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya, yakni menolak pembangunan Super Blok Lippo/Siloam di Jalan Khatib Sulaiman, Padang oleh Lippo Group, yang dipimpin James T Riadi. Surat ini ditandatangai oleh Ketua Umum MUI Sumbar Prof Dr H Syamsul Bahri Khatib dan Sekretaris Umum Prof Dr H Edi Safri. Peserta rapat, yakni; Ketua Umum LKAAM Sumbar Drs M Sayuti Dt Rajo Rajo Pangulu MPd, Ketua Umum Bundo Kanduang Sumbar Prof Dr Ir H Raudah Thaib, Ketua Umum MUI Sumbar Syamsul Bahri Chatib, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Drs H Dasril Ilyas, PW Aisyiah Sumbar Dra Hj Melliarni Rusli, Ketua Suriah Nahdatul Ulama Sumbar Prof Dr H Azasri Warni MA, Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar H Boy Lestari Dt Palindih dan Ketua Pewarna Sumbar Asraferi Sabri St Mangkuto. Berikutnya Ketua LKAAM Kota Padang Prof Z Husin Dt Rajo Lenggang, Ketua MUI Kota Padang Prof Dr H Duski Samad, Wakil Panji Alam Minangkabau Yeyen Kiram SH, Ketua Bundo Kanduang Kota Padang Fatimah SPd, Ketua DDII Sumbar Prof Dr H Ahmad Kosasih, Sekretaris Perti Sumbar Drs Iswandi Mukhtar, Ketua LDII Sumbar Prof Dr Jamsri, Ketua Umum Gerakan Muslim Minangkabau HM MAAD Acin ARB, Ketua Libas Khairul Amri, Ketua Majelis Mujahiddin Kamrianto Lc, Ketua Komite Penegak Syariat Islam (KPSI) Irfianda Abidin SH, Ketua Paga Nagari Drs Aqil Degani. Selanjutnya Ketua Front Masyarakat Pembela Islam (FMPI) Sumbar drg Amri Mansyur dan Ketua HTI Sumbar Rozi Sapitri dan lainnya. * (h/rel)* *Salam dan Terima Kasih,* *Dedi Suryadi* _____________________________________________________________________________ ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan ***** ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* ***** ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu... ".....***** "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
